Pecinta Drama Pendek Merapat! TikTok Luncurkan PineDrama, Era Baru Hiburan

Irmanon Riandina . January 19, 2026


Foto : Tiktok

Teknologi.id
- Menonton drama kini tak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam. Di tengah gaya hidup serba cepat, format hiburan pun ikut berevolusi. Setelah sukses mendominasi dunia video pendek, TikTok kembali membuat gebrakan di dunia hiburan digital. Platform yang identik dengan video singkat ini ternyata diam-diam meluncurkan aplikasi baru bernama PineDrama, sebuah aplikasi yang khusus menyajikan drama pendek atau micro drama. Langkah ini menandai keseriusan TikTok untuk melangkah lebih jauh dari sekadar platform hiburan video pendek, menuju video dengan cerita yang memiliki episode dan berkelanjutan.

Saat ini, PineDrama sudah tersedia di Amerika Serikat dan Brasil, serta dapat diunduh melalui perangkat iOS dan Android. Meski masih dalam tahap awal, kehadirannya langsung menarik perhatian, terutama di kalangan pecinta drama yang menginginkan tontonan cepat namun tetap memiliki alur cerita jelas.

Drama Mikro, Cerita Singkat tapi Berkelanjutan

Konsep utama PineDrama adalah “drama mikro”, yakni serial fiksi yang dikemas dalam episode super singkat dengan durasi sekitar satu menit. Format ini terasa familiar bagi pengguna TikTok karena mengusung pengalaman menonton vertikal yang cepat dan intuitif. Bedanya, setiap episode saling terhubung dan membangun cerita berkesinambungan, bukan potongan konten lepas.

Dengan durasi yang ringkas, PineDrama menyasar penonton yang ingin menikmati cerita di sela-sela aktivitas, tanpa perlu meluangkan waktu lama seperti menonton serial konvensional dengan durasi 30-60 menit. Pendekatan ini sejalan dengan kebiasaan konsumsi konten yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan akses.

Menariknya, PineDrama saat ini dapat diakses secara gratis tanpa iklan. Pengguna bisa menikmati seluruh konten tanpa gangguan, meski bukan tidak mungkin skema monetisasi akan diperkenalkan di kemudian hari. Peluncuran aplikasi ini pertama kali terungkap melalui laporan Business Insider. Keputusan menghadirkan pengalaman bebas iklan di tahap awal dinilai sebagai strategi untuk menarik basis pengguna dan membangun kebiasaan menonton sebelum model bisnis diterapkan.

Baca juga: Teknologi Konten Digital dan Tren Video Unboxing di Platform TikTok

Fitur Penunjang Pengalaman Menonton

PineDrama tidak hanya mengandalkan konten, tetapi juga menghadirkan fitur yang mendukung kenyamanan pengguna. 

  • Tab “Temukan”, penonton dapat menjelajahi drama berdasarkan kategori “Semua” atau “Sedang Tren”, lengkap dengan rekomendasi tanpa batas yang dipersonalisasi sesuai preferensi tontonan.
  • Riwayat Tontonan untuk melanjutkan episode terakhir,
  • Menu Favorit untuk menyimpan serial pilihan, serta
  • Kolom komentar sebagai ruang interaksi antarpenonton.
  • Mode layar penuh tanpa teks dan bilah samping. Bagi yang ingin fokus penuh pada cerita, opsi ini bisa digunakan.

Dari sisi konten, PineDrama menawarkan beragam genre yang bisa disesuaikan dengan selera penonton, mulai dari romantis, thriller, hingga drama keluarga. Variasi genre ini tentunya bisa menurunkan tingkat kebosanan akan suatu genre tertentu.

Baca juga: Mendunia! Lagu Indo "Stecu Stecu" Kalahkan Coldplay di Top Chart TikTok

Jika dilihat lebih jauh platform drama mikro sendiri sudah bermunculan dan populer seperti ReelShort dan DramaBox. Munculnya PineDrama dari TikTok secara langsung menandakan adanya persaingan antar platform drama mikro. Persaingan ini terjadi di tengah pertumbuhan pesat industri drama mikro. Menurut laporan Variety, sektor ini diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga US$26 miliar per tahun pada 2030. Angka tersebut menunjukkan potensi besar dari format cerita singkat yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Belajar dari Kegagalan Quibi

Foto : 123rf

Meski prospeknya menjanjikan, format drama pendek bukan tanpa risiko. Pada tahun 2020, Quibi, platform video pendek besutan Jeffrey Katzenberg dengan pendanaan fantastis, gagal bertahan meski telah dibintangi aktor Hollywood papan atas. Perbedaannya, Quibi mengandalkan produksi drama yang mahal, sementara platform drama pendek lain seperti ReelShort dan DramaBox justru sukses dengan biaya yang rendah, tempo cepat, dan cerita yang dikemas dengan emosional.

Dengan PineDrama, TikTok tampaknya belajar dari dinamika tersebut. Mengandalkan pemahaman mendalam soal perilaku pengguna dan distribusi konten vertikal, TikTok berupaya memperluas dominasinya dari platform video pendek menjadi pemain baru di industri hiburan digital berbasis cerita pendek berserial. Lewat aplikasi terbarunya, TikTok siap membuka babak baru dalam industri drama pendek digital. Bagi pecinta drama pendek, ini bisa jadi awal dari era tontonan baru yang lebih ringkas, adiktif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini. 

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(IR/ZA)


author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar