Beberapa Strategi Jitu Agar Bisnismu Makin Bersaing!

Onstock Indonesia . June 08, 2021

Bisnis ibarat memancing ikan. Kamu perlu bersaing dengan pemancing lain untuk mendapatkan ikan yang kamu inginkan. Untuk melakukannya, kamu bukan hanya butuh alat pancing yang mumpuni, tetapi juga umpan yang cocok dan sesuai dengan ikan buruan hingga bahkan mengetahui keberadaan dan waktu ikan muncul. Ada yang memilih memancing ikan yang ramai dikonsumsi dan mudah dipancing, ada pula yang memilih memancing dan berburu ikan yang sulit didapat.


Persaingan bisnis tergambar dengan jelas dalam analogi tersebut. Jika kamu memilih untuk menjadi pemancing ikan yang mudah dipancing, kamu harus bersaing dengan puluhan hingga ribuan pemancing lain yang berburu ikan yang sama. Jika kamu memilih untuk memancing ikan yang langka, kamu tidak akan bersaing dengan banyak orang, tetapi kamu memerlukan persiapan yang lebih dan mengetahui dengan jeli keberadaan ikan tersebut. Artinya, baik di dalam bisnis yang ramai dikonsumsi masyarakat hingga yang memiliki pasar yang kecil, kamu akan tetap menemukan persaingan dengan bisnis lain.


Lantas, kamu tentunya akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin bersaing dengan bisnis lain, terlebih jika bisnisnya serupa dengan bisnismu?



1. Temukan titik khasmu.

Strategi ini biasanya dapat diterapkan untuk bisnis yang ramai konsumennya. Mari kita ambil contoh : bisnis mie ayam di Jakarta. Ada begitu banyak bisnis dan pedagang mie ayam yang tersebar di Jakarta. Tapi, tanyakan lagi dirimu, apa yang bisnismu miliki namun tidak dimiliki oleh bisnis mie ayam lain? Kamu bisa menguliknya, mulai dari kekhasan pelayanan di bisnismu, atau bahkan kamu dapat mengembangkan resep rahasia yang membuat bisnismu dikenal memiliki cita rasa berbeda di masyarakat.


2. Menjadi Niche

Apa maksudnya niche? Artinya, kamu memilih untuk mengelola bisnis yang memiliki pasar yang tidak tergolong mass market atau memiliki persentase pelanggan yang sedikit. Namun, jika kamu berhasil menggaet mereka, maka mereka akan begitu setia dan selalu kembali kepada bisnismu. Salah satu contoh bisnis yang niche adalah Untuckit, sebuah bisnis casual shirt. Di dunia, ada begitu banyak bisnis kemeja dan ada banyak pula bisnis casual shirt. Tapi, tidak banyak yang bisa seperti Untuckit yang menyediakan casual shirt dengan variasi desain dan pilihan yang berbeda-beda. Ini adalah contoh sempurna dari bagaimana sebuah bisnis memilih niche market dan memiliki keunikan.


3. Proses Operasional yang Efektif

Salah satu cara yang bisa kamu tempuh untuk lebih bersaing, terutama di pasar yang ramai, adalah penyederhanaan proses operasional. Proses operasional yang lebih sederhana dan tidak rumit memungkinkan bisnismu untuk memproduksi barang dengan cepat, konsisten, namun tetap berkualitas. Di samping itu, jika kamu bermain di industri jasa, kamu bisa menyediakan jasamu dengan lebih mudah, efektif, dan berkualitas. Salah satu contoh paling sempurna dari metode ini adalah Amazon. Di gudang produknya, Amazon menggunakan robot untuk mengurus pesanan yang masuk dan mengelola persediaan barang dagangan. Penggunaan robot membantu Amazon untuk mengurangi human error dan mempermudah pengelolaan persediaan barang dagangan serta mempercepat pengelolaan pesanan masuk dari pelanggan Amazon.


4. Adaptasi

Zaman dan teknologi terus berkembang. Artinya, tidak semua bisnis bisa bertahan melawan arus zaman. Beberapa mungkin dapat bertahan karena memang punya kekhasan tersendiri yang tidak dapat dilawan teknologi, namun sebagian besar harus tunduk pada perkembangan zaman itu sendiri. Salah satu contoh paling tepat agar kamu dapat belajar untuk tetap beradaptasi adalah Kodak. Dulu, Kodak adalah rajanya kamera analog. Pangsa pasarnya adalah yang terbesar di dunia pada era 70an. Namun, semenjak kamera digital mulai muncul ke permukaan, Kodak perlahan mulai kehilangan tajinya. Ini dikarenakan para pesaingnya mulai berpindah kepada teknologi kamera digital, sementara Kodak masih jumawa akan kesuksesan bisnisnya di kamera analog.

Bisnis memang tidak mudah, dan tidak akan pernah. Industri apapun yang kamu pilih, pasar apapun yang kamu masuki, kamu butuh strategi yang jita untuk membantu kamu menancapkan tonggak bisnismu di industri dan pasar tersebut. Ingat, jika kamu masuk pasar yang ramai konsumen, kamu akan bertemu dengan bisnis lain yang serupa dengan apa yang kamu buat, dan kamu perlu titik yang membedakan bisnismu dengan bisnis mereka. Jika kamu memasuki pasar yang niche atau persentase pelanggan lebih sedikit dari mass market, kamu harus benar-benar matang dan siap dalam eksekusinya.

teknologi id bookmark icon
author

Onstock Indonesia

Onstock Indonesia

Berita Terpopuler