Hiburan Anti Mainstream, Hujan Meteor Buatan Akan Hiasi Langit Malam

Hiburan Anti Mainstream, Hujan Meteor Buatan Akan Hiasi Langit Malam. Kredit : Terrace Standard

Teknologi.id – Perusahaan swasta asal Jepang, Astro Live Expereinces (ALE) berencana untuk menghadirkan hujan meteor buatan untuk menghiasi langit malam.

Hujan meteor adalah fenomena astronomi yang menakjubkan dan dinanti kedatangannya, dimana sejumlah meteor terlihat indah bersinar pada langit malam. Tetapi fenomena ini terkadang sulit untuk dilihat karena terhalang oleh cuaca yang buruk.

Untuk menyiasatinya, perusahaan tersebut akan menghadirkan hujan meteor buatan yang lebih memukau dan menakjubkan. Untuk mencapainya, mereka akan menggunakan satelit yang diluncurkan ke orbit pada Kamis, 17 Januari 2019 pukul 09.50 pagi waktu setempat.

Satelit milik ALE diluncurkan menggunakan roket Epsilon milik badan antariksa Jepang (JAXA). Satelit ini dirancang untuk menguji coba konsep ini dan mengumpulkan data yang dapat membantu mengembangkan dan menyempurnakan produk.

Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Hanya Bisa Disaksikan Bulan Desember di Indonesia

ALE sendiri menyebut bahwa mereka merupakan pionir di bisnis ‘hiburan luar angkasa’. Mereka menargetkan membuat hujan meteor buatan pertama di dunia pada tahun 2020.

Dalam acara tersebut, nantinya satelit milik ALE akan berada di langit di atas Hiroshima, Jepang. Hujan meteornya sendiri akan sangat dahsyat, karena akan dapat dinikmati oleh 6 juta orang dalam area seluas 200 kilometer.

“Saya harap meteor buatan manusia kami akan membantu mengungkap penemuan baru dalam sains, dan itu akan mengumpulkan dan menghibur orang-orang di bawah langit malam,” ujar CEO ALE, Lena Okajima dalam keterangan resminya, seperti dikutip Teknologi.id dari detikINET, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Orbital Display, Proyek Startup Asal Rusia untuk Pasang Iklan di Langit

ALE sendiri akan menciptakan hujan meteor buatan dengan menembakkan pelet-pelet kecil dengan diameter satu sentimeter yang dibuat dengan campuran material yang tidak beracun. Pelet yang disebut partikel ini dirancang untuk menciptakan berbagai warna cerah saat memanas dan mulai hancur ketika kembali memasuki atmosfer Bumi.

ALE menyebut bahwa partikel ini akan bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat tapi bersinar dengan durasi lebih lama dibandingkan dengan hujan meteor alami. Sehingga, nantinya daerah dengan polusi cahaya berat seperti Tokyo tetap dapat menikmatinya.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending