Project S TikTok: Dampak Potensial pada Ritel Lintas Batas dan Bisnis Lokal

Lulua Ashila Wardhono . July 17, 2023


Teknologi.id - TikTok, salah satu platform media sosial populer, baru-baru ini mendapat sorotan karena inisiatif dan pengembangan proyek baru yang dikenal sebagai "Project S".


Proyek ini bertujuan untuk memungkinkan penjualan langsung dengan produk ritel yang berafiliasi dengan perusahaan induknya, ByteDance, di dalam aplikasi TikTok. Saat ini, Project S sedang diuji coba di Inggris dengan fitur "Trendy Beat.”


Namun, perkembangannya Proyek S telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk Amin Ak, anggota Komisi VI DPR RI. Artikel ini akan mengulas analisis mendalam mengenai Project S dan potensi dampaknya terhadap ritel lintas batas dan bisnis lokal.


Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Indonesia, telah mengungkapkan kekhawatiran terkait Project S ini. Ia menyoroti potensi aktivitas bisnis lintas batas yang difasilitasi melalui Project S, yang saat ini sedang diuji coba di Inggris. Teten berpendapat bahwa Project S dapat menjadi ancaman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, karena adanya kemungkinan dimana aplikasi TikTok digunakan untuk menjual produknya secara langsung.


Sebagai tanggapan, TikTok Indonesia telah menyatakan bahwa Project S tidak akan tersedia di negara ini. Pernyataan resmi dari TikTok Indonesia yang diterima oleh berbgai sumber, termasuk KompasTekno pada 13 Juli 2023 menyebutkan bahwa inisiatif e-commerce, TikTok Shop Project S, tidak akan diperkenalkan di Indonesia dalam waktu yang dapat diprediksi. Namun, alasan spesifik di balik keputusan ini tetap tidak diungkapkan.


Baca Juga Cara Dapat Uang dari Tiktok yang Mudah Dilakukan Pemula

Analisis Mendalam dan Kekhawatiran Terkait Project S TikTok di Indonesia

Terkait bisnis lintas batas yang disebutkan oleh Teten, TikTok menjelaskan bahwa saat ini tidak ada transaksi lintas batas yang terjadi di TikTok Shop Indonesia. Dengan kenyataan ini, berarti tidak ada penjual asing atau penjual dari luar Indonesia yang beroperasi di platform tersebut. Jika ada produk asing yang dijual, kemungkinan besar penjual lokal memperolehnya melalui impor.


Praktik semacam ini tidak dilarang di TikTok, karena termasuk hak prerogatif penjual, seperti halnya platform e-commerce lainnya. TikTok menekankan komitmennya untuk mendukung penjual lokal dan UMKM di Indonesia serta menyatakan akan terus berinvestasi di negara ini. Namun, investasi ini tidak berkaitan dengan Project S. Sebaliknya, upaya investasi TikTok terealisasi melalui program TikTok Jalin Nusantara. Program ini bertujuan untuk menyediakan akses internet di daerah pedesaan, yang berkontribusi dalam mengatasi kesenjangan digital.


Seperti yang disebutkan sebelumnya, Project S saat ini sedang diuji coba di Inggris. Proyek ini menghasilkan fitur belanja baru dalam TikTok yang disebut "Trendy Beat". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjelajahi dan membeli produk secara langsung melalui aplikasi TikTok. Meskipun detail spesifik mengenai Project S dan tujuan jangka panjangnya tidak diungkapkan, kehadirannya di Inggris menunjukkan minat TikTok dalam memperluas kemampuan e-commerce-nya dan memanfaatkan basis pengguna yang besar untuk keperluan ritel.


Jika Project S diperkenalkan di Indonesia, hal tersebut berpotensi mengganggu lanskap ritel dan berdampak pada bisnis lokal. TikTok akan bersaing langsung dengan pengecer lokal dan platform e-commerce dengan memungkinkan penjualan langsung produk. Persaingan ini dapat menimbulkan tantangan bagi UMKM yang mengandalkan platform tersebut untuk mencapai pelanggan dan menghasilkan pendapatan. Selain itu, dengan adanya kemampuan ritel lintas batas, persaingan bagi bisnis Indonesia dapat meningkat, karena penjual asing dapat memanfaatkan basis pengguna TikTok yang besar untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Baca Juga Cara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa Aplikasi

Meskipun TikTok Indonesia telah menyatakan bahwa Project S tidak akan diperkenalkan di negara ini, kekhawatiran tetap ada mengenai potensi dampak terhadap ritel lintas batas dan bisnis lokal. Pendahuluan Project S di Inggris dan fase pengujian yang sedang berlangsung menunjukkan ambisi TikTok untuk memperluas kemampuan e-commerce-nya. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap ritel online, penting bagi pembuat kebijakan, pemangku kepentingan industri, dan bisnis untuk secara cermat memantau perkembangan seputar Project S dan memastikan adanya lingkungan yang adil dan kompetitif yang mendukung pertumbuhan bisnis lokal sambil mendorong persaingan yang sehat di sektor ritel.


Baca berita dan artikel lainnya di Google News. 


(law) 

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar