
Foto: freepik
Teknologi.id - Kesadaran manusia selama berabad-abad menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia sains. Meski teknologi pemindaian otak terus berkembang, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana aktivitas fisik sel saraf dapat berubah menjadi pikiran, emosi, dan pengalaman subjektif yang kita rasakan setiap hari. Namun kini, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperkenalkan pendekatan baru yang berpotensi membuka tabir tersebut melalui teknologi ultrasound otak.
Alih-alih hanya mengamati aktivitas otak dari luar, tim peneliti MIT mengembangkan teknologi ultrasound canggih yang mampu memengaruhi kerja bagian otak tertentu secara langsung, tanpa perlu tindakan bedah. Teknologi ini membuka peluang baru untuk menyelidiki mekanisme kesadaran dengan cara yang sebelumnya dianggap mustahil dilakukan pada manusia sehat.
Teknologi yang tengah dikembangkan ini dikenal dengan nama transcranial focused ultrasound atau ultrasound terfokus transkranial. Berbeda dengan metode konvensional, teknologi ini bersifat non-invasif, artinya tidak memerlukan pembedahan atau penanaman alat ke dalam otak. Meski demikian, kemampuannya jauh melampaui alat pemantauan otak yang selama ini digunakan.
Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Bubble Bots, Robot Mikro yang Antar Obat Langsung ke Sel Kanker
Menjangkau Bagian Otak Terdalam Tanpa Operasi

Foto: freepik
Salah satu keunggulan utama ultrasound terfokus transkranial adalah kemampuannya menjangkau area otak bagian dalam yang selama ini sulit diakses. Dengan memanfaatkan gelombang akustik berfrekuensi tinggi, teknologi ini mampu menembus tengkorak dan memusatkan stimulasi ke titik yang sangat spesifik, bahkan hingga selebar beberapa milimeter saja.
Hal ini menjadi terobosan besar, karena selama ini metode seperti MRI dan EEG hanya berfungsi sebagai alat observasi. Kedua teknologi tersebut memungkinkan ilmuwan melihat aktivitas otak saat seseorang berpikir atau merasakan sesuatu, tetapi tidak bisa memanipulasi aktivitas tersebut secara langsung.
Sebaliknya, ultrasound terfokus bekerja secara aktif. Teknologi ini tidak hanya “melihat” apa yang terjadi di otak, tetapi juga mampu memicu aktivitas saraf tertentu secara terkontrol.
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews, para peneliti MIT menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan penelitian kesadaran bergeser dari sekadar korelasi menuju hubungan sebab-akibat.
Daniel Freeman, peneliti MIT sekaligus salah satu penulis makalah tersebut, menekankan pentingnya kemampuan ini. Menurutnya, akses aman ke bagian otak terdalam membuka peluang baru dalam memahami fungsi saraf manusia.
Freeman menjelaskan bahwa teknologi ultrasound ini membuka akses baru ke wilayah otak yang selama ini sulit disentuh dalam penelitian pada manusia sehat. Dengan pendekatan tersebut, para peneliti dapat mengeksplorasi peran jaringan saraf tertentu mulai dari yang mengatur persepsi rasa sakit dan visual, hingga mekanisme yang terlibat dalam proses berpikir tingkat tinggi.
Menguji Dua Teori Besar Kesadaran
Riset ini juga dirancang untuk menguji dua pendekatan besar dalam teori kesadaran.
- Pendekatan pertama adalah teori kognitivis, yang menyatakan bahwa kesadaran muncul dari proses mental tingkat tinggi di korteks frontal otak.
- Pendekatan kedua, yang dikenal sebagai non-kognitivis, berpendapat bahwa kesadaran justru berasal dari aktivitas lokal di bagian belakang korteks atau struktur subkortikal yang lebih dalam.
Dengan kemampuan menstimulasi area tertentu secara presisi, ultrasound terfokus memungkinkan ilmuwan membedakan proses saraf mana yang benar-benar esensial bagi kesadaran, dan mana yang hanya merupakan efek samping dari aktivitas otak lainnya.
Sementara itu, Matthias Michel, seorang filsuf MIT yang turut meneliti kesadaran, menilai teknologi ini sebagai solusi atas keterbatasan metode riset sebelumnya. “Sangat sedikit cara yang aman sekaligus efektif untuk memanipulasi aktivitas otak” ungkapnya.
Baca juga: Terobosan Medis: Ilmuwan AS Berhasil Ciptakan Embrio dari Sel Kulit Manusia
Dampak Medis dan Masa Depan
Riset Otak
Penelitian ini mendapat dukungan dari Departemen Angkatan Udara Amerika Serikat, menandakan besarnya potensi teknologi ini, tidak hanya dalam ranah teori, tetapi juga aplikasi praktis. Ke depan, ultrasound terfokus transkranial diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan terapi medis baru, khususnya untuk gangguan saraf dan mental.
Selain itu, teknologi ini juga membuka jalan bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang sebenarnya membuat manusia menjadi makhluk yang sadar.
Terobosan yang dikembangkan para ilmuwan MIT ini menandai langkah penting dalam upaya menjawab pertanyaan paling mendasar tentang manusia. Dengan kemampuan menstimulasi otak secara aman dan presisi, ultrasound terfokus transkranial berpotensi mengubah cara sains memandang kesadaran. Meski jawabannya belum sepenuhnya terungkap, satu hal jelas: misteri kesadaran manusia kini semakin dekat untuk dipahami.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)

Tinggalkan Komentar