Jamin Higienitas! Grab & OVO Gunakan AI untuk Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Wildan Nur Alif Kurniawan . February 12, 2026


Foto: CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti

Teknologi.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah untuk mengentaskan masalah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kini memasuki babak baru dalam hal tata kelola teknologi.

Dua raksasa teknologi digital di Indonesia, Grab dan OVO, secara resmi meluncurkan inisiatif strategis bertajuk "Karya Nusa", sebuah program percontohan (pilot project) yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam rantai pasok penyediaan makanan bagi siswa sekolah.

Ini adalah pembuktian konsep (proof of concept) bahwa teknologi dapat menutup celah kebocoran anggaran, menjamin standar kebersihan yang ketat, serta memastikan makanan sampai ke tangan penerima tepat waktu.

Mata Digital di Dapur UMKM: Menjamin Higienitas Tanpa Kompromi


Foto: VOI/Dinno

Salah satu tantangan terbesar dalam penyediaan makanan massal adalah konsistensi kebersihan dan standar gizi, terutama ketika melibatkan ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra dapur. Menjawab tantangan ini, Grab menerapkan sistem pengawasan berbasis Computer Vision.

Dalam pemaparannya di Jakarta, manajemen Grab Indonesia menjelaskan bahwa setiap dapur mitra UMKM yang tergabung dalam program ini dilengkapi dengan CCTV pintar yang terhubung ke Command Center terpusat. Sistem AI ini bekerja layaknya "mandor digital" yang tidak pernah tidur.

  1. Deteksi Pelanggaran Protokol Kesehatan: Algoritma AI telah dilatih untuk mengenali atribut keselamatan kerja. Kamera akan memindai aktivitas di dapur secara real-time. Jika sistem mendeteksi juru masak yang tidak mengenakan masker, lupa memakai sarung tangan, atau tidak menggunakan penutup kepala (hairnet), sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi peringatan (alert) kepada pengawas dapur. Hal ini meminimalkan risiko kontaminasi bakteri atau benda asing ke dalam makanan siswa.

  2. Verifikasi Proses Masak: Selain kebersihan diri, AI juga memantau alur kerja (workflow) memasak. Teknologi ini memastikan bahwa proses pengolahan bahan baku dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh ahli gizi. Ini adalah langkah preventif untuk mencegah kasus keracunan makanan massal yang sering menghantui program penyediaan makanan skala besar.

Baca juga: #QuitGPT Memanas: 700 Ribu Pengguna Boikot ChatGPT Usai Donasi ke Trump

Distribusi Cerdas: Sopir Terpilih dan Pelacakan Presisi

Pengawasan tidak berhenti di pintu dapur. Grab memanfaatkan kekuatan armada logistiknya untuk memastikan distribusi makanan berjalan mulus. Dalam program MBG ini, tidak semua mitra pengemudi (driver) bisa mengambil pesanan.

Grab menerapkan sistem seleksi ketat di mana hanya mitra pengemudi dengan rekam jejak (track record) kinerja terbaik dan integritas tinggi yang dilibatkan. Hal ini krusial mengingat sensitivitas kargo yang dibawa—makanan untuk anak-anak sekolah.

Sistem pelacakan GPS (Global Positioning System) yang terintegrasi memungkinkan panitia sekolah dan orang tua untuk memantau pergerakan armada pengantar.

  • Efisiensi Rute: AI menghitung rute tercepat untuk menghindari kemacetan, memastikan makanan tetap hangat saat tiba di sekolah.

  • Transparansi Biaya: Dari total pagu anggaran per porsi, mayoritas dana dialokasikan langsung untuk bahan baku makanan berkualitas, sementara komponen biaya operasional dan upah jasa pengantaran bagi mitra pengemudi dihitung secara terpisah namun tetap efisien. Skema ini memastikan sopir mendapatkan pendapatan yang layak tanpa mengurangi kualitas makanan siswa.

Baca juga: Kisah AI.com: Dibeli Saat Usia 10 Tahun, Kini Jadi Aset Digital Termahal di Dunia

Kolaborasi Lintas Sektor: Menggandeng NU dan Muhammadiyah

Inisiatif "Karya Nusa" ini tidak dijalankan sendirian oleh Grab dan OVO. Mereka menyadari bahwa jangkauan ke akar rumput membutuhkan mitra organisasi kemasyarakatan yang kuat. Oleh karena itu, program ini menggandeng dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta organisasi sosial lainnya.

Kolaborasi ini memungkinkan program MBG menjangkau ribuan pelajar di berbagai daerah, termasuk siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan penyandang disabilitas. OVO, sebagai platform pembayaran digital, berperan dalam memastikan penyaluran dana operasional ke mitra UMKM dan pengemudi berjalan transparan, tercatat, dan dapat diaudit secara real-time.

Model Ekonomi Berkelanjutan bagi UMKM

Selain aspek teknologi dan kesehatan, program ini memberikan dampak ekonomi nyata. Dengan melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia makanan, Grab dan OVO membantu mendigitalisasi warung-warung makan kecil.

Para pelaku usaha ini tidak hanya mendapatkan pesanan tetap setiap hari, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan standar kualitas produk mereka agar setara dengan restoran modern. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan program MBG sebagai stimulus ekonomi rakyat.

Standar Baru Transparansi Publik

Penerapan teknologi AI oleh Grab dan OVO dalam program Makan Bergizi Gratis ini menetapkan standar baru (benchmark) bagi pelaksanaan program sosial pemerintah.

Di masa lalu, pengawasan manual sering kali gagal mendeteksi kecurangan atau kelalaian. Namun, dengan integrasi teknologi monitoring dari hulu (dapur) ke hilir (sekolah), transparansi kini bukan lagi jargon, melainkan sistem yang bekerja otomatis. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi secara nasional untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar dikonversi menjadi gizi berkualitas bagi generasi penerus bangsa.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar