Benarkah Teknologi Bisa Membuat Manusia Hidup Abadi?

Kehadiran robot tak hanya sebagai alat untuk membantu pekerjaan manusia, namun sebuah penelitian oleh Forrester Research memperkirakan pada 2021 robot akan mulai mengambil sebagian pekerjaan manusia. Pekerjaan seperti bankir, supir taksi dan agen pelayanan konsumen, menjadi yang paling terancam oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan

Selain menjadikannya sebagai sahabat, pasangan hidup dan siapa pun seolah bisa menghadirkan orang yang diinginkan dalam hidupnya meski hanya dalam bentuk robot. Semakin canggihnya teknologi terutama dalam pengembangan robot, diyakini nanti manusia bisa hidup abadi. Bagaimana bisa?

Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tidak hanya robot yang bisa sangat mirip dengan manusia namun manusia juga dapat menduplikasi dirinya dengan robot. Bukan hanya secara visual tapi juga perilaku yang mirip dengan manusia kecerdasan buatan mengizinkan manusia untuk menyimpan cara kerja otak serta perilaku manusia di dalam komputer.

Untuk cara kerjanya sendiri menggunakan machine learning dengan mempelajari sekumpulan data mengenai perilaku manusia hingga akhirnya tercipta suatu model. futurolog Ian Pearson mengatakan “bahwa otak manusia akan tersimpan dalam sistem komputer selamanya. Teknologi penyimpanan cara kerja otak tersebut di prediksi akan hadir di tahun 2050”.

Manusia dapat melanjutkan eksistensinya di dunia meskipun raga asli mereka telah mati, berkat sistem teknologi komputer semuanya akan direkam hingga aktivitas digital sekalipun. “suatu hari, tubuh kalian akan mati begitu juga dengan otak kalian namun itu bukanlah masalah karena 99 persen akal kalian akan baik-naik saja bekerja seperti biasa dengan bantuan teknologi Cloud (komputasi awan),” ujar Pearson, dilansir The Sun.

Pearson memprediksi dengan teknologi tersebut manusia nantinya dapat menyimpan cara kerja otaknya dan mengoperasikannya di tubuh lain atau robot untuk menghadiri upacara pemakamanya sendiri. “Manusia  bisa hidup seperti setelah itu dengan tubuh lain” menurut Pearson.

Upaya Mengejar Kepribadian

Sebelumnya, Pearson pernah membahas mengenai kehidupan manusia yang abadi dengan cara mengubah bagian tubuhnya dengan mesin, memindahkan organ tubuhnya ke dalam tubuh robot atau memindahkan otak ke dalam sistem komputer sehingga manusia bisa hidup selamanya di dalam dunia virtual.
Memang sulit jika kita membayangkan prediksi Pearson, namun sepertinya membutuhkan waktu cukup lama untuk manusia bisa hidup selamanya dengan fungsi otak yang disimpan di dalam sistem komputer. Pearson memperkirakan teknologi tersebut baru muncul pada tahun 2060.
Memang terdengar mustahil tapi para peneliti saat ini sedang berupaya membuat manusia abadi, bahkan sebuah lembaga Sains Nasional Amerika Serikat pernah memberikan dana sebesar 500 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 7,2 miliar untuk dua universitas yang memiliki percobaan untuk membuat manusia hidup abadi.
Ada juga organisasi bernama 2045 Initiative yang didirikan oleh wirausahawan Rusia Dmity Itskov pada 2011 yang memiliki proyek serupa. Tujuan organisasi ini adalah menciptakan teknologi yang bisa memindahkan kepribadian seseorang ke tubuh lain yang lebih canggih dan memperpanjang umur, termasuk menciptakan kehidupan abadi.
Organisasi tersebut menyebut bahwa mereka akan membuat interface otak manusia yang tersimpan di dalam komputer dalam bentuk avatar virtual pada tahun 2020 dan mengembangkan sistem pendukung kehidupan otonom yang menghubungkan manusia dengan robot di tahun 2025.
Kedepannya pada tahun 2035, mereka akan memuat sistem operasi yang mampu membangun model otak untuk kemudian memindahkannya ke tubuh robot. Pada tahun 2045, mereka akan mengembangkan teknologi hologram untuk memvisualisasikan pikiran yang tersimpan.

Dampak Buruk Penyimpanan Otak pada Sistem Komputer

Mungkin kamu bertanya-tanya apa dampak dari penyimpanan otak ke sistem ini, Pearson juga telah memprediksi kemungkinan terburuk jika manusia menyimpan otak mereka ke dalam sistem komputer. Memperkirakan jika tidak menutup kemungkinan perusahaan seperti Amazon, Google, Facebook, Apple dan perusahaan teknologi lainnya akan menjadi pusat server penyimpanan otak.
Sekilas hal tersebut terdengar normal dan wajar melihat jajaran perusahaan tersebut teremasuk ke dalam perusahaan teknologi tercanggih di dunia saat ini. Tetapi bisa jadi kemampuan otak yang tersimpan di dalam komputer akan digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Dengan kata lain, manusia akan menjadi budak perusahaan selamanya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *