Video Pendaratan Pertama di Bulan Dipercantik dengan AI, Begini Jadinya

Alda Yuriska . July 23, 2020

Foto: The Atlantic

Teknologi.id - Hingga saat ini video pendaratan pertama di Bulan yang dilakukan misi Apollo 11 masih memukau banyak orang meski kualitas gambar dan video pada momen tersebut masih belum tajam dan bagus. Namun, video ini kemudian dipercantik dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru-baru ini.

Setelah NASA berulang kali mencoba untuk mempercantik video bersejarah ini dan gagal lantaran keterbatasan teknologi, namun kini video pendaratan dibulan ini sudah terlihat lebih jelas dan mengagumkan dibantu dengan sentuhan AI dari tim ahli restorasi film dan foto, DutchSteamMachine. 

"Kami sangat ingin menghadirkan pengalaman baru mellihat video lama ini yang tidak pernah dilihat sebelumnya," ujar mereka.

Baca Juga: Pilih Bodi Smartphone Plastik, Logam, Kaca, atau Keramik? Ternyata Ini yang Terbaik

Sebelumnya, video asli dari pendaratan pertama di Bulan ini diambil dengan 12 frame per detik (FPS) namun kini video ini telah ditingkatkan menjadi 60 FPS. Dibawah ini adalah cuplikan video Apollo 11 yang sudah dipercantik dengan bantuan AI oleh DutchSteamMachine: 

Selain itu, DutchSteamMachine juga memperlihatkan dua video lainnya yang memuat gambar permukaan Bulan yang terlihat lebih tajam dari lokasi pendaratan Apollo 15 di Hadley Rille dan sebuah video yang memperlihatkan Neil Armstrong 'melangkah pertama' di Bulan.

Sebagai Informasi, untuk mempercantik video bersejarah ini, DutchSteamMachine menggunakan AI yang disebut Depter-Aware video frame Interpolation atau disingkat DAIN yang bersifat open source dan terus dikembangkan.

Baca Juga: Vaksin Corona Buatan AstraZeneca dan Universitas Oxford Teruji Positif

Motion interpolation atau motion-compensated frame interpolation sendiri merupakan pemrosesan video di mana frame animasi menengah yang dapat dihasilkan di antara yang sudah ada dan dapat membuat tampilan video lebih mulus dari yang sebelumnya buram atau kabur.

"Orang-orang menggunakan program AI yang sama untuk menghidupkan kembali rekaman film dari tahun 1900-an, dalam kualitas definisi dan warna yang tinggi. Teknik ini sepertinya merupakan hal hebat untuk diterapkan pada rekaman yang jauh lebih baru," ungkap DutchSteamMachine.

Selain itu, DutchSteamMachine juga mengatakan, untuk merestorasi video bersejarah ini mereka menghabiskan waktu kira-kira 6 hingga 20 jam untuk video berdurasi 5 menit. Wah keren sekali ya!

(ay)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar