
Ken Ratri, Founder & CEO, IT Recruitment Consultant Geekhunter
5 Geek Girls Indonesia di Gelanggang Teknologi (Part 2)
1. Jessylin Tannady - Software Engineer CTRL-labs

Jessylin Tannady, Software Engineer CTRL-labs. Foto: @jtannady
2. Ken Ratri Iswari - Founder & CEO, IT Recruitment Consultant Geekhunter
Ken Ratri memulai karir profesionalnya sebagai Account Manager di P&G dan Recruiter di Shell. Demi mengejar impiannya untuk berwirausaha, ia memutuskan berhenti dari karir perusahaan multinasional dan bergabung dengan inkubator pemula, yaitu Contenga International (sekarang Liv.it) sebagai Human Capital Manager. Pada 2013, ia secara resmi mendirikan Geekhunter, konsultan perekrutan TI bersama dengan rekannya, Yunita Anggraeni. Ken ada di dalam daftar Gen.T Indonesia Tatler 2018 sebagai top 50 Generasi Muda yang Membentuk Masa Depan Indonesia, Cleo Magazine's 30 Under 30 Young, Passionate and Successful Women; Recruiting Daily's 300+ Women in HR Technology Worth Watching. Ia juga pernah menjadi mentor untuk ShellLiveWire Indonesia 2016, Gerakan 1000 Startup Digital, dan The Greater Hub. Hingga saat ini, Ken menjabat sebagai direktur Startup Grind Bandung. Ken sendiri memperoleh gelar sarjana dan MBA-nya dari School of Business and Management ITB. Dengan Geekhunter, ia memiliki tujuan untuk membantu perusahaan teknologi dalam merekrut programmer yang tepat, membantu programmer untuk memiliki karier yang lebih baik, dan mempromosikan talenta teknologi Indonesia. Baca juga: Smart Girls: Geek Girls Indonesia di Gelanggang Teknologi Dunia 2018 – Part I3. Alamanda Shantika - Founder Sekolah Programming Binar Academy
Kecintaan Alamanda Shantika pada dunia coding dan programming telah tumbuh sejak usia 14 tahun dan membuatnya terus berkiprah di bidang teknologi hingga saat ini. Ia memulai kariernya dengan membuat startup sendiri sejak usia 21 tahun dan sempat bekerja di berbagai perusahaan berbasis teknologi, hingga akhirnya turut membangun GO-JEK bersama Nadiem Makarim. Saat itu, ia berhasil menjabat sebagai Vice President, People's Journey-People and Culture di sana. Berada di puncak karier tidak serta merta membuat Alamanda tetap berada di zona nyaman begitu saja. Ia justru ingin memberikan kontribusi lebih bagi Indonesia, khususnya dalam dunia teknologi dan pendidikan. Dengan tekadnya, pada September 2016 lalu Alamanda kemudian memutuskan untuk meninggalkan GO-JEK dan membangun sekolah programming bernama Binar Academy. Sekolah yang berdiri sejak Maret 2017 ini memberikan sekolah gratis selama tiga bulan untuk melahirkan programmer berkualitas yang siap menghadapi dunia kerja.4. Anne Regina Nancy Toar - Engineer Manager Bukalapak
Geek girls selanjutnya yaitu seorang perempuan yang telah lama menekuni bidang IT profesional. Ialah Anne Regina Nancy Toar. Ia menempuh pendidikan sarjana di jurusan Information Technology Universitas Klabat dan magister untuk jurusan Management Information Systems Universitas Bina Nusantara. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Anne juga aktif mengembangkan sebuah komunitas IT untuk para perempuan yaitu Femalegeek. Kini, ia telah memilih untuk berprofesi menjadi Engineer Manager di Bukalapak. Sebagai Engineer Manager, Anne berharap bahwa ia bisa memberdayakan usaha di tiap pelosok Indonesia dan juga mengubah stereotipe bahwa perempuan mampu memberikan solusi dan mempunyai kekuatan di bidangnya masing-masing. Anne juga pernah bekerja sebagai seorang Consultant di PT Inovasi Informatika Indonesia dan Technical Trainer & Developer di ExecuTrain.5. Aulia Halimatussadiah - Co-Founder Storial.co dan NulisBuku.com

Aulia Halimatussadiah, Co-Founder Storial.co dan NulisBuku.com. Foto: @salsabeela
Tinggalkan Komentar