Yenny Siswanto dan Tantangan Integrasi Teknologi Satu Grup Finansial Danamon

muflihmimaduddin . November 04, 2026


Dalam dua tahun terakhir, Danamon berubah dari satu bank menjadi induk sebuah grup finansial yang mencakup bank, perusahaan pembiayaan kendaraan, dan perusahaan pembiayaan konsumen. Strategi jangka menengahnya pun diberi nama "Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial".

Perubahan sebesar ini tidak hanya terjadi di struktur kepemilikan. Ia juga terjadi di sistem, data, dan aplikasi yang dipakai jutaan nasabah. Di Danamon, wilayah itu berada di bawah Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Yenny Siswanto.

Mengambil Peran di Momen Penting

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Danamon menyetujui pengangkatan Yenny Siswanto sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Digital pada 21 Maret 2025. OJK kemudian memberikan persetujuan atas pengangkatannya pada Juni 2025.

Waktunya bertepatan dengan rangkaian langkah strategis yang menjadikan Danamon sebuah grup. Artinya, tugas teknologi dan digital di Danamon tidak lagi hanya melayani satu bank, tetapi juga harus mendukung keterhubungan antarperusahaan dalam satu grup.

Dari Satu Bank Menjadi Satu Grup Finansial

  • 2025: OJK menyetujui Danamon sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional sesuai POJK 30/2024. Secara sederhana, PIKK adalah induk yang mengoordinasikan perusahaan keuangan dalam satu grup dan bertanggung jawab atas pengelolaan grup secara terintegrasi.
  • 1 Oktober 2025: Adira Finance resmi bergabung dengan Mandala Finance. Entitas gabungannya memiliki lebih dari 850 kantor cabang dan satelit, serta sekitar 2,6 juta konsumen aktif.
  • 24 Juni 2026: Danamon menjadi pemegang saham pengendali Home Credit Indonesia, sehingga ekosistemnya meluas ke segmen pembiayaan konsumen.

Per Juni 2026, Danamon mengelola aset konsolidasian sebesar Rp301,3 triliun bersama Adira Finance dan Home Credit Indonesia.

Nasabah yang Sama, Transaksi Jauh Lebih Banyak

Di sisi digital, Danamon memperbarui aplikasi D-Bank PRO ke versi 2.0 sepanjang 2025 dan terus mengembangkan Danamon Cash Connect untuk nasabah bisnis. Hasilnya, pengguna aktif kanal digital naik 7% secara tahunan, sementara volume transaksinya naik 35%.

Dua angka ini menunjukkan pola yang menarik. Pertumbuhan terbesar tidak datang dari nasabah baru, tetapi dari nasabah yang sama yang bertransaksi jauh lebih sering. Secara kasar, rata-rata transaksi per pengguna aktif naik sekitar 26% (hitungan Sagara). Fitur baru seperti QRIS lintas negara, QRIS Bayar, dan investasi obligasi sekunder di D-Bank PRO ikut menambah jalur transaksi yang harus tetap andal.

Integrasi: Pekerjaan yang Tidak Terlihat Nasabah

Saat Adira Finance dan Mandala Finance bergabung, manajemen Adira menyampaikan bahwa migrasi dilakukan bertahap selama kurang lebih satu tahun, lalu layanan digital dipusatkan di aplikasi Adiraku. Integrasinya mencakup sistem teknologi informasi, prosedur operasional, dan tata kelola, dengan syarat layanan nasabah tetap berjalan.

Danamon juga menegaskan arah teknologinya dalam Laporan Tahunan 2025: bank akan mengintegrasikan data analytics, otomatisasi, dan artificial intelligence di setiap proses operasional untuk memperkuat pengelolaan risiko, menyederhanakan proses, dan meningkatkan pengalaman nasabah.

Menurut pandangan tim riset Sagara Technology, di level grup pekerjaan teknologinya berlipat. Cakupannya antara lain:

  • Integrasi sistem dan API: menghubungkan bank, perusahaan pembiayaan, dan mitra ekosistem agar bisa saling bertukar data.
  • Data engineering: membangun gambaran nasabah yang utuh lintas perusahaan dalam grup.
  • Migrasi dan pengujian: memindahkan nasabah dan data tanpa mengganggu layanan.
  • Keamanan dan kepatuhan: memenuhi pengawasan terintegrasi sebagai PIKK.
  • Keandalan sistem: menjaga layanan tetap stabil di tengah volume transaksi yang terus naik.

Dua Prioritas, Satu Tim

Di fase integrasi, dua jenis pekerjaan berjalan bersamaan. Roadmap produk tidak bisa berhenti, karena nasabah tetap mengharapkan fitur baru. Sementara itu, pekerjaan integrasi punya tenggat dan tidak bisa ditunda. Keduanya sering bergantung pada tim engineering yang sama.

Tim riset Sagara Technology menyebut jarak antara kebutuhan dan kapasitas seperti ini execution gap. Pada fase integrasi, kapasitas yang seharusnya dipakai untuk inovasi kerap terserap untuk migrasi, rekonsiliasi data, dan pengujian.

Penutup

Danamon bukan satu-satunya yang menempuh jalan ini. POJK 30/2024 mendorong konglomerasi keuangan lain untuk menata struktur grupnya dengan cara serupa, sehingga pengalaman Danamon berpotensi menjadi rujukan bagi banyak bank berikutnya. Strategi satu grup finansial baru benar-benar terasa oleh nasabah ketika sistem di belakangnya menyatu. Di situlah peran direktorat teknologi dan digital menjadi sentral.

Sumber referensi

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar