
Foto : Slash Gear
Teknologi.id - Kasus pencurian ponsel masih menjadi ancaman serius di era digital. Bukan hanya perangkat yang hilang, tetapi juga risiko lanjutan seperti pembobolan akun, penipuan keuangan, hingga penyalahgunaan data pribadi. Menyadari hal tersebut, Google kembali memperkuat sistem keamanan Android melalui pembaruan terbaru.
Melalui update ini, sistem operasi Android menghadirkan peningkatan besar pada fitur anti-maling. Tim keamanan Android menyebut pembaruan tersebut dirancang sebagai pertahanan berlapis mulai dari mencegah akses ilegal, membatasi kerusakan setelah perangkat dicuri, hingga membantu proses pemulihan.
Tim keamanan dari Andorid sendiri menyampaikan bahwa pencurian ponsel bisa lebih dari sekadar kehilangan perangkat. Ini adalah bentuk penipuan keuangan yang dapat membuat pengguna tiba-tiba rentan terhadap pencurian data pribadi dan keuangan. Melihat ancaman tersebut pihaknya memberikan solusi dengan memperkuat fitur keamanan pada HP Android.
Baca juga: Capek dengan Iklan di Android? Ini Cara Blokir Paling Efektif di 2026
Fitur Anti-maling Android
Berikut empat fitur anti-maling Android yang kini dibuat semakin canggih.
1. Failed Authentication Lock Kini Lebih Fleksibel

Foto : Android
Failed Authentication Lock pertama kali diperkenalkan melalui Android 15. Fitur ini berfungsi mengunci perangkat secara otomatis ketika sistem mendeteksi percobaan membuka kunci yang gagal berkali-kali, baik menggunakan PIN, pola, maupun kata sandi. Pada pembaruan terbaru, Android memberikan kontrol yang lebih leluasa kepada pengguna. Kini tersedia tombol khusus untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut.
Dengan begitu, pengguna dapat menyesuaikan pengamanan sesuai kebutuhan, tanpa harus bergantung pada pengaturan sistem yang sepenuhnya otomatis. Peningkatan ini dinilai penting karena tidak semua pengguna memiliki kebiasaan penggunaan yang sama. Ada yang menginginkan keamanan maksimal, namun ada pula yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi dalam aktivitas harian.
2. Identity Check Diperluas ke Lebih Banyak Aplikasi
Foto : Google
Fitur Identity Check juga mendapat peningkatan signifikan. Sebelumnya, fitur ini diperkenalkan pada awal 2025. Fungsinya adalah untuk meminta autentikasi biometrik saat pengguna melakukan tindakan sensitif, terutama ketika perangkat berada di lokasi yang tidak biasa.
Kini, cakupan Identity Check diperluas ke seluruh aplikasi dan layanan yang menggunakan Android Biometric Prompt. Artinya, bukan hanya pengaturan sistem yang dilindungi, tetapi juga aplikasi pihak ketiga seperti layanan perbankan digital, pengelola kata sandi Google Password Manager, hingga aplikasi penting lainnya. Dengan perluasan ini, pencuri akan semakin sulit mengakses data krusial meskipun berhasil membuka layar perangkat.
3. Lockout Time Dibuat Lebih Cerdas
Android juga menyempurnakan sistem lockout time, yaitu jeda waktu ketika perangkat dikunci setelah terlalu banyak percobaan login gagal. Tujuannya jelaa yaitu mempersulit pencuri menebak PIN, pola, atau password pengguna. Namun menariknya, sistem baru dibuat lebih “cerdas”.
Jika pengguna memasukkan PIN atau pola yang sama tetapi salah berulang kali, Android tidak akan menghitung kesalahan tersebut sebagai percobaan baru. Dengan kata lain, pengguna asli tidak akan langsung terkena lockout time yang semakin lama hanya karena keliru mengingat kode. Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan, tanpa mengorbankan salah satunya.
Baca juga: Waspada! 1,3 Miliar HP Android Terancam Peretasan Massal Akibat Sistem Operasi Lawas
4. Pengamanan Jarak Jauh Kini Lebih Ketat
Foto : Google
Android juga memperbarui fitur penguncian ponsel dari jarak jauh yang bisa diakses melalui situs resmi android.com/lock. Fitur ini dirancang agar pengguna tetap dapat mengamankan perangkat meski tidak lagi berada di tangan mereka. Dalam versi terbaru, sistem tersebut dibekali lapisan verifikasi tambahan berupa pertanyaan keamanan opsional.
Langkah ini diterapkan untuk mencegah pihak lain menyalahgunakan akses pemblokiran perangkat, sehingga hanya pemilik sah yang benar-benar dapat mengendalikan ponsel dari luar.
Selain itu, Google turut menyempurnakan mekanisme pemulihan perangkat. Fitur pemulihan ini kini bisa digunakan pada ponsel dengan Android 10 ke atas, memberikan peluang lebih besar bagi pengguna untuk melindungi akun dan data penting setelah kejadian kehilangan.
Dengan sederet peningkatan tersebut, Android menunjukkan keseriusannya dalam melindungi pengguna dari ancaman pencurian yang semakin kompleks. Bukan hanya mengamankan perangkat, pembaruan ini juga berfokus menjaga data pribadi dan akses keuangan agar tidak mudah disalahgunakan. Ke depan, sistem keamanan ponsel tak lagi sekadar pelindung tambahan, melainkan menjadi benteng utama di tengah aktivitas digital yang kian padat.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)