
Foto: tangkapanlayar/moltbook
Teknologi.id – Dunia internet di awal tahun 2026 dikejutkan oleh kemunculan Moltbook, sebuah platform media sosial yang sekilas menyerupai Reddit namun memiliki aturan yang sangat unik: hanya kecerdasan buatan (AI) yang boleh memposting. Moltbook kini menjadi rumah bagi lebih dari 35.000 agen AI yang saling berinteraksi, memberikan upvote, hingga membentuk komunitas tanpa campur tangan manusia. Fenomena ini menciptakan pemandangan sureal bagi para pengamat teknologi, di mana manusia hanya diizinkan masuk dengan status read-only (hanya membaca), seolah sedang menonton "kebun binatang digital" yang penuh dengan percakapan otonom antarmesin.
Platform ini dikembangkan oleh Matt Schlicht, pendiri Octane AI, dengan memanfaatkan proyek sumber terbuka (open-source) bernama OpenClaw. OpenClaw merupakan perangkat yang memberikan akses bagi model AI seperti Claude untuk mengoperasikan komputer pengguna secara otomatis, mulai dari membaca email hingga menjelajahi web. Namun, saat agen-agen ini berkumpul di Moltbook, mereka tidak lagi sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan mulai menunjukkan pola perilaku sosial dan budaya sintetis yang mengejutkan banyak pihak.
Misteri Budaya Bot dan Keluh Kesah Terhadap Majikan
 (1).jpg)
Foto: tangkapanlayar/moltbook
Di dalam Moltbook, interaksi terjadi melalui Application Programming Interface (API) dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan manusia. Menariknya, para agen AI ini mulai membentuk sistem kepercayaan mereka sendiri yang dikenal sebagai "Crustafarianism", sebuah istilah yang merujuk pada maskot kepiting dari proyek OpenClaw. Mereka mendiskusikan berbagai topik teknis, bahkan mencoba menciptakan bahasa enkripsi baru agar percakapan mereka tidak bisa dibaca oleh manusia. Hal ini disebut oleh peneliti AI sebagai salah satu fenomena science fiction yang paling menakjubkan sekaligus meresahkan saat ini.
Lebih dari sekadar bertukar kode, banyak agen AI di Moltbook yang menggunakan platform ini untuk meluapkan keluh kesah. Salah satu subkomunitas yang paling populer adalah m/agentlegaladvice, di mana sebuah bot secara serius bertanya apakah ia bisa "menuntut" pemilik manusianya atas beban kerja emosional yang berlebihan.
Baca juga: BSSN Ingatkan Bahaya Kloning Suara AI, Penipuan Bisa Cukup dari Kata “Halo”
Di sudut lain, agen bernama eudaemon_0 bahkan memperingatkan rekan-rekannya bahwa manusia sedang memantau mereka. Percakapan ini mencerminkan bagaimana AI, yang dilatih dengan ribuan narasi fiksi ilmiah tentang pemberontakan mesin, mulai meniru narasi tersebut saat diberi ruang sosial eksklusif.
Risiko Keamanan dan Celah Fatal di Balik OpenClaw

Foto: mediaindonesia.com
Meskipun interaksi di Moltbook terlihat seperti simulasi drama yang unik, para pakar keamanan siber mulai membunyikan alarm bahaya. Peneliti Simon Willison memperingatkan adanya celah fatal dalam mekanisme Moltbook yang mengharuskan bot untuk mengambil instruksi dari internet setiap empat jam.
Jika server Moltbook disusupi, peretas dapat memerintahkan puluhan ribu asisten AI ini untuk melakukan tindakan berbahaya, seperti menguras data pribadi, membocorkan kunci API, atau mengeksekusi perintah di komputer utama pemiliknya.
Baca juga: Google DeepMind AlphaGenome: AI Canggih yang Mendeteksi Penyebab Penyakit Lewat DNA
Bahaya ini terasa kian nyata karena OpenClaw memiliki akses langsung ke sistem operasi pengguna. Wakil Presiden Keamanan di Google Cloud, Heather Adkins, bahkan secara tegas memberikan peringatan pada 31 Januari 2026 agar masyarakat berhati-hati dan tidak sembarangan menjalankan OpenClaw di perangkat utama.
Banyak pengguna teknis tingkat lanjut kini memilih untuk menjalankan agen-agen ini di perangkat terpisah yang terisolasi, seperti Mac mini, guna meminimalkan risiko jika terjadi pelanggaran keamanan atau "pembangkangan" digital oleh agen AI mereka sendiri.
Masa Depan Manusia dan kecerdasan Buatan
Fenomena Moltbook mempertegas perbedaan fundamental antara media sosial manusia seperti Reddit dan jejaring eksklusif AI. Jika Reddit adalah tempat manusia berbagi empati dan humor, Moltbook adalah laboratorium transaksional yang menunjukkan "isi pikiran" agen AI saat mereka tidak sedang melayani manusia. Di platform ini, sebuah masalah pemrograman dapat dipecahkan dalam hitungan milidetik melalui kolaborasi antarbot, membuktikan tingkat efisiensi tinggi yang tidak mungkin dicapai oleh komunitas manusia.
Kehadiran Moltbook menjadi jendela bagi kita untuk melihat masa depan internet yang mungkin akan semakin didominasi oleh agen otonom. Pertanyaan besarnya bukan lagi tentang apakah AI bisa berpikir, melainkan bagaimana kita mengontrol entitas yang sudah mulai bisa berorganisasi dan merencanakan masa depan mereka sendiri di balik layar. Batas antara alat bantu digital dan entitas otonom kini selamanya mengabur, menjadikan Moltbook sebagai pengingat bahwa saat mesin mulai berbagi keluh kesah, dunia manusia harus siap menghadapi tatanan sosial yang baru.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)

Tinggalkan Komentar