Muhammad Hilmi Asyrofi, Duta Revolusi Industri 4.0 di AI Expo Europe 2018

Teknologi.id – Halo Tech Expert! Pada kesempatan kali ini Teknologi.id kembali dengan segmen #SosokTeknologi di #KamisInspirasi. Kali ini, Teknologi.id berhasil mewawancari Muhammad Hilmi Asyrofi, atau biasa disapa Hilmi yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Hilmi bersama kedua temannya terpilih mewakili indonesia untuk mengikuti AI Expo Europe 2018.

Perwakilannya adalah Muhammad Hilmi Asyrofi (ITB), Geraldi Dzakwan (ITB) dan Dhany Satrio Wicaksono (ITS). Seleksi yang ketat dari Kantor Staf Presiden (KSP) telah mereka lewati sehingga bisa menjadi Duta Revolusi Industri 4.0. Apasih Revolusi Industri 4.0 itu? Revolusi Industri 4.0 merupakan nama revolusi generasi ke-4 yang terkait dengan tren automasi industri, big data, internet of things, cloud computing dan lain-lain. Revolusi Industri ini diprediksi akan memberikan dampak yang jauh lebih signifikan.

Lalu, apasih AI Expo Europe itu? AI Expo Europe merupakan konferensi dan eksibisi yang akan menyajikan showcase teknologi AI mutakhir, strategi untuk menghadapi perkembangan AI dan implementasi AI pada beberapa perusahaan internasional. AI Expo dihadiri oleh beberapa Market Leader dan Startup, seperti Google, Oil Company Shell dan Adidas. Yuk! Langsung saja kita simak wawancara Teknologi.id dengan Hilmi selengkapnya!

Boleh perkenalkan diri dan kegiatan apa yang sekarang sedang Hilmi kerjakan?

Halo, perkenalkan saya Muhammad Hilmi Asyrofi (@mhilmiasyrofi), biasa dipanggil Hilmi. Lahir di Gunungkidul, 14 Juni 1996. Saya memiliki ketertarikan terhadap Artificial Intelligence (AI), Computer Vision dan Robotics. My curiosity makes me spent a lot of time to explore the new things in that field. Sekarang saya sedang menjalani Internship di Bukalapak sebagai Artificial Intelligence Engineer. Ini adalah minggu terakhir saya di Bukalapak karena pada tanggal 20 Agustus akan memulai perkuliahan semester 7 di Teknik Informatika ITB.

Hilmi terpilih menjadi Duta Revolusi Industri 4.0 untuk mengikuti Artificial Intelligence Conference di Amsterdam, bisa ceritakan pengalaman Hilmi dari mulai terpilih menjadi duta sampai pengalaman mengikuti konferensi tersebut?

Duta Revolusi Industri 4.0 merupakan salah satu program Kantor Staf Presiden (KSP) yang sejalan dengan program Presiden Joko Widodo “Making Indonesia 4.0” sebagai pendekatan youth outreach. KSP memilih beberapa mahasiswa untuk mempelajari Revolusi Industri 4.0 melalui konferensi internasional, salah satunya AI Expo Europe yang diadakan pada tanggal 27 & 28 Juni 2018 di RAI Amsterdam.

Sepulang dari luar negeri, kami berkewajiban menyebarkan pengalaman melalui media sosial ataupun seminar. Seleksi pemilihan untuk menjadi Duta Revolusi Industri 4.0 sangat ketat. Di ITB sendiri, awalnya ada 100 lebih mahasiswa yang mengirimkan berkas administrasi berupa CV dan proyek yang pernah dikerjakan.

Dari ratusan mahasiswa tersebut, terpilih 10 orang untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara dengan perwakilan KSP. Saat wawancara, saya menceritakan kegiatan saya ketika berada di Tim Robot Dagozilla ITB, tentunya dalam Bahasa Inggris. Singkat cerita, alhamdulillah saya terpilih untuk mengikuti AI Expo Europe 2018.

Seperti namanya AI Expo merupakan kegiatan tahunan yang menyajikan showcase teknologi mutakhir AI. Ribuan AI enthusiasts dari seluruh dunia berkumpul di Amsterdam untuk mendiskusikan potensi AI, IoT, Blockchain di sejumlah industri.

Beberapa C-level perusahaan ternama berbagi keahlian dan pengalaman mereka tentang penggunaan AI. Beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi yaitu Shell, KLM, Amazon, ING, ABN AMRO, Air Selatan, Engie, TomTom, Deutsche Teleckom, Ebay, Alstom dan UNICRI. Terdapat berbagai booth/stand dari berbagai startup/perusahaan yang memamerkan teknologinya terkait AI, seperti chatbots, machine learning, deep learning, predictive technology, AI ethics, AI for presonalization dan banyak lagi.

