Elon Musk Siap Rilis X Money Bulan Depan dengan Bunga Simpanan 6 Persen!

Wildan Nur Alif Kurniawan . March 16, 2026


Foto: X/@elonmusk

Teknologi.id – Pemilik platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Elon Musk, secara resmi mengumumkan bahwa perusahaannya akan meluncurkan fitur dompet digital dan layanan pembayaran komprehensif yang diberi nama X Money. Berdasarkan pengumuman tersebut, layanan finansial terintegrasi ini dijadwalkan akan meluncur dan mulai dapat digunakan oleh publik pada bulan depan.

Langkah ekspansi ini menandai transformasi besar platform X dari sekadar medium jejaring sosial menjadi sebuah aplikasi serba ada (everything app). Fitur X Money dirancang untuk memfasilitasi berbagai transaksi keuangan layaknya layanan perbankan digital modern bagi para penggunanya.

Fitur Pembayaran Fiat dan Kemitraan Visa

Dalam fase operasional awalnya, X Money dideskripsikan sebagai produk keuangan yang murni berbasis mata uang konvensional atau fiat. Pengguna platform X nantinya dapat memanfaatkan layanan ini untuk melakukan transfer dana antar-individu, melakukan penautan dan deposit bank, hingga difasilitasi dengan penerbitan kartu debit.

Dengan ekosistem fungsionalitas tersebut, fitur X Money dinilai memiliki karakteristik operasional yang lebih menyerupai platform pembayaran digital Venmo yang dikawinkan dengan aplikasi media sosial, alih-alih beroperasi murni sebagai dompet aset kripto (crypto wallet).

Untuk mendukung kelancaran operasionalnya di Amerika Serikat, platform X telah berhasil mengantongi lisensi resmi di lebih dari 40 negara bagian. Lisensi operasional keuangan tersebut dikelola melalui entitas anak perusahaannya yang bernama X Payments. Selain itu, perusahaan juga telah menjalin kemitraan strategis dengan raksasa jaringan pembayaran global, Visa, yang secara khusus ditunjuk untuk menangani infrastruktur pendanaan akun para pengguna X Money.

Daya Tarik Imbal Hasil 6 Persen dan Sorotan Regulator

Salah satu aspek krusial yang paling menarik perhatian dari pengumuman X Money ini adalah penawaran tingkat imbal hasil (yield) sebesar 6 persen bagi pengguna yang menyimpan saldo di dalam aplikasi X. Tingkat pengembalian ini tergolong sangat tinggi karena melampaui rata-rata bunga rekening tabungan konvensional di perbankan Amerika Serikat, serta sangat kompetitif jika disandingkan dengan instrumen reksa dana pasar uang.

Tingginya penawaran imbal hasil ini memunculkan pertanyaan penting mengenai bagaimana kelak regulator memandangnya. Terdapat beberapa asumsi mengenai sumber penciptaan imbal hasil tersebut; apakah murni disubsidi oleh X demi mendorong tingkat adopsi pengguna, dihasilkan dari perputaran simpanan pinjaman, atau didukung oleh mekanisme finansial lain yang belum diungkap secara terperinci.

Momentum peluncuran fitur X Money ini juga bertepatan dengan perdebatan krusial di internal Kongres Amerika Serikat mengenai rancangan Undang-Undang CLARITY. Regulasi tersebut dirancang untuk menetapkan payung aturan yang ketat bagi produk aset kripto bernilai stabil (stablecoin) yang menghasilkan imbal hasil. Kendati X Money bukanlah produk stablecoin, layanan baru ini menargetkan ceruk permintaan konsumen yang sama persis, yaitu masyarakat yang mencari imbal hasil lebih tinggi daripada tawaran perbankan, namun X Money menempuh jalur regulasi yang berbeda.

Baca juga: Punya Rp14.000 Triliun, Elon Musk Justru Akui Uang Tak Bisa Beli Bahagia

Spekulasi Pasar Kripto dan Nasib Dogecoin


Foto: X/@XMoney

Meskipun Elon Musk sama sekali tidak menyinggung integrasi aset kripto dalam pengumumannya, pasar bereaksi cukup cepat. Nilai tukar mata uang kripto Dogecoin (DOGE) sempat mengalami sedikit lonjakan refleks pascalaporan tersebut beredar. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama, dan harga aset tersebut tercatat turun sebesar 2,5 persen dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren pelemahan harga pasar kripto secara umum.

Pergerakan refleks pada nilai Dogecoin ini mencerminkan sebuah pola spekulatif yang telah berulang kali terjadi sejak tahun 2021. Setiap kali Musk menyinggung perihal sistem pembayaran di X, nilai DOGE kerap merangkak naik karena spekulasi investor yang meyakini koin tersebut akan diintegrasikan ke dalam ekosistem perusahaan. Musk sendiri pernah menyebut Dogecoin sebagai 'mata uang kripto favoritnya', dan perusahaannya, Tesla, telah menerima DOGE sebagai alat pembayaran sah untuk pembelian barang dagangan (merchandise) sejak tahun 2022.

Baca juga: Elon Musk Ganti Logo Twitter Jadi Dogecoin, DOGE Naik Lebih dari 30%

Meski fokus awal X Money berada pada ranah fiat, potensi masuknya ekosistem kripto belum sepenuhnya tertutup. Kepala Produk X, Nikita Bier, pada bulan Februari lalu sempat menyatakan bahwa alat perdagangan kripto akan hadir di platform X melalui fitur Smart Cashtags. Kendati demikian, Bier mengklarifikasi secara tegas bahwa platform X tidak akan mengeksekusi perdagangan secara langsung atau bertindak sebagai perusahaan pialang (broker).

Lebih lanjut, Musk baru-baru ini juga terpantau mem-posting ulang (repost) sebuah perkiraan dari pihak ketiga yang membahas proyeksi fitur masa depan X Money yang mencakup integrasi kripto. Namun, hingga saat ini, pihak perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi mengenai implementasi fitur tersebut.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar