Kisah AI.com: Dibeli Saat Usia 10 Tahun, Kini Jadi Aset Digital Termahal di Dunia

Yasmin Najla Alfarisi . February 11, 2026

Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Teknologi.id -  Dunia teknologi internasional tengah digemparkan oleh transaksi nama domain yang memecahkan rekor global. Arsyan Ismail, seorang pengusaha teknologi asal Malaysia, secara mengejutkan berhasil menjual nama domain premium ai.com dengan nilai fantastis mencapai US$70 juta atau setara dengan Rp1,17 triliun.

Pembelinya adalah Kris Marszalek, CEO dari platform marketplace aset kripto ternama, Crypto.com. Transaksi ini resmi dinobatkan sebagai penjualan domain termahal yang pernah diungkap secara transparan ke publik, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh domain CarInsurance.com sebesar US$49,7 juta (sekitar Rp 833 miliar) pada tahun 2010 silam.

Baca juga: Bos Crypto.com Beli AI.com Rp1,17 Triliun, Jadi Domain Termahal Dunia

Modal "Nekat" Kartu Kredit Ibu

Di balik angka triliunan rupiah tersebut, tersimpan kisah unik yang bermula lebih dari tiga dekade lalu. Arsyan Ismail mengungkapkan bahwa ia pertama kali meregistrasikan domain ai.com pada 4 Mei 1993. Saat itu, usianya baru menginjak 10 tahun dan istilah Artificial Intelligence (AI) sama sekali belum menjadi tren global seperti saat ini.

Arsyan mengakui bahwa kepemilikan aset berharga itu bermula dari aksi "kenakalan" masa kecilnya. Ia membeli domain tersebut seharga US$100 (sekitar Rp200.000-an dengan kurs kala itu) menggunakan kartu kredit ibunya secara diam-diam.

"Ibu saya marah besar waktu itu karena saya membebani tagihan kartunya. Dia bilang, 'Apa-apaan ini? Apa yang kamu lakukan di internet?'" kenang Arsyan.

Lucunya, alasan Arsyan membeli domain dua huruf tersebut sangat sederhana: inisial namanya adalah "A.I." (Arsyan Ismail). Berdasarkan dokumen resmi, alamat pendaftar domain tersebut memang tercatat di Kuala Lumpur, Malaysia, yang membuktikan bahwa Arsyan telah memegang aset digital "emas" ini sejak era awal internet berkembang.

Misteri Rebutan Raksasa Teknologi

Sebelum resmi berpindah tangan ke bos Crypto.com, domain ai.com sempat menjadi pusat perhatian dan misteri di kalangan pemerhati teknologi. Pada awal 2023, publik menyadari bahwa mengetik alamat ai.com di peramban akan langsung diarahkan (redirect) ke situs ChatGPT milik OpenAI. Namun, tak lama berselang, tautan tersebut berubah haluan menuju x.ai, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk.

Pergerakan tersebut rupanya merupakan bagian dari negosiasi alot dan strategi sewa di belakang layar. Arsyan tidak langsung melepas asetnya begitu saja hingga akhirnya kesepakatan permanen tercapai dengan Kris Marszalek pada April 2025. Proses transaksi ini difasilitasi oleh broker domain Larry Fischer, di mana pembayaran dilakukan sepenuhnya menggunakan mata uang kripto yang menandakan pencapaian besar dalam sejarah transaksi aset digital dunia.

Baca juga: Elon Musk Ambil Alih Domain AI.com yang Sebelumnya Dipakai OpenAI

Strategi Branding di Panggung Super Bowl

Kris Marszalek tidak membuang waktu untuk memamerkan akuisisi barunya. Wajah baru ai.com diperkenalkan secara resmi melalui iklan komersial di ajang Super Bowl LX, Minggu (8/2/2026). Marszalek menegaskan bahwa kepemilikan domain kategori utama seperti ai.com sangat krusial untuk membangun kepercayaan merek di tengah persaingan industri teknologi yang sangat ketat.

"Kami memiliki kebutuhan strategis untuk memiliki touchpoint ini. Tanpanya, sebuah merek berisiko menjadi sekadar komoditi biasa (dan tidak menonjol)," tegas Marszalek.

Ia mengaku telah menerima banyak tawaran besar dari pihak lain untuk membeli kembali domain tersebut, namun ia memilih mempertahankannya sebagai investasi jangka panjang.

Baca juga: Meta Akuisisi Manus Rp33 T! Teknologi AI Agent Kini Masuk ke Seluruh Produk Meta

Transformasi Menjadi "AI Agent" Personal

Foto: Tangkapan layar situs web ai.com

Lantas, akan digunakan untuk apa domain seharga triliunan rupiah tersebut? Marszalek menjelaskan bahwa ai.com akan diluncurkan sebagai entitas baru yang menawarkan layanan "AI Agent" personal. Layanan ini dirancang untuk membantu pengguna melakukan berbagai tugas kompleks secara otonom, mulai dari mengelola berbagai aplikasi digital, mengirim pesan, hingga melakukan perdagangan saham secara otomatis.

Berbeda dengan asisten AI yang sudah ada, platform ai.com diklaim akan hadir dengan antarmuka yang jauh lebih sederhana guna menyasar pengguna non-teknis. Masalah privasi juga menjadi sorotan utama, di mana Crypto.com menjamin bahwa data pengguna akan dienkripsi dengan kunci individual untuk memastikan keamanan maksimal.

Penjualan fenomenal ini tidak hanya mengangkat nama Malaysia di panggung teknologi dunia, tetapi juga menegaskan bahwa di era kecerdasan buatan, nama domain pendek bukan lagi sekadar alamat digital, melainkan aset strategis yang nilainya kini mampu melampaui harga real estate fisik di lokasi premium sekalipun.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar