kabel laut merah

Foto : BNN Breaking

Teknologi.id - Tiga kabel bawah laut di Laut Merah mengalami kerusakan dan menimbulkan gangguan pada jaringan komunikasi. Kerusakan tersebut juga memaksa peralihan lalu lintas antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Mengutip pernyataan dari HGC Global, peralihan rute lalu lintas ditujukan untuk meminimalisir gangguan bagi pelanggan dan juga "memperluas bantuan kepada bisnis yang terkena dampak."

Perusahaan tersebut juga memperkirakan bahwa gangguan tersebut memengaruhi 25% lalu lintas antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Menurut HGC Global, Laut Merah merupakan rute penting untuk menghubungkan data dari Asia ke Eropa. Akibat kerusakan tersebut menyebabkan terputusnya jalur Asia-Afrika-Eropa 1, Europe India Gateway (EIG), Seacom, dan TGN-Gulf.

EIG sendiri menghubungkan Eropa, Timur Tengah, serta India dan menghitung Vodafone sebagai investor utama. Vodafone merupakan operator jaringan seluler besar di Inggris, menolak berkomentar.

Namun, HGC tidak membeberkan penyebab rusaknya kabel tersebut dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca juga : Meta Hapus Akun Facebook & Instagram Petinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kenapa?

Di sisi lain, menurut laporan berita Israel, Globes,

menyebutkan bahwa Houthi adalah dalang dibalik kerusakan kabel-kabel tersebut. Namun, pemimpin pemberontak Yaman, Abdel Malek al-Houthi, membantah tuduhan tersebut. "Kami tidak berniat menargetkan kabel laut yang menyediakan internet ke negara-negara di kawasan ini," katanya.

Houthi justru menyebut bahwa operasi militer AS dan Inggris yang menyebabkan kerusakan kabel-kabel tersebut. Namun, tidak ada bukti jelas yang dapat mendukung pernyataan tersebut.

Para pemberontak telah berulang kali menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan perairan di sekitarnya terkait perang Israel-Hamas sejak November.

Houthi menjelaskan bahwa akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai Israel untuk menghentikan operasi tempurnya di jalur Gaza. Operasi tempur itulah yang menjadi latar belakang kemarahan berbagai negara untuk menghentikan langkah Israel.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Yaman menekankan pentingnya melindungi kabel-kabel bawah laut dan harapan mereka dalam memfasilitasi hal-hal untuk memperbaiki serta memelihara kabel-kabel di bawah laut.

Kabel bawah laut adalah kekuatan tak terlihat yang menggerakkan internet, dengan banyak yang didanai dalam beberapa tahun terakhir oleh raksasa internet seperti Google, Microsoft, Amazon, dan induk Facebook, Meta

Sebagian besar perusahaan telekomunikasi besar mengandalkan beberapa sistem kabel bawah laut, yang memungkinkan mereka untuk mengalihkan lalu lintas jika terjadi pemadaman untuk memastikan layanan tidak terganggu.

Baca juga berita dan artikel yang lain di Google News

(ftn)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar