Mahasiswi Indo di Oxford Bikin Inovasi Hidrogel untuk Radang Usus

Sasza Chyntara Nabilla
Sasza Chyntara Nabilla, Mahasiswa Indo di Oxford Bikin Inovasi Hidrogel untuk Radang Usus

Teknologi.id – Seorang mahasiswi program doktor dari Departemen Material Universitas Oxford, Sasza Chyntara Nabilla menciptakan inovasi penggunaan hidrogel untuk pengobatan radang usus.

Radang usus atau Chron’s disease merupakan penyakit yang cukup mematikan, karena adanya peradangan pada seluruh lapisan dinding usus. Salah satu cara mengobatinya adalah dengan pemotongan usus.

Ternyata penyakit ini sifatnya hampir sama dengan sel kanker, yaitu dapat menyebar ke tempat lain. Setelah dipotong, bisa jadi bagian usus lain mengalami peradangan yang sama, yang mengharuskan usus pasien dipotong lagi dan lagi yang dapat berujung kematian.

Baca juga: WHO Merilis Daftar Ancaman Terbesar Terhadap Kesehatan 2019 yang Akan Coba Mereka Atasi

Sasza menciptakan sebuah bahan untuk membantu pasien radang usus tersebut. Bahan yang dibuatnya adalah berupa implan yang berasal dari hydrogel yang dapat membuat jaringan baru di usus.

“Hydrogel itu jenis polimer kemudian dia punya jaringan-jaringan di dalamnya, sifatnya itu hidrofilik dan hidropobik,” ujar wanita berusia 25 tahun itu seperti dikutip dari DetikHealth.

“Dimasukkan kayak didorong, bentuk jaringan baru, ususnya baru juga. Setelah beberapa waktu dikeluarkan, memanjangkan usus yang sudah ada. Akan membentuk jaringan baru dan usus baru,” lanjutnya.

Memanjangkan usus

Bahan yang dibuatnya semacam lensa kontak yang nantinya akan diimplan di ileum atau usus penyerapan. Bahan tersebut akan mengembang di dalam usus, sehingga dapat memanjangkan usus hingga dua kali lipat.

Produk dalam penelitian Sasza nantinya akan dites terlebih dahulu pada binatang, khususnya babi. Ia berharap semua sampelnya bisa lulus uji.

“Berharap sih tahun ini atau tahun besok sudah bisa animal testing,” harapnya.

Baca juga: 5 Aplikasi Kesehatan Terbaik di Android Agar Selalu Bugar

Sasza juga berharap, produk yang dibuatnya nanti bisa membantu seluruh pasien Chron’s disease yang harus dipotong ususnya. Penelitian ini juga berkaitan dengan para dokter dan farmasi.

“Saya berharap dengan produk saya bisa menyelamatkan orang. Semoga pemerintah Indonesia juga mensupport,” tandasnya.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *