Mulai April 2026, QRIS Resmi Bisa Dipakai di Korea Selatan

Irmanon Riandina . February 09, 2026


Foto: Bank Indonesia

Teknologi.id - Kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang gemar bepergian ke luar negeri, khususnya ke Korea Selatan. Mulai April 2026, sistem pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) resmi dapat digunakan di Negeri Ginseng. Kehadiran layanan ini diharapkan membuat transaksi lintas negara menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien tanpa perlu repot. 

Kesepakatan penggunaan QRIS di Korea Selatan dicapai melalui kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BoK). Hal ini mengemuka dalam High Level Meeting yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Korea Rhee Chang-yong pada Kamis, 5 Februari 2026. Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi penegasan komitmen kedua bank sentral dalam memperkuat integrasi sistem pembayaran digital antarnegara.

Selain itu, melalui perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dalam mata uang lokal masing-masing negara, kedua bank sentral dapat melakukan pertukaran mata uang lokal hingga mencapai nilai 10,7 triliun won Korea Selatan atau setara Rp115 triliun.

Baca juga: QRIS Bisa Dipakai di 8 Negara Mulai 2026, Ini Daftarnya

Resmi Berlaku April 2026

Dalam siaran pers bersama BI, BoK, serta Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea yang dirilis Jumat, 6 Februari 2026, kedua pihak menyatakan telah sepakat melanjutkan persiapan implementasi layanan pembayaran QR lintas negara Indonesia–Korea Selatan.

Layanan ini dijadwalkan mulai dapat digunakan oleh masyarakat pada April 2026. Kesepakatan ini bukanlah kerja sama yang muncul secara tiba-tiba. Implementasi QRIS di Korea Selatan merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua bank sentral yang telah dilakukan sejak Juli 2024. Sejak saat itu, BI dan BoK secara bertahap menyiapkan infrastruktur, regulasi, serta kesiapan teknis agar layanan pembayaran lintas negara dapat berjalan optimal.

Dorong Efisiensi Pembayaran


Foto: Xendit

BI dan BoK menaruh harapan besar terhadap manfaat layanan pembayaran QR antarnegara ini. Salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi pembayaran bagi masyarakat yang melakukan kunjungan ke Indonesia maupun Korea Selatan, baik untuk keperluan wisata, bisnis, pendidikan, maupun aktivitas lainnya.

Kerja sama ini juga sejalan dengan penerapan kerangka Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah berlaku sejak September 2024. Dengan adanya LCT, transaksi perdagangan dan pembayaran antar kedua negara dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal masing-masing.

Biaya Transaksi Lebih Murah

Melalui interkoneksi sistem pembayaran QR, biaya konversi valuta asing dan biaya transaksi diharapkan bisa berkurang secara signifikan. Selama ini, wisatawan atau pelaku usaha kerap menghadapi biaya tambahan saat melakukan transaksi lintas negara, baik melalui penukaran uang tunai maupun penggunaan kartu pembayaran internasional.

Dengan QRIS yang terhubung langsung ke sistem pembayaran Korea Selatan, pengguna dari Indonesia cukup memindai kode QR di merchant setempat menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah mendukung QRIS. Nominal transaksi akan langsung dikonversi secara otomatis dengan biaya yang lebih efisien dan transparan.

Dampak ke Sektor Riil

Manfaat kerja sama ini tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi sektor riil di kedua negara. BI dan BoK menilai bahwa sistem pembayaran yang lebih mudah dan murah akan mendukung peningkatan perdagangan, pariwisata, serta konsumsi masyarakat.

Wisatawan Indonesia di Korea Selatan akan lebih nyaman berbelanja dan bertransaksi, sementara pelaku usaha Korea Selatan juga berpeluang menjangkau konsumen Indonesia dengan sistem pembayaran yang sudah familiar. Hal serupa juga berlaku bagi wisatawan Korea Selatan yang berkunjung ke Indonesia.

Baca juga: Awas Penipuan QRIS Berkedok Refund Paket, Uang Bukannya Kembali Malah Melayang

Peluang Perluasan Layanan

Tak berhenti sampai di situ, kedua bank sentral juga sepakat untuk terus melanjutkan pembahasan kerja sama ke tahap yang lebih luas. BI dan BoK membuka peluang pengembangan fitur pembayaran berbasis QR agar dapat terintegrasi dengan ekosistem pembayaran yang lebih besar, termasuk sektor transportasi, ritel, hingga layanan publik.

Dengan dimulainya penggunaan QRIS di Korea Selatan pada April 2026, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif mendorong interoperabilitas sistem pembayaran digital di kawasan. Ke depan, bukan tidak mungkin QRIS akan semakin luas digunakan di berbagai negara lain, memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem pembayaran global.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(ir/sa)

Share :