Pada 4 Mei 2026, OCBC Indonesia menandatangani perjanjian untuk mengambil alih bisnis retail banking dan wealth management HSBC Indonesia. Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, menyebut langkah ini sebagai strategi untuk memperkuat posisi OCBC di segmen wealth management di Indonesia. Transaksinya ditargetkan rampung pada kuartal II 2027.
Dari sisi bisnis, ini adalah akuisisi. Dari sisi operasional dan teknologi, ini adalah hitung mundur menuju migrasi nasabah premium dalam skala besar. Di OCBC Indonesia, fungsi operasional dan teknologi dipimpin oleh The Ka Jit, Direktur Operations & Technology.
Hampir Tiga Dekade di Perbankan
The Ka Jit telah berkarier di industri perbankan selama hampir tiga dekade, sekitar 28 tahun, di berbagai fungsi. Dalam profil yang dimuat Kontan, perjalanan kariernya digambarkan sebagai upaya yang terus mencari ruang perbaikan.
Pengalaman lintas fungsi seperti ini relevan untuk proyek migrasi. Migrasi nasabah tidak hanya menyentuh sistem, tetapi juga proses operasional, layanan nasabah, pengelolaan risiko, dan keamanan sekaligus.
Skala yang Akan Dipindahkan
- Lebih dari 336.000 nasabah, yang selama ini dilayani lewat 26 cabang.
- Total aset kelolaan Rp89,8 triliun, terdiri dari simpanan nasabah Rp31,6 triliun dan investasi nasabah di obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp58,2 triliun.
- Portofolio small retail loans sebesar Rp3,6 triliun.
- Sekitar 1.300 karyawan yang akan bergabung ke tim wealth management OCBC.
Yang dipindahkan mencakup rekening tabungan dan investasi, kartu kredit, dan pinjaman ritel. Sampai transaksi selesai, layanan HSBC berjalan seperti biasa. Setelah itu, seluruh layanan berpindah ke OCBC.
Nasabah Wealth Kini Makin Digital
Satu data OCBC membuat migrasi ini semakin menantang. Porsi transaksi wealth management OCBC lewat kanal digital naik dari 30% pada 2024 menjadi 44% pada akhir 2025. Direktur OCBC, Johannes Husin, menyebut wealth management akan menjadi semakin digital, personal, dan inklusif.
Per Juni 2026, total aset OCBC Indonesia mencapai Rp329,5 triliun. Nilai transaksi e-channel tumbuh 15%, pengguna aktif individu naik 6%, dan pengguna aktif OCBC Business naik 23%.
Artinya, nasabah HSBC yang pindah kemungkinan besar akan menilai OCBC sejak hari pertama dari pengalaman digitalnya: apakah login berjalan lancar, apakah portofolio investasinya tampil dengan benar, dan apakah kartunya tetap bisa dipakai.
Pekerjaan di Balik Satu Tanggal Migrasi
Migrasi nasabah biasanya berujung pada satu tanggal perpindahan sistem, yang dikenal sebagai cutover. Pekerjaan untuk sampai ke tanggal itu jauh lebih panjang. Menurut pandangan tim riset Sagara Technology, sebagian besar berada di wilayah operasional dan teknologi:
- Pemetaan data: mencocokkan produk, akun, dan riwayat transaksi HSBC dengan struktur di OCBC.
- Migrasi portofolio: memindahkan kepemilikan reksa dana, obligasi, dan polis asuransi dengan saldo yang tepat.
- Migrasi kartu: memindahkan kartu kredit tanpa mengganggu transaksi nasabah.
- Uji coba berulang: latihan migrasi beberapa kali sebelum hari sebenarnya.
- Keamanan: masa transisi di industri perbankan umumnya rawan dimanfaatkan untuk penipuan berkedok pembaruan data.
- Kesiapan layanan: menyiapkan sistem dan pusat layanan untuk lonjakan login dan pertanyaan di hari-hari pertama.
Proyek Bertenggat di Tengah Roadmap yang Terus Berjalan
Migrasi punya tenggat yang tidak bisa digeser, sementara roadmap untuk nasabah OCBC sendiri tetap berjalan. Kebutuhan kapasitas untuk migrasi juga bersifat sementara: puncaknya terjadi menjelang cutover, lalu turun setelahnya. Merekrut tim tetap hanya untuk puncak sesaat sering tidak efisien, sementara tidak menambah kapasitas berisiko mengorbankan roadmap atau kualitas migrasi.
Tim riset Sagara Technology menyebut jarak antara kebutuhan dan kapasitas seperti ini execution gap.
Penutup
Konsolidasi perbankan di Indonesia terus berjalan, dan setiap akuisisi pada akhirnya adalah proyek migrasi. Nasabah tidak menilai sebuah akuisisi dari nilai transaksinya, tetapi dari apakah hari pertama mereka di bank baru berjalan lancar. Di OCBC Indonesia, pengalaman hari pertama itu akan sangat ditentukan oleh kesiapan fungsi operasional dan teknologi.
Sumber referensi
- Jabatan dan perjalanan karier The Ka Jit: Kontan Insight
- Detail akuisisi dan pernyataan Parwati Surjaudaja: Siaran pers OCBC Indonesia, 4 Mei 2026
- Cakupan produk yang dialihkan: Kontan, 4 Mei 2026
- Porsi transaksi wealth digital dan pernyataan Johannes Husin: Fortune Indonesia, 18 Juni 2026
- Kinerja semester I 2026: ANTARA, 30 Juli 2026

Tinggalkan Komentar