Kapsul Jepang Berhasil Mengambil Sampel dari Asteroid Ryugu

Super Intern . December 07, 2020

Foto: JAXA via AP via Phys.org

Teknologi.id - Kapsul Jepang yang membawa sampel dari bawah permukaan asteroid mendarat di Woomera, Australia. Dan berhasil menyelesaikan misi untuk memberikan petunjuk tentang asal mula tata surya serta kehidupan di Bumi. Kapsul ini diluncurkan pada hari Sabtu dari pesawat luar angkasa bernama Hayabusa-2.

Thomas Zurbuchen, astrofisikawan Swiss-Amerika dan administrator terkait Direktorat Misi Sains NASA, mengucapkan selamat kepada badan antariksa Jepang.


“Bersama-sama, kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang asal-usul tata surya kita, sumber air, dan molekul organik yang mungkin menjadi benih kehidupan di Bumi,” tulis Zurbuchen di Twitter.

Baca juga: Taksi Otonom Mulai Beroperasi di China, Gimana Nasib Sopir?

Hayabusa-2 bisa dilihat bahkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Astronot Jepang, Soichi Noguchi, yang sekarang menjalankan misi enam bulan di sana, men-tweet: “Baru saja melihat #hayabusa2 dari #ISS! Sayangnya tidak cukup terang untuk kamera genggam, tapi senang bisa melihat kapsul tersebut!”

Hayabusa-2 meninggalkan asteroid Ryugu, sekitar 300 juta kilometer jauhnya, pada tahun lalu. Setelah meluncurkan kapsul di asteroid tersebut pada hari Sabtu, Hayabusa-2 memulai ekspedisi baru ke asteroid lain yang jauh.

Kapsul tersebut diturunkan dari jarak 220.000 kilometer setelah dilepaskan dari Hayabusa-2, suatu operasi yang menantang dan membutuhkan kontrol yang sangat teliti. JAXA mengatakan mereka berharap untuk melakukan pemeriksaan keamanan di laboratorium Australia kemudian membawa kapsul kembali ke Jepang.

Baca juga : Pengguna Takkan Bisa Akses WhatsApp Tahun Depan, Jika...

Lusinan staf JAXA telah bekerja di Woomera untuk mempersiapkan pengembalian sampel. Mereka memasang antena parabola di beberapa lokasi di area target di dalam lapangan uji Angkatan Udara Australia untuk menerima sinyal.

Pakar bebatuan luar angkasa dari Universitas Nasional Australia, yaitu Trevor Ireland, yang berada di Woomera untuk kedatangan kapsul tersebut, mengatakan ia mengharapkan sampel Ryugu serupa dengan meteorit yang jatuh di Australia dekat Murchison, Victoria lebih dari 50 tahun lalu.

"Meteorit Murchison membuka jendela tentang asal usul bahan organik di Bumi karena batuan ini ditemukan mengandung asam amino sederhana serta air yang melimpah," kata Ireland. "Kami akan memeriksa apakah Ryugu adalah sumber potensial bahan organik dan air di Bumi saat tata surya terbentuk, dan apakah ini masih utuh di asteroid."

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar FULL STACK DEVELOPER, FRONT END REACT, FLUTTER MOBILE DEVELOPMENT, BACK END PYTHON, dan DATA SCIENCE bersama tech expert dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Foto: JAXA via AP via Phys.org

Para ilmuwan percaya bahwa sampel tersebut, terutama yang diambil dari bawah permukaan asteroid, berisi data berharga yang tidak terpengaruh oleh radiasi ruang angkasa dan faktor lingkungan lainnya. Mereka sangat tertarik untuk menganalisis bahan organik dalam sampel tersebut.

JAXA berharap dapat menemukan petunjuk tentang bagaimana materi didistribusikan di tata surya dan terkait dengan kehidupan di Bumi. Makoto Yoshikawa, manajer misi proyek Hayabusa-2, mengatakan 0,1 gram debu akan cukup untuk melakukan semua penelitian yang direncanakan.

Bagi Hayabusa-2, ini bukanlah akhir dari misi yang dimulai pada tahun 2014. Sekarang pesawat luar angkasa tersebut sedang menuju ke asteroid kecil bernama 1998KY26. Perjalanan tersebut dijadwalkan memakan waktu 10 tahun, untuk penelitian yang menemukan cara mencegah meteorit menghantam Bumi.

Baca juga : China Berhasil Bikin Matahari Buatan, Panasnya 10x Lipat!

(mm)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler