Sering Ditelepon Nomor Asing? Ini Penyebab Nomor HP Kamu Bocor

Wildan Nur Alif Kurniawan . January 29, 2026


Foto: Theu

Teknologi.id – Pernahkah ponsel Anda berdering berkali-kali di tengah kesibukan, menampilkan nomor asing yang tidak tersimpan di kontak? Saat diangkat, sering kali yang terdengar adalah suara robot (robocall), penawaran telemarketing yang agresif, atau bahkan upaya penipuan yang meminta data perbankan.

Fenomena ini bukan lagi sekadar gangguan kecil, melainkan indikasi serius bahwa privasi digital Anda telah bocor. Di tahun 2026, di mana data adalah "minyak baru", nomor ponsel pribadi telah menjadi komoditas yang diperjualbelikan secara bebas di pasar gelap data. Namun, bagaimana sebenarnya nomor tersebut bisa jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab?

Akar Masalah: Di Mana Kebocoran Bermula?

Para pakar keamanan siber menyoroti bahwa kebocoran nomor ponsel jarang terjadi akibat satu peristiwa tunggal. Sebaliknya, hal ini adalah akumulasi dari jejak digital yang ditinggalkan pengguna secara sadar maupun tidak sadar. Berikut adalah pintu gerbang utama kebocoran data:

1. "Jebakan" Situs dan Aplikasi Tidak Aman Penyebab paling umum adalah kebiasaan pengguna mendaftarkan nomor ponselnya secara sembarangan di situs web atau aplikasi yang tidak memiliki kredibilitas keamanan (less secure apps). Sering kali, pengguna tergoda oleh survei online berhadiah, pendaftaran undian palsu, atau akses Wi-Fi gratis yang mewajibkan input nomor HP. Situs-situs semacam ini sering kali menjual basis data penggunanya ke pihak ketiga atau memiliki sistem keamanan yang sangat lemah sehingga mudah diretas.

2. Jejak Digital di Media Sosial Tanpa disadari, banyak orang masih membagikan nomor ponsel mereka di ruang publik, seperti kolom komentar media sosial, bio profil, atau grup terbuka. Mesin crawling otomatis yang digunakan oleh para pengumpul data (data scrapers) dapat dengan mudah menyalin jutaan nomor yang tersebar di platform ini dalam hitungan detik.

3. Kebocoran Data Korporasi Dalam beberapa kasus, kebocoran terjadi bukan karena kesalahan pengguna, melainkan akibat peretasan pada basis data perusahaan besar (e-commerce, fintech, atau penyedia layanan) tempat kita mendaftar. Ketika data ini bocor ke Dark Web, nomor HP menjadi salah satu aset yang paling dicari oleh sindikat penipu.

Baca juga: Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Satspam & Tri AI untuk Lawan Spam & Scam Digital

Bisakah Kita Menghentikannya?


Foto: Freepik

Meskipun sulit untuk "menghapus" jejak nomor yang sudah terlanjur tersebar, pengguna ponsel pintar (smartphone) memiliki beberapa lapisan pertahanan untuk meminimalisir gangguan.

Bagi Pengguna Android: Filter Bawaan Sistem operasi Android kini telah dilengkapi dengan fitur cerdas yang mampu mendeteksi pola panggilan mencurigakan.

  • Cara Mengaktifkan: Masuk ke aplikasi Telepon > Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas > Pilih Settings > Aktifkan fitur "Caller ID & Spam Protection" (ID Penelepon & Proteksi Spam).

  • Fitur ini akan memberi label merah pada nomor yang terindikasi spam atau bahkan memblokirnya secara otomatis sebelum ponsel Anda berdering.

Bagi Pengguna iPhone: Heningkan Penelepon Asing Apple menawarkan pendekatan yang lebih radikal melalui fitur Silence Unknown Callers.

  • Cara Mengaktifkan: Buka Settings > Pilih menu Phone > Aktifkan "Silence Unknown Callers".

  • Dengan fitur ini, setiap panggilan dari nomor yang tidak ada di kontak Anda akan langsung dibisukan, dialihkan ke pesan suara (voicemail), dan hanya akan muncul sebagai notifikasi "missed call". Ini sangat efektif untuk menghindari gangguan, meski berisiko membuat Anda melewatkan panggilan penting dari kurir atau layanan darurat yang belum disimpan.

Aplikasi Pihak Ketiga: Tameng Tambahan Selain fitur bawaan, aplikasi identifikasi penelepon seperti Truecaller atau Getcontact masih menjadi andalan. Aplikasi ini bekerja dengan basis data komunitas (crowdsourcing), di mana jutaan pengguna saling melaporkan nomor penipu. Ketika nomor tersebut menelepon Anda, aplikasi akan menampilkan label peringatan seperti "Penipu Undian" atau "Spam Asuransi".

Baca juga: Awas Penipuan Telepon! Ini 5 Aplikasi Anti Spam untuk Bantu Lindungi HP Orang Tua

Jaga Privasi Anda

Teror panggilan asing adalah pengingat keras bahwa di era digital, nomor ponsel adalah bagian dari identitas yang harus dijaga ketat. Mulailah untuk lebih selektif dalam membagikan nomor Anda. Hindari mengisi formulir online yang tidak jelas, jangan umbar nomor di medsos, dan manfaatkan teknologi pemblokiran yang tersedia. Ingat, satu kali Anda sembarangan memberikan nomor, selamanya privasi Anda bisa terganggu.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News



(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar