Rp1.433 Triliun Bisa Didapatkan dari Asteroid ini, Tertarik?

Fabian Pratama Kusumah . August 04, 2021

Foto ilustrasi: NASA

Teknologi.id – Belakangan ini beberapa perusahaan berlomba untuk pergi ke luar angkasa. Dengan kemajuan teknologi hal tersebut semakin mudah.

Tidak hanya untuk wisata, bahkan di luar angkasa mungkin bisa mendapatkan kekayaan dari penambangan asteroid.

Menurut NASA, mineral yang ada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter setara dengan US$100 miliar (Rp1.433 triliun) untuk setiap orang di Bumi.

Sayangnya masih belum ada kejelasan soal hukum kepemilikan sumber daya ruang angkasa. Direktur program sektor swasta di Secure World Foundation, Ian Christensen mengatakan secara umum sebagian besar undang-undang soal ruang angkasa masih ambigu.

Baca juga: Kehidupan Baru Diprediksi akan Muncul, ini Perkiraannya

"Ada beberapa celah dalam undang-undang, dan beberapa hal perlu diklasifikasi untuk memberikan kepastian lebih pada undang-undang saat ini," ungkapnya dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (4/8/2021).

Christensen juga menambahkan tidak ada otoritas tunggal yang punya tanggung jawab soal alokasi sumber daya di antariksa.

Saat ini pemerintah nasional memberikan izin pada pihak yang melakukan kegiatan di luar angkasa. Lalu negara tempat perusahaan itu beroperasi memiliki tanggung jawab untuk menegakkan peraturan.

"Penegakan dilakukan oleh otoritas pemerintah nasional, namun otoritas luar angkasa khusus belum ada," kata Christensen.

Satu-satunya aturan paling komprehensif saat ini adalah Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967 oleh PBB. Namun kebingungan antar negara masih ada.

Rebecca Keller, analis sains dan teknologi di Stratfor mengatakan area penggunaan sumber daya ruang angkasa masih cukup kabur serta bisa ditafsirkan dalam dua arah. Menurutnya masih ada perdebatan pemerintah dan ahli soal penggunaan yang tepat.

Baca juga: Pergi ke Planet Lain, Bisakah Manusia Selamat dari Kiamat?

"Pemerintah dan bahkan para ahli di bidang ini masih memperebutkan penggunaan yang tepat dari sumber daya ini dan itu tetap jadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab," kata Keller.

Tak bisa disangkal jika luar angkasa sekarang jauh lebih ramai dari sebelumnya. Banyak perusahaan yang juga ingin pergi ke sana dan memiliki keuntungan.

Atas masalah ini, Keller mengimbau pemerintah melakukan pembatasan dan mengontrol perluasan kepentingan swasta di masa depan.

Sayangnya belum diketahui bagaimana dan kapan kira-kira manusia bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di luar angkasa untuk digunakan di Bumi.

(fpk)

Share :