
Teknologi.id - Apple akhirnya melakukan penyesuaian harga secara global terhadap hampir seluruh lini produknya. Kenaikan ini berlaku mulai hari ini dan mencakup berbagai perangkat, mulai dari MacBook, iPad, HomePod, Apple TV, Vision Pro, hingga Mac Studio.
Di tengah kenaikan tersebut, ada satu kabar baik bagi pengguna iPhone. Seluruh seri iPhone masih dijual dengan harga lama dan belum terdampak kebijakan baru Apple.
Lantas, produk apa saja yang mengalami kenaikan harga? Apa penyebabnya? Simak penjelasan lengkap berikut.
Apple Naikkan Harga Produk Secara Global
Today's price increases from Apple could continue with the way things are headed.
Xbox is increasing console prices by 25% in August, saying that console storage and memory prices have increased by more than 2.5x and that they expect another doubling by the fall of 2027.
Tim… https://t.co/i3JQAnwL97 pic.twitter.com/krUgWlgvA6
Selama bertahun-tahun Apple dikenal mampu mempertahankan harga produknya meski biaya produksi terus meningkat. Namun, kondisi pasar saat ini membuat perusahaan asal Cupertino tersebut mengambil langkah yang jarang dilakukan.
Apple memutuskan menaikkan harga berbagai produknya sebagai dampak meningkatnya biaya komponen, terutama memori yang digunakan pada perangkat elektronik.
Kenaikan harga ini diterapkan secara global dan mulai berlaku di seluruh kanal penjualan resmi Apple.
Daftar Produk Apple yang Naik Harga
Berikut sejumlah perangkat Apple yang mengalami penyesuaian harga:
| Produk | Kenaikan Harga |
|---|---|
| HomePod mini | USD 30 (sekitar Rp540 ribu) |
| HomePod | USD 50 (sekitar Rp900 ribu) |
| Apple TV | USD 70 (sekitar Rp1,26 juta) |
| iPad | USD 100 (sekitar Rp1,8 juta) |
| iPad mini | USD 100 (sekitar Rp1,8 juta) |
| iPad Air 11 inci | USD 150 (sekitar Rp2,7 juta) |
| iPad Pro 11 inci | USD 200 (sekitar Rp3,6 juta) |
| iPad Pro 13 inci | USD 200 (sekitar Rp3,6 juta) |
| MacBook Neo | USD 100 (sekitar Rp1,8 juta) |
| MacBook Air 13 inci | USD 200 (sekitar Rp3,6 juta) |
| MacBook Pro 14 inci | USD 300 (sekitar Rp5,4 juta) |
| MacBook Pro 16 inci | USD 500 (sekitar Rp9 juta) |
| iMac | USD 200 (sekitar Rp3,6 juta) |
| Mac Studio M4 Max | USD 500 (sekitar Rp9 juta) |
| Mac Studio M3 Ultra | USD 1.300 (sekitar Rp23,4 juta) |
| Vision Pro | USD 200 (sekitar Rp3,6 juta) |
Estimasi rupiah menggunakan kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS.
Baca juga: Jangan Beli Baru! Panduan Mudah Ganti Baterai Apple AirTag Sendiri dalam 2 Menit
Mac Studio Jadi Produk dengan Kenaikan Harga Tertinggi
Produk yang mengalami kenaikan paling besar adalah Mac Studio versi M3 Ultra.
Varian dengan RAM terpadu 96 GB dan penyimpanan SSD 1 TB kini dijual USD 5.299, naik USD 1.300 atau sekitar Rp23,4 juta dibandingkan harga sebelumnya.
Sementara itu, Mac Studio M4 Max juga mengalami kenaikan sebesar USD 500 atau sekitar Rp9 juta.
MacBook dan iPad Ikut Naik
Kenaikan harga juga terjadi pada lini komputer MacBook.
Beberapa perubahan harga yang cukup mencolok antara lain:
- MacBook Neo naik USD 100
- MacBook Air 13 inci naik USD 200
- MacBook Pro 14 inci naik USD 300
- MacBook Pro 16 inci naik USD 500
Sementara untuk lini iPad:
- iPad reguler naik USD 100
- iPad mini naik USD 100
- iPad Air 11 inci naik USD 150
- iPad Pro 11 inci dan 13 inci masing-masing naik USD 200
HomePod dan Apple TV Ikut Lebih Mahal
Produk smart home Apple juga tak luput dari penyesuaian harga.
- HomePod mini kini naik USD 30.
- HomePod reguler naik USD 50.
- Apple TV menjadi salah satu yang mengalami kenaikan cukup besar, yakni USD 70.
iPhone Masih Belum Naik Harga
Di tengah kenaikan hampir semua produk Apple, iPhone menjadi pengecualian.
Seluruh lini iPhone masih dijual dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Selain iPhone, beberapa produk lain yang juga belum mengalami kenaikan harga meliputi:
- AirPods
- Apple Pencil
- Studio Display
Namun kondisi ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
Rumor iPhone 18 Bakal Ikut Naik Harga
Sejumlah analis industri menyebut Apple tengah mempertimbangkan kenaikan harga untuk generasi iPhone berikutnya, terutama iPhone 18 Pro.
Hingga kini Apple memang belum memberikan konfirmasi resmi. Namun jika rumor tersebut benar, gelombang kenaikan harga tahun ini bisa menjadi awal dari perubahan strategi harga Apple di masa mendatang.
Mengapa Apple Naikkan Harga?
Kenaikan harga produk Apple dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, khususnya harga komponen memori yang terus melonjak di pasar global.
Selama ini Apple mampu menyerap kenaikan biaya tersebut berkat rantai pasok yang kuat. Namun tekanan biaya yang semakin besar membuat perusahaan akhirnya meneruskan sebagian beban produksi kepada konsumen.
Baca juga: AppleCare+ Resmi Hadir di Indonesia, Cek Daftar Biaya Servis iPhone Hingga Mac
Apakah Harga Apple di Indonesia Akan Ikut Naik?
Walaupun Apple belum mengumumkan perubahan harga resmi untuk pasar Indonesia, kebijakan global ini berpotensi memengaruhi harga produk Apple di Tanah Air.
Selain mengikuti harga internasional, harga perangkat Apple di Indonesia juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Jika kurs rupiah melemah, bukan tidak mungkin harga MacBook, iPad, maupun perangkat Apple lainnya akan ikut mengalami kenaikan.
Kesimpulan
Apple resmi menaikkan harga hampir seluruh lini produknya secara global akibat meningkatnya biaya komponen. Produk seperti MacBook, iPad, HomePod, Apple TV, Vision Pro hingga Mac Studio kini dijual lebih mahal.
Meski demikian, iPhone masih menjadi satu-satunya lini produk utama yang belum mengalami kenaikan harga. Namun, berbagai rumor menyebut generasi iPhone berikutnya berpotensi ikut mengalami penyesuaian harga dalam waktu mendatang.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)

Tinggalkan Komentar