China Akui Vaksin Buatannya Kurang Ampuh

Muhammad Iqbal Mawardi . April 13, 2021

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Pemerintah China mengatakan bahwa pihaknya tengah mencoba mencampur sejumlah vaksin Corona yang berbeda. Tindakan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keampuhan dari Covid-19.

“Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi,” ucap Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu dikutip langsung dari Reuters, Minggu 11 April.

Dalam acara konferensi yang diselenggarakan di Chengdu China, Gao Fu mengeluarkan pernyataannya. Saat ini pihaknya dikabarkan tengah mempertimbangkan pencampuran vaksin Covid-19 agar bisa lebih manjur lagi.

“Inokulasi menggunakan vaksin dari jalur teknis yang berbeda sedang dipertimbangkan,” tambahnya.

Baca juga: 4 Model Vaksin Corona Baru yang Akan Segera Hadir

Gao Fu juga mengungkapkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China saat ini sudah berupaya meningkatkan proses pencampuran vaksin. Salah satu upayanya adalah dengan cara mengubah jumlah dosis dan durasi antar dosis vaksin sebagai upaya untuk menambah tingkat kemanjuran.

China saat ini dikabarkan sudah memiliki empat jenis vaksin Covid-19. Dua vaksin bermerk Sinopharm dan Sinovac rupanya telah diekspor ke luar negeri. Meskipun demikian, Sinovac dan Sinopharm dikabarkan memiliki tingkat kemanjuran yang masih berada di bawah vaksin Moderna dan Pfizer.

Tingkat efektivitas dari vaksin Sinovac dan Sinopharm diklaim hanya mampu menyentuh angka 79,4 persen dan 72,5 persen saja berdasarkan laporan sementara. Di sisi lain, vaksin Sinovac sendiri rupanya telah digunakan oleh pemerintah RI kemarin.

Meskipun demikian, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan bahwa vaksin tersebut hanya mampu mencapai tingkat kemanjuran sebesar 65,3 persen.

(MIM)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler