China Wajibkan “KTP” untuk Robot Humanoid, Ini Aturan Barunya

Teknologi.id . June 04, 2026

robot humanoid China
Foto: RobotsBeat

Teknologi.id - China mulai menerapkan aturan baru untuk mengatur perkembangan robot humanoid yang semakin pesat. Setiap robot humanoid yang beroperasi di negara tersebut kini diwajibkan memiliki identitas digital resmi layaknya kartu tanda penduduk (KTP) manusia.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi penggunaan robot yang semakin luas di berbagai sektor, mulai dari industri, pusat perbelanjaan, hingga rumah tangga.

Setiap Robot Punya Identitas Digital Unik

Sistem identitas digital ini dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) bersama Hubei Humanoid Robot Innovation Center.

Setiap robot akan mendapatkan kode identitas unik sepanjang 29 karakter. Kode ini berisi informasi seperti negara asal, produsen, model, hingga nomor seri yang tidak dapat diduplikasi.

Saat ini, sistem tersebut sudah mencakup lebih dari 100 perusahaan robotika dan sekitar 200 model robot yang beroperasi di China.

Tidak Hanya Identitas, Tapi Juga Pemantauan

Berbeda dengan KTP manusia, identitas digital robot ini juga berfungsi sebagai sistem pemantauan real-time.

Data yang tercatat meliputi kondisi komponen mekanis, status baterai, kemampuan AI, hingga riwayat penggunaan dan perawatan robot.

Dengan sistem ini, jika terjadi kerusakan atau insiden, pihak produsen dan regulator dapat menelusuri penyebabnya dengan lebih cepat dan akurat.

Baca juga: Viral di China! AI Profesor Ini Dipakai Anak Muda untuk Hadapi Tekanan Orangtua

Dorong Perkembangan Robot Humanoid

Kebijakan ini muncul seiring ambisi China mempercepat adopsi robot humanoid berbasis embodied AI atau AI yang memiliki wujud fisik.

Robot diproyeksikan akan membantu mengatasi tantangan seperti berkurangnya tenaga kerja produktif dan meningkatnya kebutuhan industri.

Sejumlah perusahaan juga mulai mengembangkan robot untuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya robot asisten rumah tangga SeeLight S1 dari GigaAI yang didukung investasi Huawei.

Robot tersebut masih dalam tahap uji coba di rumah karyawan sebelum diperluas ke pasar yang lebih luas, dengan harga sekitar 15.000 dolar AS atau sekitar Rp 268 juta.

Manfaat dan Kekhawatiran

Di satu sisi, sistem identitas digital ini membantu meningkatkan keamanan, pengawasan, dan transparansi dalam penggunaan robot.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait privasi. Robot humanoid dilengkapi kamera, mikrofon, dan sensor yang dapat merekam lingkungan sekitar, termasuk area rumah pengguna.

Jika data tersebut terpusat, ada potensi informasi dalam jumlah besar terkumpul dari aktivitas penggunaan robot sehari-hari.

Baca juga: Pabrik di China Produksi Massal Robot Humanoid, Perakitan Satu Unit Hanya 30 Menit

Langkah Awal Regulasi Robot Masa Depan

Meski menuai pro dan kontra, pemerintah China menegaskan bahwa sistem ini bertujuan memastikan robot tetap aman, terkendali, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kebijakan ini juga menjadi salah satu langkah awal dalam membangun regulasi khusus robot humanoid, seiring teknologi ini mulai masuk ke kehidupan sehari-hari.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar