Tencent Gunakan Fitur ini untuk Cegah Anak Kecanduan Game

Fabian Pratama Kusumah . July 09, 2021

Foto: Grid

Teknologi.id – Perusahaan gaming asal China, Tencent menggunakan sistem facial recognition atau pengenal wajah untuk mencegah anak-anak kecanduan game.

Sistem ini akan mengenali wajah anak di bawah umur agar mereka tidak main game sampai larut malam.

Sistem ini diluncurkan untuk menerapkan aturan pemerintah China demi menekan kebiasaan main game berlebihan pada anak-anak.

Pemerintah china membuat aturan yang diluncurkan pada tahun 2019 ini yang melarang anak di bawah umur main game dari pukul 22.00 sampai 08.00, dan durasinya dibatasi 90 menit sehari.

Baca juga: Microsoft Xbox Cloud Gamming Sudah Bisa Digunakan

Aturan ini juga mengharuskan gamer di semua umur untuk mendaftar menggunakan kartu identitas mereka yang terintegrasi dengan database nasional.

Akan tetapi banyak anak di bawah umur yang mencoba mengelabui aturan ini dengan menggunakan kartu identitas milik orang dewasa.

Untuk mencegah anak di bawah umur mengelabui aturan tersebut, Tencent pun mengenalkan sistem baru bernama 'Midnight Patrol'.

Sistem ini akan mengenali wajah pemain dan mencocokkan dengan database yang berisi nama dan wajah.

Gamer yang teridentifikasi sebagai anak di bawah umur kemudian akan dikunci dari game saat mereka sudah melewati durasi 90 menit yang ditetapkan, atau saat mereka mencoba main game di atas jam yang sudah ditentukan.

Baca juga: Google Play Store Makin Ramah Anak dengan Fitur Barunya

"Kami akan melakukan pemindaian wajah untuk akun yang terdaftar dengan nama asli dan yang sudah memainkan game selama jangka waktu tertentu di malam hari,"

Kata Tencent Games dalam keterangan resminya, seperti dikutip Detik dari Gizmodo, Jumat (9/7/2021).

"Siapa pun yang menolak atau gagal dalam verifikasi wajah akan diperlakukan sebagai anak di bawah umur, dan seperti yang dijelaskan dalam pengawasan anti-kecanduan di sistem game Tencent, dan akan ditendang dari game," sambungnya.

Tencent mengatakan kalau ada gamer dewasa yang dikunci dari game karena tidak lolos saat pengenalan wajah, mereka bisa memindai wajahnya sekali lagi dan setelah itu bisa masuk ke dalam game.

Sekarang mereka akan menggulirkannya ke lebih dari 60 game, termasuk game Honour of Kings dan Game for Peace yang merupakan game paling populer di China.

(fpk)

Share :