Ganjar, Anies, atau Prabowo? Ini Prediksi ChatGPT & Bard Google Pemenang Pemilu 2024

Teknologi.id . October 23, 2023
Foto: iStock


Teknologi.id - Pemilihan Presiden 2024 di Indonesia telah menjadi topik pembicaraan hangat. Banyak yang ingin tahu siapa yang mungkin akan memenangkan pemilu ini, dan beberapa chatbot kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencoba memberikan prediksi berdasarkan data yang ada. Namun, penting untuk diingat bahwa hasil dari chatbot ini belum tentu akurat, karena situasi politik selalu berubah.

Ini Prediksi ChatGPT & Bard Google Pemenang Pemilu 2024

1. ChatGPT dari OpenAI

ChatGPT milik Microsoft adalah salah satu chatbot yang ditanyakan tentang pemenang pemilu 2024. Namun, alih-alih memberikan jawaban pasti, ChatGPT menyarankan pengguna untuk mencari informasi terbaru dari sumber berita terpercaya. Ia mengingatkan kita bahwa hasil pemilu akan ditentukan oleh pemilih dan proses demokrasi. Oleh karena itu, untuk informasi yang paling akurat, disarankan untuk mengikuti berita politik terkini di Indonesia.

2. Bard dari Google

Bard, chatbot dari Google, memberikan beberapa pilihan jawaban terkait pemenang pemilu 2024. Salah satu jawaban yang muncul adalah bahwa survei (tanpa sumber yang disebutkan) menunjukkan Prabowo Subianto sebagai kandidat terdepan. Namun, Bard juga mengingatkan bahwa pemilu masih setahun lagi, dan banyak hal dapat berubah selama periode tersebut. Oleh karena itu, hasil survei saat ini hanya mencerminkan situasi saat ini.

3. Bing Chat dari Microsoft

Bing Chat, chatbot lain milik Microsoft, memberikan jawaban berdasarkan hasil survei yang diluncurkan oleh Indikator Politik. Menurut Bing Chat, dalam survei tersebut, Ganjar Pranowo meraih 35,2% suara dari 1.811 responden, diikuti oleh Prabowo Subianto. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil survei dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Mengenal Pemilu.AI, Konsultan Pribadi AI bagi Caleg untuk Pemilu Tahun 2024

4. Deep AI

Deep AI Platform, sebuah chatbot AI dari Amerika, memberikan jawaban yang serupa dengan ChatGPT. Ia mengakui bahwa tidak dapat memprediksi masa depan atau hasil pemilu yang akan datang, karena ia hanya sebuah model bahasa AI tanpa akses ke berita atau informasi terkini.

Peran Chatbot AI dalam Pemilu AS

Di Amerika Serikat, ada pembatasan peran chatbot AI dalam pemilu, termasuk pemilihan presiden AS. Startup kecerdasan buatan, Inflection AI, telah mengumumkan bahwa chatbot perusahaannya tidak diizinkan untuk mengadvokasi kandidat politik apa pun. Hal ini merupakan tindakan yang diambil untuk menjaga demokrasi dan mencegah penyebaran informasi yang salah.

Kesimpulan

Prediksi dari chatbot AI adalah pandangan berdasarkan data yang ada saat ini, namun situasi politik selalu berubah. Oleh karena itu, meskipun hasil survei atau saran dari chatbot mungkin memberikan gambaran, keputusan akhir tetap ada di tangan pemilih dan proses demokrasi. Untuk informasi terkini tentang pemilu, disarankan untuk mengikuti sumber berita terpercaya dan terus memantau perkembangan politik di Indonesia.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Share :