220 Juta iPhone Terancam Malware Darksword, Segera Update iOS!

Algis Akbar . April 17, 2026


Foto: Apple.com

Teknologi.id – Keamanan pengguna iPhone di seluruh dunia kini tengah berada dalam ancaman serius. Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber Lookout, iVerify, dan Google mengungkapkan adanya serangan malware berbahaya bernama Darksword yang menargetkan ratusan juta perangkat Apple. Selain Darksword, peneliti juga mengidentifikasi adanya spyware terpisah bernama Coruna yang memiliki kemampuan serupa dalam mencuri informasi sensitif milik pengguna.

Ancaman ini bukan sekadar teori, karena jalur eksploitasi tersebut telah terverifikasi dan jatuh ke tangan entitas kriminal yang fokus pada pembobolan keamanan. Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia dilaporkan menjadi salah satu target utama serangan ini, selain Arab Saudi, Turki, dan Ukraina. Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa reputasi keamanan tinggi yang dimiliki Apple tetap memiliki celah jika pengguna lalai dalam memperbarui sistem operasi mereka.

Ratusan Juta Perangkat Rentan Terhadap Malware Darksword

Berdasarkan analisis mendalam dari iVerify dan Lookout, malware Darksword ditemukan menyerang perangkat iPhone yang masih menjalankan iOS 18.4 hingga iOS 18.6.2.

Data menunjukkan angka yang fantastis sekaligus mengkhawatirkan, di mana sekitar 220 juta hingga 270 juta iPhone di seluruh dunia diperkirakan masih menggunakan versi perangkat lunak yang rentan tersebut. Para korban umumnya terinfeksi setelah mengunjungi salah satu dari puluhan situs web tertentu yang telah disusupi kode berbahaya.

Serangan ini sangat spesifik dan terorganisir, bahkan diduga memiliki keterkaitan dengan vendor pengawasan komersial tertentu. Meskipun iOS 18 merupakan sistem operasi yang cukup modern saat diluncurkan pada 2024, evolusi ancaman siber yang sangat cepat membuat versi tersebut kini dianggap usang dan tidak lagi mampu membendung serangan malware pintar seperti Darksword. Hal ini menunjukkan bahwa penundaan update perangkat lunak bisa berdampak fatal bagi privasi digital pengguna.

Baca juga: Update iOS 26.4 Rilis di Indonesia! Playlist AI, Emoji Baru, dan Keamanan Ketat

iOS 26 dan Pentingnya Pembaruan Sistem Keamanan


Foto: Liputan6.com

Menanggapi ancaman ini, pihak Apple memberikan pernyataan tegas bahwa satu-satunya cara efektif untuk menghentikan serangan tersebut adalah dengan melakukan pembaruan perangkat lunak.

Apple kini telah merilis iOS 26, sebuah sistem operasi generasi terbaru yang tidak hanya memperkenalkan desain revolusioner bernama "liquid glass", tetapi juga membawa tambalan keamanan (security patch) kritis yang dirancang khusus untuk mematikan jalur eksploitasi Darksword dan Coruna.

Juru bicara Apple menekankan bahwa kerentanan ini hanya terjadi pada perangkat yang menjalankan software versi lama. Dengan memperbarui ke iOS 26, pengguna akan mendapatkan perlindungan berlapis yang lebih kuat terhadap upaya peretasan terbaru.

Pembaruan perangkat lunak secara berkala tetap menjadi langkah paling krusial bagi setiap pemilik perangkat Apple untuk menjaga integritas data pribadi mereka di tengah lanskap ancaman siber yang semakin kompleks pada tahun 2026.

Baca juga: iOS 26.3: Kini Pindah Data ke Android Lebih Cepat, Cukup Tempelkan Perangkat!

Langkah Mitigasi Bagi Pengguna iPhone di Indonesia

Bagi para pengguna iPhone di Tanah Air, sangat disarankan untuk segera mengeksplor menu pengaturan dan memeriksa versi perangkat lunak yang sedang digunakan. Jangan abaikan notifikasi pembaruan yang muncul pada perangkat Anda. Selain melakukan update ke iOS 26, hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mengunjungi situs web yang mencurigakan guna meminimalisir risiko infeksi malware secara tidak sengaja.

Kesadaran akan keamanan siber harus terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya teknologi seluler. Inovasi yang hadir di tahun 2026 ini memastikan bahwa keamanan perangkat bukan hanya tanggung jawab produsen, melainkan juga kedisiplinan pengguna dalam merawat sistem operasi mereka. Dengan menjaga perangkat tetap diperbarui, kita turut berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi kemajuan teknologi di Indonesia.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News



(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar