Rusia Bikin Aplikasi Pelacak Tentara Ukraina Guna Meminimalkan Korban Sipil

Teknologi.id . January 30, 2023

Foto: Reuters

Teknologi.id - Militer Rusia dikabarkan tengah mengembangkan aplikasi smartphone yang dapat melacak pergerakan tentara Ukraina guna meminimalisir rakyat sipil dan anak-anak menjadi korban. 

Aplikasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari teknologi yang pertama kali digunakan lebih dari seabad yang lalu di Perang Dunia 1.

Foto: Forbes

Menurut Forbes, aplikasi bekerja dengan membawa konsep yang diciptakan oleh William Lawrence Bragg, ilmuwan pemenang Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1915 silam.

Di mana Bragg menggunakan mikrofon untuk mengidentifikasi musuh. Lebih lanjut, konsep pelacakan Bragg adalah dengan menggunakan mikrofon jarak jauh untuk secara otomatis merekam tembakan jarak jauh melalui galvanometer, dengan pena meninggalkan jejak pada gulungan kertas yang tidak tergulung mirip dengan seismograf.

Baca juga: Ilmuwan Rusia Bawa Kabar Baik soal Virus Zombie

Mikrofon Bragg terbuat dari kotak amunisi tua dan dibungkus kain untuk menghilangkan suara frekuensi tinggi seperti angin. Meski terlihat sederhana dan jauh dari peralatan digital canggih, alat ini nyatanya bisa menemukan posisi penembak dalam jarak 10 meter.

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa Rusia telah menyiapkan lebih dari USD12 juta atau Rp180 miliar untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Pendekatan menggunakan 4 smartphone dengan aplikasi khusus yang terletak 4-6 km ke belakang dari garis depan. Nantinya data yang didapat dari mikrofon smartphone dikirim ke komputer tablet pusat dengan aplikasi lain untuk menghitung posisi tembakan. Menjadikan fitur mikrofon di smartphone jauh lebih berguna dari yang dikira sebelumnya.

Masih tetap butuh drone pengintai

Walaupun terlihat canggih, sistem pelacakan Rusia ini tidak sepenuhnya dapat diandalkan. Para pengembang mengatakan bahwa aplikasi itu mungkin saja mengalami kesalahan yang tidak terduga, seperti hasil dari kondisi atmosfer, atau pantulan suara dari fitur medan, dianggap bisa mempengaruhi tingkat akurasi.

Oleh karena itu, disamping menggunakan aplikasi tersebut tetap saja masih dibutuhkan drone untuk mengintai area dan mengonfirmasi sebelum serangan diluncurkan.

(dwk)

Share :