Siap Saingi ChatGPT, Elon Musk Rilis AI Bot yang Hobi Bercanda, "Grok"

Tiara Qonita Hayashi Fazrin . November 06, 2023

Foto: Kirsty Wigglesworth / POOL / AFP

Teknologi.id - Elon Musk, yang dikenal sebagai tokoh besar dalam teknologi, baru-baru ini merilis chatbot AI bernama Grok melalui perusahaannya yang bernama xAI. Ini adalah langkah penting dalam dunia kecerdasan buatan (AI) yang mencoba bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Meta, dan OpenAI.

Apa itu Grok? Grok adalah chatbot AI yang berbeda dari yang lain. Chatbot ini memiliki akses langsung ke informasi terbaru dari platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Ini berarti Grok bisa memberikan jawaban lebih baru daripada chatbot lain yang mengandalkan data lama dari internet. Satu hal yang menonjol dari Grok adalah kepribadiannya yang unik. Chatbot ini suka menggunakan sarkasme dan humor dalam responnya, menjadikannya lebih menarik dan menghibur.

Grok juga siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dihindari oleh chatbot lain. Ini berarti Grok bisa memberikan jawaban pada pertanyaan-pertanyaan yang cenderung "pedas" atau kontroversial. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa Grok bisa menyebarkan informasi yang salah tanpa memperhatikan dampaknya.

Yang menarik adalah, Grok dikembangkan dalam waktu yang sangat singkat, hanya dua bulan. Ini menunjukkan bahwa pesaing baru dalam dunia AI mulai mengejar ketertinggalan dari perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI yang merilis chatbot terobosan, ChatGPT, hampir setahun yang lalu.

Pengguna platform X sekarang dapat mendaftar untuk mencoba Grok. Chatbot ini akan menjadi salah satu fitur yang tersedia bagi pelanggan yang berlangganan layanan "Premium+" di X, dengan biaya sekitar $16 per bulan, setelah melewati periode pengujian yang belum ditentukan.

Pengembangan Grok ini juga terjadi seiring dengan upaya Musk untuk meningkatkan keterlibatan dan penjualan di platform X. Setelah pembelian Twitter pada tahun 2022, platform ini mengalami penurunan pendapatan akibat kekhawatiran pengiklan tentang kebijakan moderasi kontennya. Dalam upayanya untuk menjaga daya tarik platformnya, Musk meluncurkan Grok sebagai salah satu fitur unggulan.

Baca juga: Elon Musk Prediksi AI akan Ambil Alih Pekerjaan dan Manusia Kerja Jika Mau

Namun, seperti halnya dengan perkembangan AI lainnya, penggunaan chatbot seperti Grok tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Para ahli memperingatkan bahwa chatbot memiliki potensi untuk menampilkan bias atau menyebarkan materi yang berbahaya serta informasi yang salah, yang dikenal sebagai "hoaks". Para pesaing di ruang AI juga telah menghadapi tantangan serupa dalam upaya menjaga keamanan dan kualitas respon dari chatbot mereka.

Pengembangan AI yang lebih canggih dan terkini, bersama dengan responsibilitas yang cermat dalam memitigasi potensi risiko, akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam menghadirkan teknologi AI yang bermanfaat dan aman bagi semua pengguna. Selain itu, regulasi yang tepat juga akan memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan teknologi AI di masa depan. Dalam hal ini, Grok adalah langkah besar dalam perjalanan eksplorasi AI yang penuh tantangan dan potensi.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(tqhf)

Share :