Arab Saudi Akuisisi EA Rp990 Triliun, EA Sports FC dan The Sims Punya Bos Baru

Teknologi.id . August 05, 2026

Foto: Generated by AI

Teknologi.id - Industri game dunia memasuki babak baru setelah Electronic Arts (EA) resmi diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin Arab Saudi. Nilai transaksi yang mencapai 55 miliar dolar AS atau sekitar Rp990 triliun menjadikannya salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah industri video game.

Kesepakatan tersebut rampung pada 4 Agustus 2026 dan membuat EA, perusahaan di balik sejumlah game populer, resmi memiliki struktur kepemilikan baru.

Baca juga: BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Resmi, Masyarakat Diminta Waspada

PIF Jadi Pemegang Kendali EA

Akuisisi dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Public Investment Fund (PIF), dana investasi milik pemerintah Arab Saudi, bersama Silver Lake dan Affinity Partners.

Dalam struktur kepemilikan baru, PIF menguasai sekitar 93,4 persen saham sehingga menjadi pemegang kendali utama Electronic Arts. Sementara Silver Lake dan Affinity Partners memegang sisa kepemilikan dengan porsi yang lebih kecil.

Transaksi ini sekaligus mengakhiri status EA sebagai perusahaan publik.

EA Resmi Keluar dari Bursa Nasdaq

Seiring rampungnya proses akuisisi, saham Electronic Arts tidak lagi diperdagangkan di bursa Nasdaq.

Artinya, EA kini beroperasi sebagai perusahaan swasta setelah bertahun-tahun menjadi salah satu perusahaan game yang tercatat di pasar modal Amerika Serikat.

Akuisisi ini juga tercatat sebagai leveraged buyout (LBO) terbesar dalam sejarah industri ekuitas swasta. Dalam skema tersebut, perusahaan menanggung pembiayaan utang sekitar 20 miliar dolar AS.

Deretan Game Populer yang Berada di Bawah EA

Electronic Arts dikenal sebagai salah satu perusahaan game terbesar di dunia dengan portofolio yang mencakup berbagai judul populer.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • EA Sports FC
  • The Sims
  • Apex Legends
  • Battlefield

Selain menerbitkan berbagai game tersebut, EA juga membawahi sejumlah studio pengembang ternama seperti BioWare dan Respawn Entertainment.

CEO EA: Siap Memasuki Babak Baru

CEO sekaligus Chairman EA, Andrew Wilson, menyambut positif selesainya proses akuisisi.

Menurutnya, kepemilikan baru memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk terus berinvestasi dalam inovasi serta menghadirkan pengalaman bermain yang lebih baik bagi para pemain di seluruh dunia.

EA juga menyebut dukungan dari investor baru akan menghadirkan modal jangka panjang, keahlian industri, dan dukungan strategis bagi pertumbuhan perusahaan.

Nama Jared Kushner Ikut Menjadi Sorotan

Selain Public Investment Fund, transaksi ini juga melibatkan Affinity Partners, perusahaan investasi milik Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski hanya memiliki porsi kepemilikan minoritas, Kushner disebut memiliki peran penting dalam proses penyelesaian transaksi. Affinity Partners sendiri sebelumnya telah menerima investasi sebesar 2 miliar dolar AS dari PIF.

Ambisi Arab Saudi di Industri Game

Akuisisi Electronic Arts memperkuat langkah Arab Saudi dalam membangun pengaruh di industri game global.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi melalui PIF memang aktif menanamkan investasi di berbagai perusahaan game dan esports.

Sebelumnya, PIF telah berinvestasi di Nintendo, mengakuisisi perusahaan game Jepang SNK, membeli Moonton, serta menjadi penyelenggara Esports World Cup yang menawarkan total hadiah terbesar di dunia.

Dengan bergabungnya Electronic Arts ke dalam portofolio investasinya, posisi Arab Saudi di industri game diperkirakan akan semakin kuat.

Baca juga: Ini 8 Olahraga yang Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang, Ada Favoritmu?

Akuisisi Terbesar dalam Industri Game

Nilai transaksi sebesar 55 miliar dolar AS menempatkan akuisisi EA sebagai salah satu kesepakatan terbesar yang pernah terjadi di industri game.

Langkah ini juga menunjukkan besarnya ambisi Arab Saudi untuk memperluas investasinya di sektor hiburan digital, setelah sebelumnya aktif membangun ekosistem esports dan berinvestasi di berbagai perusahaan game internasional.

Hingga saat ini, Electronic Arts belum mengumumkan perubahan terhadap portofolio game maupun struktur studio pengembang setelah proses akuisisi selesai.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar