Bak Film Star Wars, China dan AS Saling Rebut Klaim Teritori di Bulan

Muhammad Akhtar Jabbaran . January 04, 2023

Sumber Foto: Independent UK

Teknologi.id - Direktur NASA mengatakan bahwa China dapat mengklaim bulan sebagai wilayahnya sendiri jika mengalahkan AS dalam perlombaan ke permukaan bulan dalam kurun waktu 2 tahun kedepan.

Dalam sebuah wawancara dengan media internasional, Politico, Direktur NASA Bill Nelson mengatakan ekspansi militer China di Laut China Selatan merupakan indikator dari apa yang mungkin terjadi di bulan. 

Nelson berkata: "Itu adalah fakta: kita berada dalam perlombaan luar angkasa. Dan memang benar bahwa kita lebih baik berhati-hati agar mereka tidak sampai ke suatu tempat di bulan dengan kedok penelitian ilmiah. Dan itu tidak di luar bidang kemungkinan yang mereka katakan, 'Jangan keluar, kami di sini, ini wilayah kami.' "Jika Anda meragukannya, lihat apa yang mereka (dibaca: China) lakukan dengan Kepulauan Spratly."

Baca juga: 4 Startup yang Punya Program Magang!


Foto-foto udara yang diterbitkan baru-baru ini menunjukkan instalasi militer baru di Kepulauan Spratly, sebuah kepulauan yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

NASA menyelesaikan misi Artemis 1 pada bulan November, yang melibatkan menerbangkan pesawat ruang angkasa tak berawak Orion mengelilingi Bulan. Misi tersebut mendahului Artemis 3, yang bertujuan untuk mendaratkan astronot di permukaan bulan pada tahun 2025.

China baru saja menyelesaikan proyek stasiun ruang angkasa barunya, Tiangong, dan pada bulan November, meluncurkan awak taikonaut menuju stasiun tersebut. Beijing berencana untuk meluncurkan tiga misi ke bulan selama dekade berikutnya sebagai bagian dari program bulan Chang'e, setelah mengatakan telah menemukan mineral bulan baru yang dapat digunakan sebagai sumber energi.

Tapi yang menjadi kekhawatiran utama dari para dewan direksi di NASA adalah program luar angkasa China yang agresif, t Pada bulan Desember, pemerintah China menjabarkan visinya untuk upaya yang lebih ambisius seperti membangun infrastruktur di ruang angkasa dan menciptakan sistem tata kelola ruang angkasa.

Nelson mengatakan kepada Politico bahwa China telah menikmati "kesuksesan dan kemajuan luar biasa" dalam program luar angkasanya selama dekade terakhir.

NASA bekerja sama dengan SpaceX milik Elon Musk dalam misi Artemis 3. Nelson mengatakan kepada Politico: "Saya mengajukan pertanyaan setiap hari: 'Bagaimana kemajuan SpaceX?' Dan semua manajer kami memberitahu saya bahwa mereka memenuhi semua pencapaian mereka."

Selain itu, menurut Nelson, Cina, seperti Amerika Serikat terlibat dalam Perjanjian Luar Angkasa antara negara adidaya di dunia  yang melarang negara membuat klaim teritorial pada benda langit manapun, termasuk bulan.

Tapi dia setuju mungkin ada persaingan antara Washington dan Beijing untuk "tempat pendaratan dan sumber daya yang terbatas" di permukaan bulan.

Hal ini juga mengindikasikan adanya tanda-tanda untuk berlomba dalam mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di bulan yang nantinya akan diperebutkan oleh AS dan China. Tentunya mimpi George Lucas dalam Star Wars akan sangat mungkin untuk terwujud dalam beberapa dekade kedepan. Namun, yang membedakannya hanyalah kali ini peperangan tidak terjadi antara alien dan manusia—melainkan antara AS dan China yang sedang bersitegang dalam akhir-akhir ini.

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar Jadi TikTok Affiliate untuk Solusi Tambah Pemasukan

(MAJ)

Share :