Ada banyak pengalaman yang saya dapatkan, berikut beberapa pengalaman yang menurut saya relevan dengan kebutuhan di Indonesia:

  1. Progress, sebuah perusahaan yang menyediakan Predictive Analytics pada Industri. Yup, misal ketika Presiden Jokowi mempunyai program PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu), maka beberapa sensor akan dipasang pada PLTB tersebut untuk mengetahui jika ada sesuatu keanehan terjadi. Semacam intelligent system yang dapat mengetahui apakah suatu alat berjalan dengan baik atau tidak. Jika terjadi keanehan, maka akan ada notifikasi.
  2. Serket, Startup yang menggunakan AI untuk melakukan monitoring hewan pada peternakan. Bayangkan jika seorang peternak sapi mempunyai 1000 sapi yang harus dikontrol kesehatannya. Tidak mungkin peternak tersebut melihat satu persatu sapi karena keterbatasan penglihatan dan waktu. Startup ini memberikan solusi dengan membuat sistem monitoring dengan kamera. Dengan AI, akan dideteksi apakah gerakan hewan menunjukkan keanehan dan membutuhkan perawatan.
  3. SightCorp, Startup yang berfokus pada computer vision terutama face detection. Dari pengolahan gambar wajah, dapat diketahui orang tersebut melihat ke arah mana. Selain arah, dapat diprediksi apakah orang tersebut sedih, bahagia, menderita, atau baru saja ditolak temannya. Future plan dari startup tersebut adalah menyediakan iklan/advertisement yang tepat untuk orang yang tepat.
  4. 3D Universum, sebuah perusahaan yang mengembangkan 3D modelling dengan memanfaatkan pengolahan citra dan machine learning. Dengan menggunakan kumpulan gambar, mereka dapat meng-generate 360 panorama yang dapat menyediakan virtual tour kepada pengguna. Hal ini bisa diterapkan di Indonesia untuk mempromosikan wisatanya seperti pantai, museum, dll. Orang yang akan mengunjungi tempat wisata dapat melihat terlebih dahulu 3D panorama sehingga terlihat lebih menarik.
  5. KLM, sebuah perusahaan penyedia layanan penerbangan. Perusahaan ini telah mengembangakan Airport WayFinding. Google Maps akan akurat ketika digunakan di outdoor, namun jika indoor masih belum bisa mengetahui kita dilantai berapa dan ada ruangan apa saja. Aplikasi ini dapat berfungsi sebagai virtual assistant yang dapat membantu penumpang untuk menuju ke terminal dan gate penerbangan dengan mudah. Selain itu aplikasi ini dapat berfungsi sebagai reminder penumpang dan informasi lainnya.

Dynniq, pada kesempatan tersebut, Dynniq menjelaskan tentang integrated traffic system yang mereka kembangkan. Berbeda halnya dengan traffic light (lampu bangjo) di Indonesia yang menurut saya masih dikontrol manual dengan timer, traffic light di sini terintegrasi satu sama lain. Berbagai sensor (kamera dan infrared) digunakan untuk mengamati kemacetan di setiap persimpangan. Data kemudian di-upload ke cloud agar terkumpul menjadi menjadi satu. Data diolah dengan machine learning untuk dihasilkan keputusan berupa lama waktu traffic light di setiap persimpangan.

Saya sangat berterimakasih kepada KSP yang telah memberikan amanah kepada saya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan karena saya mendapatkan networking yang lebih luas terkait minat saya, Artificial Intelligence.

Apakah Hilmi pernah mengerjakan proyek terkait AI? Jika iya, bisa ceritakan tentang proyeknya?

Pernah, saya pernah mengerjakan proyek terkait real-time object detection menggunakan Faster RCNN. Mesin akan melakukan pembelajaran (training) menggunakan beberapa gambar yang sudah diberi label. Dari sebuah gambar test kemudian akan diprediksi objek apa saja yang berada pada gambar tersebut. Berikut ilustrasinya.

Menurut Hilmi, seberapa penting peran teknologi AI dalam mempengaruhi industri dan kehidupan manusia di masa depan?

AI merupakan nafas dari era Revolusi Industri 4.0. AI tak hanya penting, melainkan AI akan memainkan peran utama dalam industri dan kehidupan.  Revolusi Industri 4.0 diprediksi akan memberi dampak jauh lebih signifikan dibandingkan revolusi sebelumnya. Disruptif teknologi (Disruptive Technology) hadir begitu cepat dan mengancam perusahaan yang tidak bisa menyesuaikan diri.

Jika dapat menyesuaikan diri, AI akan meningkatkan efektivitas dan produktivitas perusahaan. Revolusi Industri 4.0 pasti akan datang dengan berbagai tantangan-nya. Apakah itu sebuah ancaman atau justru peluang, it depends on our perspective. Bukan suatu hal yg tidak mungkin untuk generasi Indonesia memimpin di bidang teknologi. Di zaman yang serba digital ini, kita dapat belajar dari mana saja. So, let’s learn as much as we can! Jangan lupa untuk berinovasi dan berkontribusi demi keberlangsungan industri di Indonesia!

Terakhir, apa rencana Hilmi ke depannya?

Kedepannya saya ingin terus berkecimpung di dunia AI dan mengembangkan networking yang lebih luas lagi. Sangat banyak permasalahan di Indonesia yang dapat terbantu dengan AI, dan saya merupakan salah satu dari jutaan penduduk yang berkesempatan untuk membuat Indonesia ini lebih baik. Sepuluh tahun lagi saya harap saya dapat mengikuti AI Expo lagi, namun bukan sebagai peserta, melainkan sebagai pembicara mewakili perusahaan saya.

Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Muhammad Hilmi Asyrofi, mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan segudang ide inovasi yang ia tujukan untuk berkontribusi bagi negeri agar bangsa Indonesia lebih maju lagi. Semoga segmen #SosokTeknologi di #KamisInspirasi ini bisa menginspirasi teman-teman semua agar lebih memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki. Yuk berkarya lewat teknologi! Apa minat teknologimu? nst

Baca juga: Rizhaf Setyo Hartono, Mahasiswa Berprestasi Pencipta Online Platform Penyedia Pelayanan Olahraga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *