Ini Potensi IHSG Terendah Akibat Perang Rusia-Ukraina

Fabian Pratama Kusumah . February 25, 2022

Foto: Provinsi Kalimantan Selatan

Teknologi.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (25/2), akibat dari serangan militer Rusia terhadap Ukraina.

Seiring eskalasi konflik Rusia-Ukraina, mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan harga.

Sebanyak 492 emiten mencatatkan penurunan harga saham dan hanya 109 emiten yang mencatatkan kenaikan harga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok lebih dari 1,7% ke level 6.782,36. Data perdagangan menunjukkan, transaksi mencapai Rp 11,53 triliun dengan volume 19,95 miliar saham.

Analis Kanaka Hita Solvera, William Wibowo berpendapat, meningkatnya tensi geopolitik di Ukraina akan memberikan tekanan bagi IHSG.

Menurutnya, IHSG masih berpeluang terkoreksi tajam setelah mengalami penguatan yang signifikan.

Menurut William, saat ini IHSG sudah berada di wave [v] dari wave 5. Pagi ini, IHSG relative terbatas ke 6880-6900, setelah itu, IHSG akan kembali naik lagi untuk selesaikan wave [v] dari wave 5.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Perang Rusia-Ukraina Terhadap Indonesia

"Setelah wave 5 ini selesai, IHSG harusnya rawan untuk turun lagi dengan target minimal di 6650-6700," ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia.

Tidak hanya IHSG, rupiah juga mengalami fluktuasi nilai akibat ketidakpastian dan spekulasi pasar dampak dari Rusia ke Ukraina.

Pada hari Kamis kemarin (24/2), rupiah melemah 0,37 persen menjadi Rp14.391 per dolar AS. Namun, rupiah menguat tipis 8 poin ke Rp14.383 pada pagi ini.

(fpk)

Share :