Resmi! TikTok Bentuk TikTok USDS Agar Tak Diblokir di Amerika Serikat

Irmanon Riandina . January 23, 2026


Foto : Getty Images 

Teknologi.id - TikTok resmi memasuki babak baru dalam operasionalnya di Amerika Serikat. Platform video pendek itu mengumumkan pembentukan perusahaan patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, yang akan menjadi entitas pengendali bisnis TikTok di negeri Paman Sam. Langkah strategis ini diambil oleh TikTok untuk mempertahankan operasionalnya di Amerika Serikat.

TikTok Bentuk Entitas Baru di Amerika Serikat

Pengumuman pembentukan entitas baru tersebut disampaikan melalui blog resmi TikTok. Perusahaan menyatakan bahwa kehadiran TikTok USDS bertujuan memastikan layanan TikTok tetap dapat digunakan oleh sekitar 200 juta pengguna dan lebih dari 7,5 juta pelaku bisnis di Amerika Serikat.

Dengan struktur baru ini, TikTok berharap dapat memenuhi tuntutan regulasi sekaligus menjaga keberlanjutan operasionalnya di pasar terbesar salah satu media sosial tersebut. Dalam struktur manajemen TikTok USDS, CEO global TikTok, Shou Chew, akan menempati salah satu kursi di dewan direksi sebagai perwakilan ByteDance. Chew sendiri merupakan warga negara Singapura. Namun, mayoritas kursi dewan direksi akan diisi oleh warga negara Amerika Serikat, mencerminkan dominasi AS dalam pengelolaan entitas baru tersebut.

Baca juga: FYP Isinya Dracin & Gosip? Ini Cara Reset Algoritma TikTok Agar Jadi Baru Lagi

Mayoritas Kendali Berada di Tangan AS

Foto : Getty Images

TikTok menegaskan bahwa perusahaan patungan ini akan dimiliki mayoritas oleh pihak Amerika dan beroperasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah AS. Fokus utamanya mencakup perlindungan keamanan nasional, pengamanan data pengguna, keamanan algoritma, moderasi konten, serta kepastian perangkat lunak yang digunakan oleh pengguna di Amerika Serikat. Pernyataan ini menjadi respons langsung atas kekhawatiran pemerintah AS terkait potensi pengaruh asing dalam operasional TikTok.

"Perusahaan patungan yang mayoritasnya dimiliki oleh AS akan beroperasi sesuai ketentuan untuk melindungi keamanan nasional lewat pelindungan data yang komprehensif, keamanan algoritma, moderasi konten, dan kepastian software untuk pengguna di AS," ujar pihak TikTok.

Untuk memimpin entitas baru tersebut, TikTok menunjuk Adam Presser sebagai CEO TikTok USDS. Presser bukan sosok baru di perusahaan ini, karena telah bergabung dengan TikTok sejak 2022 dan memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai aspek kebijakan serta operasional platform. Penunjukan Presser dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan kesinambungan bisnis sekaligus kepatuhan terhadap regulasi lokal.

Baca juga: Instagram Reels Jadi Mesin Uang Baru, Sumbang 50% Iklan dan Geser Dominasi TikTok

Selain Shou Chew dan Adam Presser, jajaran direktur TikTok USDS diisi oleh sejumlah tokoh dari perusahaan investasi dan teknologi besar. Mereka antara lain Timothy Dattels dari TPG Global, Mark Dooley dari Susquehanna International Group, Egon Durban dari Silver Lake, Raul Fernandez dari DXC Technology, Kenneth Glueck dari Oracle, serta David Scott dari MGX. Kehadiran para eksekutif ini mempertegas dominasi investor dan pemangku kepentingan asal Amerika Serikat dalam struktur kepemimpinan TikTok USDS.

Meski demikian, ByteDance sebagai induk perusahaan TikTok yang berbasis di China tidak sepenuhnya angkat kaki. Perusahaan tersebut masih memiliki 19,9 persen saham di TikTok USDS. Porsi kepemilikan ini berada di bawah ambang batas mayoritas, sehingga ByteDance tidak lagi memegang kendali utama atas operasional TikTok di Amerika Serikat.

Tekanan Regulasi Jadi Latar Belakang Perubahan

Pembentukan entitas independen di AS ini tidak terlepas dari tekanan regulasi yang semakin ketat. Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mengesahkan undang-undang keamanan nasional yang mewajibkan entitas asal China untuk melepaskan kendali atas operasional TikTok di AS kepada perusahaan berbasis Amerika. Aturan tersebut disertai ancaman tegas yaitu jika ketentuan tidak dipenuhi, TikTok berpotensi diblokir sepenuhnya di wilayah Amerika Serikat.

Dengan lahirnya TikTok USDS, perusahaan berupaya menjawab tuntutan tersebut sekaligus meredam kekhawatiran soal keamanan data dan pengaruh asing. Langkah ini juga menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik dan regulasi dapat membentuk arah bisnis perusahaan teknologi global.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(ir/sa)

Share :