Dari Sinovac Sampai AstraZeneca, Vaksin Mana yang Terbaik?

Fabian Pratama Kusumah . July 02, 2021

Foto: Kemkes

Teknologi.id – Saat ini tersedia vaksin COVID-19 yang beragam, mulai dari AstraZeneca, Pfizer, Sinovac, Moderna, hingga Johnson & Johnson, banyak orang semakin bertanya mana vaksin terbaik?

Menemukan vaksin terbaik tidaklah mudah. Apakah terbaik maksudnya vaksin itu bisa melindungi Anda dari penyakit serius? Melindungi dari varian-varian baru disekitar Anda?

Yang tak memerlukan banyak suntikan penguat? Yang sesuai dengan usia Anda? Atau yang lain sama sekali?

Bahkan jika kita bisa mendefinisikan apa yang disebut sebagai vaksin terbaik, Anda belum tentu bisa memperolehnya.

Faktanya sebagian besar orang di seluruh dunia akan divaksinasi dengan vaksin apa pun yang tersedia.

Yang menentukan jenis vaksin itu adalah data hasil uji klinis dan rekomendasi otoritas kesehatan atau dari rekomendasi dokter yang mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Jadi sebenarnya jawaban jujur dari pertanyaan vaksin terbaik untuk melawan Covid-19 adalah: vaksin apa pun yang tersedia untuk Anda saat ini.

Baca juga: GeNose Tak Berlaku saat PPKM Darurat, ini Syarat Lainnya

Begini penjelasannya:

Hasil uji klinis hanya sejauh ini

Anda mungkin mengira bahwa uji klinis bisa menentukan mana vaksin terbaik, terutama hasil uji klinis fase 3 yang sering jadi patokan pemerintah di dunia.

Uji semacam ini, yang biasanya melibatkan puluhan ribu orang, membandingkan jumlah infeksi Covid-19 pada orang yang sudah divaksin dan yang hanya disuntik plasebo.

Tes seperti ini akan menghasilkan apa yang disebut sebagai efikasi - seberapa manjur sebuah vaksin saat digunakan dalam lingkungan terkontrol ketat.

Dan kita tahu kemanjuran vaksin Covid-19 berbeda-beda. Dilansir dari Suara, Pfizer melaporkan kemanjurannya 95% dalam mencegah gejala, sedangkan AstraZeneca memiliki kemanjuran 62-90%, tergantung pada dosis.

Tetapi jika uji coba fase 3 kedua vaksin itu dibandingkan secara langsung, hasilnya akan kompleks karena pengujian digelar di lokasi dan waktu berbeda.

Vaksin Covid-19 yang kita peroleh saat ini bukanlah yang terakhir. Kekebalan berkat vaksin akan pudar seiring waktu, karenanya akan butuh suntikan penguat untuk menjaga imunitas.

Ada data menjanjikan dari Spanyol, bahwa mencampur vaksin yang cocok bisa memicu reaksi imun yang kuat dan aman. Jadi ini akan jadi strategi bagus untuk menjaga efektivitas vaksin seiring waktu.

Dengan kata lain, vaksin terbaik bisa jadi di masa depan bisa jadi adalah campuran vaksin yang ada saat ini ataupun vaksin yang baru dan sudah teruji.

(fpk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar