Israel Bunuh Pekerja Internet, Gaza Lumpuh Total Selama Seminggu

Teknologi.id . January 20, 2024
internet Gaza
Foto: NPR


Teknologi.id - Jalur Gaza mengalami masa sulit selama tujuh hari berturut-turut karena lumpuhnya internet dan akses telekomunikasi. Situasi ini merupakan yang terpanjang sejak perang antara Israel dan kelompok Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.

Penyedia layanan internet utama di wilayah tersebut, Paltel, pada 12 Januari lalu mengumumkan bahwa layanan telekomunikasi di Jalur Gaza telah mati total. Hal ini disebabkan oleh agresi yang terus menerus terjadi di daerah tersebut.

Menurut data dari CloudRadar, terjadi penurunan drastis dalam trafik data, yang menunjukkan dampak langsung dari serangan berkelanjutan. Serangan bom Israel yang terus dilancarkan di Gaza membuat akses telekomunikasi menjadi sangat sulit. Dari 12 penyedia layanan yang beroperasi di Gaza, semuanya mengalami kelumpuhan secara berkala sejak Oktober 2023.

Lumpuhnya akses internet menjadi tambahan penderitaan bagi warga Gaza. Upaya dari PBB dan lembaga kemanusiaan untuk membantu 2 juta warga Gaza menjadi sia-sia. Saat ini, sekitar 85% dari mereka berada dalam kondisi kelaparan, trauma, dan tak berdaya.

Baca juga: Huawei Bikin Internet Satelit Mirip Starlink, Kecepatannya Bikin Melongo!

Situasi ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Sejak Oktober 2023 hingga Januari 2024, internet di Gaza telah mati total beberapa kali.

Peristiwa terakhir yang memicu matinya internet di Gaza adalah pembunuhan dua pekerja Jawaal, sebuah perusahaan penyedia layanan Palestina.

Mereka tewas akibat serangan rudal Israel yang menargetkan mobil Jawaal pada 13 Januari. Saat itu, mereka sedang berusaha memperbaiki akses internet yang terputus di Khan Yunis.

"Selama lebih dari 100 hari, Gaza terus mengalami gangguan internet. Masyarakat sekarang merasakan lumpuhnya internet secara total. Mereka tidak dapat membagikan informasi tentang apa yang terjadi di sekitar mereka," ujar Kassem Mnejja, seorang Campaigner di Access Now.

Direktur Kebijakan dan Advokasi Access Now, Marwa Fatafta, menyerukan tindakan dari komunitas internasional untuk mengakhiri konflik ini.

"Lumpuhnya internet menjadi penentu hidup dan mati di Gaza. Sangat tidak pantas mempermainkan konektivitas di tengah kekerasan dan penderitaan masyarakat di sana," tegasnya.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Share :