
Foto: Logitech
Teknologi.id - Logitech resmi memperkenalkan mouse gaming flagship terbarunya, Logitech G Pro X2 Superstrike. Perangkat ini langsung mencuri perhatian dunia karena mengusung pendekatan yang sangat ekstrem: menghilangkan mekanisme klik fisik pada tombol utamanya. Sebagai gantinya, Logitech memperkenalkan teknologi sensorik masa depan yang diklaim akan mengubah cara atlet esports berinteraksi dengan perangkat mereka.
Logitech menyebut Pro X2 Superstrike sebagai “The Winning Click”. Nama ini bukan sekadar gimik pemasaran, melainkan sebuah pernyataan ambisi untuk menghadirkan standar baru dalam kecepatan dan responsivitas. Dengan menghilangkan komponen mekanis tradisional, Logitech menjanjikan hilangnya hambatan fisik, latensi mikro, hingga masalah klasik seperti double-click yang sering menghantui para pemain profesional.
Baca juga: Logitech G325 LIGHTSPEED Resmi di Indonesia, Headset Wireless Cuma Rp799 Ribu
Inovasi Teknologi HITS: Ujung Tombak Tanpa Latensi
Inti dari kecanggihan Pro X2 Superstrike terletak pada teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS). Ini adalah langkah berani Logitech untuk memensiunkan microswitch mekanis maupun optik. Sistem HITS menggunakan sensor induktif yang mampu mendeteksi kedalaman tekanan jari pengguna secara instan tanpa perlu adanya kontak logam yang menggerakkan saklar.
Untuk tetap memberikan kepuasan taktil bagi pemain, Logitech menyematkan motor haptic presisi tinggi yang disinkronkan dengan sensor tersebut. Hasilnya, pemain tetap akan merasakan sensasi "klik" yang tajam meski secara fisik tidak ada saklar yang ditekan. Berdasarkan data internal, teknologi ini mampu memangkas latensi klik hingga 30 milidetik lebih cepat dibandingkan mouse konvensional.
Keunggulan sistem HITS tidak berhenti di sana. Lewat integrasi software, pengguna diberikan kendali penuh atas sensasi klik miliknya. Tersedia 10 opsi pengaturan jarak tekan (actuation point) dan 5 opsi rapid-trigger untuk mengatur reset point tombol. Selain itu, intensitas getaran haptic dapat disesuaikan dalam enam tingkatan, memungkinkan gamer untuk mengatur apakah mereka ingin klik yang terasa "intens" atau sangat ringan dan sensitif.
Desain Simetris Hasil Kolaborasi 100+ Atlet Esports

Foto: Logitech
Dari sisi ergonomi, Logitech tidak ingin bertaruh banyak. Mereka mempertahankan bentuk simetris khas seri PRO yang telah terbukti memenangkan banyak turnamen (victory-proven). Bentuk ini merupakan evolusi dari seri PRO Wireless dan Superlight yang sudah sangat familiar di tangan para pemain profesional.
Pengembangan Pro X2 Superstrike melibatkan masukan dari lebih dari 100 atlet esports dari tim-tim elit dunia seperti NAVI, G2, GEN.G, hingga FlyQuest RED. Bukti efektivitas desain ini sudah terlihat di lapangan; tim G2 dilaporkan menjuarai VCT Americas Stage 2 menggunakan unit prototipe Superstrike. Dengan bobot yang hanya 61 gram, mouse ini sangat lincah untuk manuver flick shot yang cepat, namun tetap memberikan stabilitas berkat dimensi tinggi 125 mm dan lebar 63,5 mm.
Baca juga: Lenovo Pamer Keyboard dan Mouse Self-Charging bertenaga Cahaya Ruangan di CES 2026
Performa Sensor HERO 2 dan Konektivitas Tanpa Batas
Untuk urusan akurasi kursor, Logitech membekali perangkat ini dengan sensor HERO 2. Spesifikasinya sangat impresif: mendukung resolusi 100 hingga 44.000 DPI, kecepatan maksimum 888 IPS, dan akselerasi hingga 88G. Sensor ini dirancang untuk memberikan performa zero smoothing, zero acceleration, dan zero filtering, sehingga setiap gerakan tangan pengguna diproses secara murni dan presisi.
Sektor konektivitas juga mendapatkan peningkatan besar melalui teknologi LIGHTSPEED nirkabel yang kini mendukung polling rate hingga 8.000 Hz (0,125 ms). Kecepatan ini memastikan transmisi data yang nyaris tanpa jeda, bahkan di lingkungan turnamen yang penuh dengan gangguan sinyal frekuensi radio (RF). Jika ingin menggunakan kabel USB-C, perangkat ini mendukung report rate stabil di 1.000 Hz.
Daya tahan baterainya pun tak kalah saing, yakni mampu bertahan hingga 90 jam dalam kondisi penggunaan konstan. Bagi pengguna yang tidak ingin repot mengisi daya secara manual, Pro X2 Superstrike tetap kompatibel dengan sistem pengisian nirkabel POWERPLAY.
Hadir dalam balutan warna putih minimalis dengan aksen tombol hitam, Logitech G Pro X2 Superstrike dipastikan akan segera tersedia di pasar Indonesia. Dalam paket penjualannya, konsumen akan mendapatkan paket lengkap termasuk receiver LIGHTSPEED, kabel pengisi daya, grip tape opsional, hingga kaki PTFE cadangan. Dengan garansi dua tahun, Logitech siap membawa standar baru kompetisi esports ke meja para pemain di tanah air.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(yna/sa)