Zilfa Efrizon dan Transformasi Digital Operasional Bank Nagari

firman . November 04, 2026


Title: Header - Description: Kantor Bank Nagari dan Zilfa Efrizon

Pekan lalu, Bank Nagari membawa pulang 12 penghargaan nasional dalam tiga ajang di Jakarta. Salah satunya, The Best CIO/CTO in Digital Transformation of The Year 2026 kategori Regional Champion, diberikan kepada Zilfa Efrizon, Direktur Operasional bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu. Penghargaan tersebut datang pada saat yang menarik: laba bank tumbuh, tetapi penyaluran kredit masih tertekan. Di situasi seperti ini, kemampuan beroperasi secara efisien dan beradaptasi lewat layanan digital menjadi kunci.

Pengakuan Nasional untuk Transformasi Teknologi

Dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada 30 Oktober, Bank Nagari meraih predikat Platinum untuk Best Digital Customer Experience of The Year dan Gold untuk Best Overall Digital Transformation Company of The Year, keduanya di kategori Regional Champion. Bank juga menerima penghargaan Best Digital Finance 2026 dari Warta Ekonomi, serta tiga penghargaan human capital pada 29 Oktober, termasuk The High Performing Human Capital Director 2026 untuk Zilfa.

Zilfa ditetapkan sebagai Direktur Operasional periode 2024–2028 dalam RUPS Luar Biasa pada 25 Juni 2024, bersama Gusti Candra sebagai Direktur Utama, Roni Edrian, dan Sukardi. Keempatnya sama-sama bergabung dengan Bank Nagari pada 1997. Menurut Zilfa, inovasi teknologi harus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan sekaligus memperluas akses keuangan, dengan kepercayaan nasabah sebagai hal utama yang dijaga.

Laba Tumbuh, Kredit Tertekan: Mengapa Efisiensi Menentukan

Per September 2026, Bank Nagari membukukan laba bersih Rp375,01 miliar, naik 24,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih naik 7,30 persen menjadi Rp1,47 triliun, ditopang turunnya beban bunga dan perbaikan efisiensi operasional. Rasio kecukupan modal berada di 23,27 persen, sementara tabungan tumbuh 9,57 persen dan pembiayaan syariah naik 13,97 persen menjadi Rp5,22 triliun.

Di sisi lain, kredit terkoreksi 3,65 persen menjadi Rp20,06 triliun, dan rasio kredit bermasalah (NPL gross) naik dari 2,13 persen menjadi 2,90 persen. Direktur Utama Gusti Candra menyebut pertumbuhan kredit masih menantang karena kondisi ekonomi dan daya beli yang belum pulih, dan bank merevisi proyeksi akhir 2026 menjadi aset Rp33,8 triliun, kredit Rp25,9 triliun, dan laba Rp505,2 miliar. Dalam kondisi ini, efisiensi proses dan layanan digital yang andal membantu bank menjaga profitabilitas tanpa bergantung pada pertumbuhan kredit semata.

Retribusi Selancar Mentawai: Digitalisasi yang Menambah Penerimaan

Contoh paling konkrit ada di Kepulauan Mentawai. Pada 14 Oktober 2026, Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mentawai menandatangani kerjasama pembayaran retribusi selancar secara host to host di Bandara Internasional Minangkabau. Peselancar kini membayar lewat QRIS dan virtual account tanpa membawa uang tunai.

Menurut Bupati Rinto Wardana, pemungutan manual sebelumnya menimbulkan keraguan soal transparansi. Penerimaan retribusi selancar tercatat sekitar Rp9 miliar pada 2024 saat masih manual, dan dilaporkan mencapai Rp13,4 miliar pada 2026 setelah digitalisasi. Zilfa memandang langkah ini sebagai pintu masuk menuju ekosistem pariwisata digital yang mencakup transportasi, kuliner, penginapan, penyewaan peralatan, hingga produk UMKM, dan berharap e-retribusi ini menjadi proyek percontohan bagi destinasi lain di Mentawai.

Hadir di Pasar, UMKM, dan Pusat Perdagangan

Zilfa menegaskan bahwa kehadiran bank tidak cukup di kantor cabang saja, tetapi harus ada di pasar, UMKM, pusat perdagangan, layanan pemerintah, hingga destinasi wisata. Prinsip itu terlihat dari dua arah. Secara fisik, bank resmikan KCP Baso di Kabupaten Agam pada 6 Mei 2026, kantor cabang pembantu ke-10 di wilayah kerja Cabang Bukittinggi, setelah riset potensi ekonomi. Secara digital, pembayaran cukup dengan memindai QR Bank Nagari kini tersedia untuk berbelanja di NCH Sungai Duo.

Tantangan ke Depan

Agenda adaptasi masih panjang. Kualitas aset perlu dijaga ketika NPL naik, layanan digital harus tetap aman dan mudah diaudit seiring bertambahnya integrasi dengan pemerintah daerah, dan fitur baru perlu dikembangkan cepat agar pengalaman nasabah yang diakui juri nasional benar-benar konsisten dari Padang hingga pulau-pulau di Mentawai. Keberhasilan agenda Zilfa akan terlihat dari seberapa luas transaksi digital menopang pendapatan bank dan penerimaan daerah.




author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar