
Foto: Google Blog
Teknologi.id – Google secara resmi merilis perangkat ChromeOS Flex USB Kit, sebuah flashdisk seharga 3 dollar AS atau sekitar Rp51.328 yang dirancang untuk mengaktifkan kembali fungsi laptop atau komputer lawas. Perangkat ini hadir sebagai solusi praktis bagi pengguna yang ingin mengubah PC Windows atau MacBook lama menjadi perangkat yang kembali layak digunakan melalui sistem operasi (OS) berbasis cloud.
Memberikan 'Kehidupan Kedua' bagi Perangkat Lawas
Kehadiran ChromeOS Flex USB Kit ini bertujuan untuk mempermudah pemasangan sistem operasi ChromeOS Flex pada perangkat yang sudah berumur, khususnya PC dan Mac keluaran tahun 2010 ke bawah. Dengan sistem operasi yang lebih ringan, perangkat lama yang sebelumnya melambat kini dapat berfungsi kembali untuk kebutuhan komputasi harian.
Dalam memasarkan produk ini, Google bekerja sama dengan Back Market, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat elektronik rekondisi. "Mulai hari ini, ChromeOS Flex USB-Kit tersedia di situs Back Market untuk membantu Anda menginstal sistem operasi kami yang cepat, aman, dan gratis," tulis Google dalam blog resminya.
Proses Instalasi yang Lebih Sederhana

Foto: Google Blog
Sebelumnya, pemasangan ChromeOS Flex mengharuskan pengguna melalui langkah-langkah teknis melalui situs resmi Google. Dengan hadirnya USB kit ini, proses tersebut menjadi lebih singkat karena pengguna hanya perlu memasang flashdisk ke laptop untuk memulai instalasi. Selain unit fisik, Google juga menyertakan panduan instalasi lengkap serta video tutorial untuk membantu pengguna awam.
Meskipun mampu mengembalikan fungsi perangkat lama, Google memberikan catatan bahwa ChromeOS Flex dirancang untuk aktivitas ringan seperti penjelajahan web, pengolah dokumen, dan layanan berbasis cloud. Perangkat yang telah dipasang OS ini tidak disarankan untuk kebutuhan berat seperti penyuntingan video (video editing) atau bermain gim (gaming).
Baca juga: Google & Meta Dicecar 29 Pertanyaan oleh Komdigi, Ini yang Disorot
Perbedaan Fitur dengan ChromeOS Standar
Perlu diperhatikan bahwa ChromeOS Flex memiliki sejumlah perbedaan signifikan dibandingkan ChromeOS yang terpasang pada Chromebook resmi. ChromeOS Flex tidak mendukung aplikasi Android dari Google Play Store dan memiliki dukungan Linux yang terbatas. Selain itu, OS ini tidak dilengkapi dengan optimasi perangkat keras khusus karena bersifat lebih universal untuk berbagai platform (Windows dan Mac).
Langkah Google ini dinilai sebagai upaya untuk mengurangi limbah elektronik dengan memperpanjang masa pakai perangkat lama. Dengan biaya yang sangat terjangkau, pengguna kini memiliki alternatif untuk memanfaatkan kembali laptop jadul mereka daripada membuangnya.
Baca juga: Gemma 4 Resmi Rilis! AI Open Source Google Dukung 140 Bahasa, Termasuk Indonesia
Isu Pengembangan Sistem Operasi 'Aluminum OS'
Bersamaan dengan peluncuran flashdisk ini, muncul kabar bahwa Google tengah mengembangkan sistem operasi baru bernama Aluminum OS. Sistem ini disebut-sebut akan menggabungkan elemen terbaik dari ChromeOS dan Android.
Meskipun Sameer Samat, Kepala Ekosistem Android Google, telah mengonfirmasi adanya rencana penggabungan kedua ekosistem tersebut, hingga saat ini pihak Google belum memberikan pengumuman resmi terkait detail maupun tanggal peluncuran Aluminum OS.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)