
Foto: Freepik/ wayhomestudio
Teknologi.id - Meta dipastikan kembali menghidupkan ambisi lamanya untuk menguasai pergelangan tangan penggunanya. Setelah sukses besar lewat kacamata pintar hasil kolaborasi bersama Ray-Ban, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini kini resmi membangkitkan proyek jam tangan pintar yang sempat mati suri. Langkah ini menandai babak baru bagi Meta untuk menantang langsung dominasi Apple Watch dan Samsung Galaxy Watch yang selama ini sulit tergoyahkan.
Laporan terbaru dari The Information mengungkapkan bahwa Meta menargetkan peluncuran smartwatch pertamanya pada akhir tahun 2026. Proyek ini berjalan di bawah nama kode Malibu 2, sebuah pengembangan ulang dari prototype yang sempat dibatalkan Meta pada tahun 2022 lalu karena alasan efisiensi biaya. Kali ini, Meta datang dengan pendekatan yang jauh lebih matang dengan mengandalkan integrasi kecerdasan buatan atau AI sebagai nilai jual utamanya.
Baca juga: Meta Ingin 'Hidupkan' Orang Meninggal Lewat AI, Ajakan Hapus Facebook Mulai Viral
Keputusan Strategis dari Pertemuan Hawaii
Rencana besar untuk membangkitkan Malibu 2 ini ternyata disusun dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di kediaman pribadi Mark Zuckerberg di Hawaii. Akhir tahun lalu, para petinggi Meta berkumpul untuk merancang peta jalan perangkat keras perusahaan selama beberapa tahun ke depan. Hasilnya, jam tangan pintar diputuskan menjadi jembatan penting dalam ekosistem perangkat berbasis AI dan Augmented Reality (AR) milik Meta.
Keberhasilan kacamata Ray-Ban Meta yang permintaannya melampaui kapasitas produksi menjadi pemicu utama kembalinya proyek ini. Meta melihat adanya celah besar untuk menghubungkan smart glasses dengan smartwatch dalam satu ekosistem yang kohesif. Dengan begitu, Meta tidak lagi hanya bergantung pada platform milik pesaing, tetapi mulai membangun panggung hardware-nya sendiri untuk bersaing di kandang Apple dan Google.
Integrasi Sensor Saraf dan AI Limitless
Salah satu pembeda utama Malibu 2 dibandingkan produk kompetitor adalah penerapan teknologi sensor saraf atau neural wristband. Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak kesehatan biasa, tetapi juga sebagai alat kendali perangkat lain. Melalui teknik differential electromyography, jam tangan ini mampu membaca sinyal listrik dari gerakan otot di pergelangan tangan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol kacamata pintar atau perangkat digital lainnya hanya dengan gerakan jari halus tanpa harus menyentuh layar sama sekali.
Meta juga diprediksi akan menyuntikkan teknologi dari startup AI Limitless yang baru saja mereka akuisisi. Teknologi tersebut memungkinkan jam tangan cerdas ini untuk merekam percakapan sehari-hari dan secara otomatis memberikan ringkasan poin-poin penting melalui bantuan AI. Selain itu, fitur penerjemahan bahasa secara langsung yang ditenagai Meta AI akan menjadi fitur standar untuk memudahkan komunikasi lintas bahasa secara instan langsung dari pergelangan tangan.
Baca juga: Meta Rilis Fitur AI Live Portrait, Ubah Foto Diam Jadi Gambar Bergerak yang Dinamis
Ambisi Ekosistem Wearable 2026

Foto: India Today
Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi divisi hardware Meta. Peluncuran smartwatch Malibu 2 akan bersamaan dengan rencana rilis kacamata pintar generasi terbaru dengan kode nama Hypernova 2. Strategi ini menunjukkan keinginan Zuckerberg untuk membiasakan pengguna menggunakan berbagai perangkat wearable sebelum Meta meluncurkan kacamata AR yang lebih ambisius bernama Artemis pada tahun 2027.
Meta ingin jam tangan pintar ini menjadi pusat kendali utama bagi seluruh perangkat yang dipakai pengguna. Jika sebelumnya smartwatch sering dianggap sebagai sekadar aksesori ponsel, Meta ingin mengubah posisinya menjadi perangkat mandiri yang mampu mengolah informasi secara cerdas lewat bantuan asisten AI. Dengan integrasi AI generatif yang semakin kuat, Meta memiliki peluang untuk menawarkan pengalaman yang lebih personal dan fungsional dibandingkan jam tangan pintar tradisional.
Meski demikian, jalan Meta tidak akan mudah mengingat Apple dan Samsung sudah memiliki ekosistem kesehatan dan olahraga yang sangat mapan. Pengguna Apple Watch, misalnya, sudah sangat terikat dengan sinkronisasi data medis yang mendalam selama bertahun-tahun. Meta harus mampu membuktikan bahwa fitur AI dan sensor saraf mereka bukan sekadar gimik, melainkan kebutuhan baru yang lebih unggul dibandingkan fungsi jam tangan pintar saat ini. Pertarungan besar di pasar perangkat cerdas ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir 2026, ketika Malibu 2 resmi diperkenalkan kepada publik.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(yna/sa)