Waspada, Ada 7 Varian Mutasi Corona Baru yang Ditemukan

Fabian Pratama Kusumah . March 05, 2021

Foto: Kompas

Teknologi.id - Ilmuwan mengidentifikasi ada 16 kasus varian baru virus Corona di Inggris. Delapan varian di antaranya saat ini masuk dalam daftar varian yang diwaspadai, termasuk Corona B117.

Public Health England (PHE) menetapkan delapan varian ini sebagai Variant Under Investigation (VUI), yang berarti sedang dalam daftar pantauan mereka.

Varian ini disebut memiliki mutasi yang sama dengan varian yang muncul di Afrika Selatan dan Brasil.

Dikutip Detik dari BBC hari Jumat 05 Maret 2021, para ahli meyakini perubahan tersebut dapat membantu virus menghindari kekebalan dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Baca juga: Cara Daftar Vaksinasi Drive Thru Melalui Aplikasi Halodoc

Sistem pengawasan varian Inggris pertama kali menemukan kasus-kasus tersebut pada 15 Februari.

Terdapat 16 orang yang sudah dites dan hasilnya positif dan orang yang melakukan kontak dengan mereka, telah dilacak dan disarankan untuk diisolasi.

PHE mengatakan, kasus tersebut secara geografis tersebar di seluruh Inggris. Berikut ini daftar 8 varian mutasi yang sedang dalam pantauan Inggris

Foto: Detik

Disebutkan dalam keterangan di daftar tersebut, sejauh ini belum ada nama resmi yang disepakati secara internasional untuk penamaan varian tersebut.

Pihak berwenang juga berusaha melacak seseorang di Inggris yang diketahui telah terinfeksi varian di Brasil.

Pencarian telah dipersempit menjadi 379 rumah tangga di wilayah tenggara Inggris. Semua orang di area tersebut diundang untuk mengikuti tes COVID-19, meski mereka tidak menunjukkan gejala.

Baca juga: Di Masa Depan Oksigen Akan Langka, Manusia Bisa Punah

Varian virus memang akan terus berubah. Semua virus bermutasi saat membuat salinan baru dari dirinya sendiri untuk menyebar dan berkembang.

Namun beberapa perubahan dapat mempengaruhi seberapa baik vaksin saat ini bekerja. Para ilmuwan saat ini sedang mencari cara untuk menyesuaikan vaksin virus Corona yang terus muncul varian baru ini.

Vaksin-vaksin yang dibuat diharapkan mampu menawarkan perlindungan yang tinggi terhadap penyakit saat virus bermutasi.

Regulator obat Inggris MHRA mengatakan, vaksin baru kini dapat dilacak dengan cepat melalui sistem persetujuan tanpa studi klinis yang panjang.

(fpk)

Share :