Cellebrite, Software yang Digunakan Polisi Untuk Sedot Data

Muhammad Iqbal Mawardi . April 07, 2021

Foto: Detik

Teknologi.id – Baru-baru ini, pihak kepolisian dilaporkan menggunakan sebuah perangkat lunak bernama Cellebrite untuk mengekstraksi data dari perangkat atau barang bukti sitaan terdakwa Jumhur Hidayat pada kasus ujaran kebencian UU Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar UI UX DESIGNER, PRODUCT RESEARCH, ESPORT BUSINESS CLASS, DIGITAL MARKETING, dan SALES & MARKETING PROFESSIONAL bersama mentor-mentor berpengalaman dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Cellebrite dikatakan dapat menelusuri rekam jejak aktivitas yang dilakukan seseorang dalam sebuah perangkat. Lalu penggunanya dapat mengambil data tersebut untuk proses analisa.

"Jadi Cellebrite itu hanya bisa menganalisa atau mengambil data dari handphone (HP), kalau HP-nya sudah dipegang oleh penyidik," ujar CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah.

Selain itu, Cellebrite juga dikatakan dapat mengembalikan data yang telah dihapus. Namun kemampuan itu bisa terjadi asalkan data yang telah dihapus tidak tertumpuk data yang baru.

Ruby berkata Cellebrite adalah sebuah software yang digunakan kepolisian untuk menganalisa forensik terhadap perangkat pintar, seperti ponsel, tablet dan perangkat lainnya.

"Cellebrite itu adalah software mobile forensik. Apa itu itu? Software yang berfungsi untuk analisa forensik terhadap mobile device atau terhadap handphone tablet, atau gadget lainnya," ucapnya.

Baca juga: Kapolri Cabut Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

Di sisi lain Ruby menjelaskan software ini berbeda dengan perangkat penyadap yang kerap digunakan buat kepentingan intelijen. Ia mengatakan Cellebrite dapat dibeli siapa saja, baik instansi pemerintahan maupun masyarakat umum.

"Software ini merupakan software umum dan komersial, siapa saja bisa beli baik itu swasta maupun instansi pemerintah. Kalau software penyadap atau intelijen mereka membatasi diri, enggak boleh dibeli oleh swasta," ucap Ruby.

Ruby juga menegaskan bahwa software ini hanya sekadar software forensik digital, bukan alat yang fungsinya melakukan penyadapan melalui jarak jauh.

"Jadi bukan software penyadap atau software intelijen. Ini cuma software forensik digital khusus untuk mobile device," tambahnya.

Cellebrite merupakan alat perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak buatan perusahaan digital intelijen Israel. Alat ini bisa mengambil data-data dari perangkat elektronik, seperti gawai, komputer, tablet, kartu penyimpan data (memory card), sampai perangkat keras penyimpan data (hard disk).

Sebelumnya, Mabes Polri dilaporkan menggunakan perangkat dan aplikasi buatan Israel tersebut untuk menyedot jejak digital Jumhur Hidayat. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Jumhur, pada Senin 5 April 2021.

(MIM)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler