Bukalapak Kolaborasi dengan Qiscus, Tingkatkan Layanan Lewat Teknologi Chat

Qiscus
Ilustrasi kolaborasi Qiscus Bukalapak. Foto: Qiscus

Teknologi.id – Qiscus, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi Real-Time Communication (RTC) dipercaya oleh Bukalapak, untuk bekerja sama mengembangkan fitur chat yang mengedepankan aspek skalabilitas dan reliabilitas.

Kolaborasi ini dilakukan melalui sinergi tim engineering guna menghadirkan fitur chat yang aman dan nyaman kepada jutaan pengguna Bukalapak.

Dalam beberapa tahun terakhir, implementasi chat sebagai fitur di dalam sebuah aplikasi merupakan hal yang strategis. Sebuah riset dari Forrester Consulting menyebutkan bahwa fitur chat yang ada dalam sebuah aplikasi dapat meningkatkan Return on Investment (ROI) sebesar 305%.

Hal ini lantaran keberadaan fitur chat dapat membantu bisnis mengefektifkan servis yang dimiliki. Sehingga dapat meningkatkan engagement antara perusahaan dengan konsumen.

Baca juga: Google Hapus 29 Aplikasi Jahat dari Play Store, Ini Daftarnya

VP Engineering Bukalapak Ibrahim Arief mengatakan, pihaknya juga meyakini keberadaan chat sebagai fitur yang cukup vital bagi kelancaran transaksi bisnis.

Chat digunakan sebagai medium komunikasi yang efektif bagi rekanan dan pelanggan untuk saling memahami kebutuhan masing – masing. Adanya komunikasi yang efektif akan menghadirkan solusi dan program yang inovatif. Kendati demikian, dengan tingginya pertumbuhan bisnis di Bukalapak, adanya fitur chat di dalam aplikasi ini memerlukan usaha yang tidak sedikit, khususnya dalam hal teknis seperti pengembangan fitur lanjutan ataupun optimasi penggunaan server yang berpengaruh pada biaya operasional,” kata VP Engineering Bukalapak Ibrahim Arief.

Ibrahim menjelaskan, dengan menggandeng rekanan yang ahli di bidang chat, kini, Bukalapak dapat mengefektifkan kinerja tim teknis, sehingga dapat lebih fokus pada optimasi di bisnis utamanya.

“Sebagai hasil kerja sama tim engineering kami dan Qiscus, kami bisa mengefektifkan penggunaan server sebesar empat kali lipat. Untuk penggunaan bandwidth sebesar 20 kali lipat, dan menekan biaya yang kami keluarkan,” imbuhnya.

Baca juga: Instagram Diam-diam Hapus Fitur “Following tab”

CEO sekaligus Co-Founder dari Qiscus Delta Purna Widyangga menuturkan, Qiscus dipilih sebagai rekanan dalam kerja sama tersebut dikarenakan pengalaman Qiscus sebagai perusahaan yang ahli di bidang pengembangan teknologi chat.

“Selain itu, adanya kesamaan visi dan misi dengan Qiscus untuk menjadi perusahaan lokal yang menyajikan teknologi berkelas dunia untuk kesejahteraan konsumen juga menjadi perekat yang menarik,” tutur Delta.

Di sisi lain, Delta mengungkapkan, kerja sama ini merupakan hal yang cukup menantang bagi Qiscus. Meskipun mendaulatkan diri sebagai pionir pengembang teknologi chat di Indonesia, menangani klien sebesar Bukalapak tetap memiliki tantangannya tersendiri.

Salah satunya adalah bagaimana kita dapat mengaplikasikan best practice teknologi untuk dapat mengoptimalkan inhouse system chat Bukalapak agar tetap beroperasi sebagaimana mestinya walaupun sedang dilakukan pembaharuan sistem.

Hal tersebut penting mengingat saat ini Bukalapak telah digunakan oleh puluhan juta pengguna di Indonesia yang membutuhkan layanan yg selalu optimal. Sementara itu, proses optimasi sistem chat Bukalapak sangat besar dan cukup kompleks karena meliputi perubahan arsitektur dari fitur chat.

“Namun, pada saat yang sama, kami dituntut untuk tidak boleh mengganggu performa aplikasi,” ujar Delta, menerangkan.

Dengan perubahan yang mendasar dari segi arsitektur, Delta berharap performa chat di aplikasi Bukalapak dapat terus mampu menangani traffic dari pelanggan yang terus membesar di dalam bisnis Bukalapak. Hal tersebut juga selaras dengan komitmen Bukalapak yang ingin terus menghadirkan teknologi yang inovatif untuk menunjang perkembangan bisnis maupun kepuasan pengguna.

(dwk)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending