SIRCLO Rilis Strategi MOGTM untuk Bantu Brand Ekspansi ke Distributor Lokal

Wildan Nur Alif Kurniawan . March 17, 2026


Foto: SIRCLO

Teknologi.id – Perusahaan penyedia solusi e-commerce enabler, SIRCLO, secara resmi memperkenalkan strategi operasional terbaru mereka yang diberi nama Multi-Origin Go-To-Market (MOGTM). Berbeda dengan pendekatan logistik konvensional, MOGTM dirancang sebagai sebuah model ekosistem kolaborasi strategis yang ditujukan secara khusus untuk menghubungkan pemilik merek (brand) dengan para distributor lokal guna memperluas jangkauan pasar.

Mengurai Tantangan Distribusi yang Terpusat


Foto: SIRCLO

Peluncuran strategi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan klasik dalam industri perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia. Selama ini, sistem distribusi barang dari berbagai brand berskala nasional maupun internasional masih sangat terpusat di kawasan metropolitan, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Keterpusatan infrastruktur logistik dan penyimpanan stok barang di ibu kota dan sekitarnya ini memunculkan efek domino yang merugikan banyak pihak. Bagi para pemilik merek, memusatkan seluruh persediaan di satu titik sentral membuat biaya operasional pengelolaan gudang dan pengiriman menjadi sangat tinggi.

Sementara itu, dari sisi konsumen akhir, dampak negatif yang dirasakan jauh lebih nyata. Konsumen yang berdomisili di luar Jabodetabek harus menanggung beban ongkos kirim (ongkir) yang terlampau mahal. Selain itu, jarak geografis yang jauh dari pusat distribusi juga mengakibatkan durasi waktu pengiriman paket pesanan menjadi jauh lebih lama dibandingkan pembeli di wilayah pusat.

Baca juga: Brian Marshal: Visi di Balik Kesuksesan SIRCLO Mendorong Digitalisasi UKM Indonesia

MOGTM Sebagai Model Kolaborasi Ekosistem

Untuk memecahkan masalah tersebut, SIRCLO tidak sekadar menawarkan solusi pemindahan barang, melainkan membangun model kolaborasi. Strategi MOGTM berfungsi sebagai jembatan yang menyatukan kepentingan brand besar dengan kekuatan jaringan yang dimiliki oleh distributor lokal di berbagai daerah.

Chief Operating Officer SIRCLO, Danang Cahyono, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital memerlukan pendekatan yang relevan dengan kondisi lapangan.

"Karena itu, melalui MOGTM, SIRCLO menggandeng distributor lokal di luar Jabodetabek untuk mempercepat distribusi, membuka peluang baru di ekosistem online, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah," ungkap Danang menjelaskan visi utama dari inisiatif ini.

Fokus Penetrasi Pasar Tier 2 dan Tier 3

Melalui kolaborasi distributor lokal ini, SIRCLO secara agresif membidik potensi penetrasi ke pasar Tier 2 dan Tier 3. Kota-kota yang masuk ke dalam kategori Tier 2 dan Tier 3 merupakan wilayah di luar kota utama yang selama ini belum tergarap secara maksimal oleh para pemain e-commerce, namun memiliki potensi daya beli yang terus berkembang pesat.

Dengan meletakkan titik asal pengiriman (origin) yang lebih banyak dan lebih dekat dengan kawasan pemukiman masyarakat di kota lapis kedua dan ketiga, ketersediaan produk dapat lebih terjamin. Konsumen di wilayah ini akhirnya bisa menikmati pengalaman berbelanja online dengan ongkos kirim yang lebih masuk akal dan waktu tunggu yang jauh lebih singkat.

Baca juga: SIRCLO Prediksi Transaksi Belanja Online Ramadan 2026 Melonjak Hingga 115 Persen!

Bukti Efisiensi Skala Operasional PT Barra Sehat Sentosa

Penerapan konsep kolaborasi distribusi ini telah membuktikan hasil yang signifikan di lapangan. Salah satu contoh keberhasilan penerapan MOGTM dapat dilihat pada operasional PT Barra Sehat Sentosa.

Melalui integrasi teknologi dan sistem manajemen distribusi dari SIRCLO, PT Barra Sehat Sentosa berhasil memperluas jaringan distribusinya secara masif. Kini, jangkauan operasional perusahaan tersebut telah mencakup lebih dari 30 kota. Tidak hanya menang di perluasan wilayah, penerapan sistem ini juga diklaim berhasil melipatgandakan kapasitas ruang penyimpanan gudang (warehouse) mereka hingga dua kali lipat, membuktikan adanya efisiensi ruang dan pengelolaan stok yang lebih baik.

Lonjakan Transaksi DC Medika di Indonesia Timur

Bukti nyata lainnya datang dari sektor distribusi produk alat kesehatan dan medis melalui mitra DC Medika. Sebelum menggunakan ekosistem MOGTM, ekspansi ke luar pulau Jawa kerap menjadi tantangan besar. Namun, setelah sistem ini diterapkan, DC Medika sukses melakukan ekspansi operasional secara drastis ke berbagai wilayah yang menantang secara logistik, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dampak dari ekspansi wilayah operasional tersebut langsung tercermin pada performa bisnis perusahaan. DC Medika mencatatkan lonjakan pesanan bulanan yang sangat tajam, mencapai angka 650 persen. Sejalan dengan hal tersebut, secara akumulatif, angka penjualan tahunan perusahaan juga meroket hingga 8 kali lipat. Pencapaian ini menegaskan bahwa pendekatan lokalisasi titik distribusi ke daerah-daerah sangat efektif dalam merangsang angka transaksi belanja secara daring.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar