Putus HP 3 Tahun! Cucu Pendiri Samsung Tembus SNU dan Bongkar Rahasianya

Yasmin Najla Alfarisi . February 10, 2026

Foto: News1

Teknologi.id -  Lim Dong-hyun, putra sulung Presiden Hotel Shilla Lee Boo-jin sekaligus cucu mendiang Chairman Samsung Lee Kun-hee, menjadi sorotan publik setelah kisah perjuangannya menembus Seoul National University (SNU) terungkap. Lim diterima di Departemen Ekonomi SNU untuk tahun akademik 2026, universitas paling bergengsi di Korea Selatan, setelah mencatat prestasi akademik konsisten sejak bangku SMP hingga SMA.

Keberhasilan tersebut ia bagikan secara langsung kepada para siswa dan orang tua dalam sebuah sesi pengarahan di kawasan pendidikan Daechi-dong, Seoul.

Jadi Pembicara di Daechi-dong, Bagikan Strategi Akademik

Menurut industri pendidikan dan laporan media lokal, Lim tampil sebagai pembicara dalam acara “Briefing Siswa SMA Kelas 1 Whimoon” yang digelar di sebuah lembaga bimbingan belajar di Daechi-dong pada 2 Desember. Acara tersebut dihadiri oleh siswa SMA Whimoon beserta orang tua mereka.

Dalam sesi itu, Lim memaparkan strategi pengelolaan nilai sekolah, metode belajar untuk CSAT (College Scholastic Ability Test), serta kiat mempertahankan keseimbangan antara nilai rapor dan ujian masuk perguruan tinggi. Materi yang disampaikannya ditujukan khusus bagi siswa kelas awal SMA yang sedang mempersiapkan jalur akademik jangka panjang.

Seorang orang tua berusia 40-an yang hadir mengaku terkesan dengan pendekatan Lim. Ia menilai Lim sebagai siswa yang menjalani kehidupan sekolah dengan sangat sungguh-sungguh dan menyebut sesi tersebut sebagai salah satu yang paling bermanfaat dibandingkan pengarahan serupa yang pernah ia ikuti. Menurutnya, Lim membuktikan bahwa pencapaian akademik tidak semata-mata ditopang latar belakang keluarga.

Baca juga: Gelar Sarjana Tak Lagi Cukup? Pengangguran Fresh Graduate AS Tembus 5,8 Persen

Materi “Life Without Regrets”

Foto: Materi sesi briefing yang disiapkan Lim Dong-hyun, Maeil Business Newspaper 

Lim secara khusus menyiapkan bahan presentasi berjudul Life Without Regrets. Materi tersebut memuat pengalaman tiga tahun bersekolah di Whimoon High School, tips menghadapi CSAT dan seleksi perguruan tinggi, serta pesan motivasi bagi para junior. Ia bahkan menyertakan contoh soal-soal yang pernah ia kerjakan sendiri sebagai ilustrasi cara berpikir dan penyelesaian masalah. Dalam pemaparannya, Lim menekankan pentingnya memahami proses belajar, bukan sekadar mengejar hasil akhir.

Ia menyebut masa persiapan CSAT sebagai periode yang tidak mudah. Namun, menurutnya, proses tersebut memberinya bukan hanya nilai tinggi, tetapi juga ketahanan mental dan disiplin yang kuat.

Bedah Strategi: Bahasa Korea dan Matematika

Untuk ujian bahasa Korea, Lim menekankan pentingnya kemampuan membaca dengan pemahaman yang akurat serta latihan berulang menggunakan soal-soal ujian tahun sebelumnya. Ia juga memperingatkan siswa agar berhati-hati terhadap soal simulasi yang disusun dengan logika lemah.

Menurut Lim, paparan berulang terhadap soal berkualitas buruk dapat membentuk kebiasaan berpikir yang salah dan berujung pada jawaban keliru. Ia menyarankan siswa membuat catatan kesalahan (incorrect answer note) sebagai cara efektif meningkatkan pemahaman dan nilai.

Sementara itu, dalam mata pelajaran matematika, Lim menekankan perlunya menyelesaikan banyak soal, terutama yang menuntut penalaran analitis. Ia menyebut bahwa latihan intensif untuk ujian internal sekolah membantunya membangun “daya tahan” matematika. Ia juga merekomendasikan latihan soal berbasis penalaran dari ujian simulasi nasional bulan Juni dan September.

Baca juga: Samsung Uji Baterai HP 20.000 mAh Berbasis Silicon Carbon, Daya Tahan Jadi Sorotan

Disiplin Ekstrem: Putus Hubungan dengan Smartphone

Dalam sesi penutup, Lim menyampaikan pesan kuat mengenai pengendalian diri. Ia secara tegas merekomendasikan pemutusan total dari smartphone dan video game selama tiga tahun persiapan ujian. Meski sulit, menurutnya kebiasaan itu sangat membantu meningkatkan konsentrasi dan keterlibatan penuh dalam belajar.

"Ini menantang, tetapi saya sangat yakin bahwa hal itu (tidak main HP dan game) sangat meningkatkan fokus dan membantu siswa memahami studi mereka sepenuhnya," kata Dong-hyun.

Ia juga mengungkap rasa puas ketika akhirnya menyelesaikan seluruh rangkaian ujian setelah tiga tahun disiplin ketat tersebut. Lim tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada guru dan teman-temannya di Whimoon High School yang mendampinginya selama masa persaingan akademik yang ketat.

Lulusan Whimoon Middle School dan Whimoon High School ini dikenal selalu berada di jajaran teratas siswa jurusan ilmu sosial, dengan kemampuan matematika yang menonjol. Ia juga akan mengikuti jejak pamannya, Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang menempuh pendidikan di Seoul National University sekitar 39 tahun lalu di jurusan sejarah Asia.

Kisah Lim Dong-hyun pun menjadi contoh bahwa di balik status keluarga konglomerat (chaebol), disiplin, ketekunan, dan pengendalian diri tetap menjadi faktor penentu dalam meraih prestasi akademik tertinggi.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar