Peneliti Bongkar Apa yang Terjadi Pada Otak Manusia Saat Sakaratul Maut

Tiara Qonita Hayashi Fazrin . December 18, 2023
sakaratul maut

Foto: Verywell Health


Teknologi.id - Dalam perjalanan kehidupan kita, takdir kematian tampaknya semakin dekat setiap hari. Meskipun kita tak tahu pasti apa yang terjadi di saat-saat terakhir menuju pintu keabadian, penelitian terbaru memberikan sentuhan ajaib pada misteri ini dengan memeriksa aktivitas otak saat mendekati kematian atau sakaratul maut.

Dalam sebuah penelitian kecil yang menarik, sekelompok ilmuwan mengamati empat individu yang hampir menghadapi kematian. Temuan mereka mengungkap bahwa ada lonjakan aktivitas otak yang mengejutkan setelah detak jantung berhenti berdetak. Apakah ini mungkin menjelaskan bagaimana otak kita menyimpan kenangan, bahkan ketika tubuh kita menuju akhir?


Ada Jejak Kesadaran di Saat-Saat Kritis?

Dr. Sam Parnia dari New York University Langone Medical Center menyebut penemuan ini sebagai langkah maju. Ia mengatakan bahwa kita mungkin saja menemukan jejak kesadaran di saat-saat kritis menjelang kematian, yang mengubah pandangan konvensional bahwa kematian hanya terjadi saat detak jantung berhenti.

Pandangan ilmuwan lainnya, Dr. Ajmal Zemmar, seorang ahli bedah saraf di University of Louisville, menambahkan perspektifnya. Ia menjelaskan bahwa lonjakan gelombang gamma yang terdeteksi mungkin menandakan bahwa berbagai wilayah otak bekerja sama untuk menyatukan sensasi-sensasi yang berbeda menjadi kesadaran objek. Temuan ini memberikan petunjuk tentang mekanisme biologis di balik pengalaman orang yang melihat kilas balik peristiwa berkesan menjelang kematian.

Para peneliti juga menggarisbawahi pentingnya mengonfirmasi temuan mereka dengan orang-orang yang mengalami pengalaman meninggal dan hidup kembali atau mati suri. Dengan memantau osilasi saraf pasien ketika mereka meninggal, para peneliti mencatat ledakan aktivitas di dalam 'zona panas' otak, yang terletak di persimpangan lobus temporal, parietal, dan oksipital, wilayah ini terkait dengan mimpi dan kesadaran pikiran.


Spekulasi Lain dan Kajian Lanjutan

Meski masih banyak misteri yang belum terpecahkan, penemuan ini membawa kita mendekati pemahaman tentang cara otak berfungsi di saat-saat genting. Sementara ada teori spekulatif lain tentang otak kita mengalami peningkatan kadar senyawa halusinogen DMT, yang dapat menyebabkan pengalaman mimpi yang lebih intens dan nyata. Ilmuwan berpendapat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum klaim tersebut dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Meski kita belum sepenuhnya paham tentang apa yang terjadi di saat-saat terakhir hidup, penemuan ini memberikan kita cahaya di tengah gelapnya misteri. Ini membuka pintu untuk lebih memahami kehidupan dan, mungkin, untuk merenungkan apakah ada sesuatu setelahnya.

Share :