
Foto: Freepik
Teknologi.id – Mengantisipasi persaingan industri kecerdasan buatan (AI) yang semakin memanas, OpenAI dikabarkan tengah mempersiapkan strategi penetapan harga baru untuk layanan chatbot unggulannya. Berdasarkan bocoran terbaru, perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman tersebut sedang mengembangkan paket langganan kelas menengah bernama ChatGPT Pro Lite dengan banderol harga US$100 atau sekitar Rp1,6 juta per bulan.
Rencana peluncuran paket ini pertama kali diendus oleh seorang pengembang dan reverse engineer AI, Tibor Blaho. Melalui investigasinya terhadap kode front-end pada aplikasi web ChatGPT, Blaho menemukan sejumlah referensi yang secara eksplisit menyebutkan opsi langganan "Pro Lite" lengkap dengan nominal harganya, meski halaman pembayarannya (checkout) masih berstatus draf.
Mengisi Jurang Ekstrem Antara Paket Plus dan Pro

Foto: TestingCatalog
Kehadiran ChatGPT Pro Lite dinilai sebagai langkah strategis OpenAI untuk mengisi celah harga yang terlampau jauh pada matriks langganan mereka saat ini.
Seperti diketahui, OpenAI saat ini menawarkan paket Plus seharga US$20 (sekitar Rp315 ribu) per bulan, dan langsung melompat drastis ke paket *Pro* yang dibanderol US$200 (sekitar Rp3,1 juta) per bulan. Loncatan harga yang mencapai sepuluh kali lipat ini kerap menuai kritik dari basis pengguna setia mereka.
Banyak pengguna aktif harian—seperti pekerja lepas (freelancer), peneliti, dan pembuat konten—yang merasa batas penggunaan (usage caps) pada paket Plus terlalu membatasi produktivitas mereka. Di sisi lain, mereka enggan merogoh kocek hingga US$200 untuk paket Pro karena dirasa terlalu mahal jika tidak digunakan untuk skala operasional bisnis besar. Paket Pro Lite di harga US$100 ini diharapkan menjadi jalan tengah (middle-ground) yang rasional bagi kategori power user tersebut.
Baca juga: Kisah AI.com: Dibeli Saat Usia 10 Tahun, Kini Jadi Aset Digital Termahal di Dunia
Fokus pada Kapabilitas 'Deep Thinking' dan Pemrograman
Meskipun OpenAI belum memberikan konfirmasi atau pengumuman resmi terkait spesifikasi pasti dari Pro Lite, bocoran kode mengindikasikan bahwa paket ini bukan sekadar versi "murah" dari Pro, melainkan sebuah peningkatan praktis dari Plus.
Paket seharga Rp1,6 juta ini diproyeksikan akan menawarkan kuota yang jauh lebih longgar untuk akses ke model penalaran mendalam (deep thinking). Selain itu, langganan ini disebut-sebut akan memberikan akses prioritas berkecepatan tinggi ke agen pemrograman Codex, yang tentunya akan sangat memikat para pengembang perangkat lunak (developer) yang mengandalkan arsitektur AI untuk menulis atau mengevaluasi baris kode setiap harinya.
Baca juga: Resmi! OpenAI Uji Iklan di ChatGPT, Jamin Tak Bakal Ganggu Kualitas Jawaban AI
Respons Terhadap Agresivitas Kompetitor
Keputusan OpenAI untuk menambah variasi harga ini juga tidak lepas dari tekanan para pesaingnya. Kompetitor utama seperti Anthropic sebelumnya telah lebih dulu mengamankan segmen harga ini dengan merilis paket Claude Max seharga US$100 per bulan, yang menawarkan batas penggunaan hingga lima kali lipat lebih banyak dibandingkan langganan standar mereka.
Hingga berita ini diturunkan, OpenAI belum merilis jadwal resmi peluncuran ChatGPT Pro Lite. Namun, menilik dari rekam jejak akurasi temuan Tibor Blaho sebelumnya, serta pola iterasi cepat yang biasa dilakukan OpenAI, tidak menutup kemungkinan paket kelas menengah ini akan segera diluncurkan ke publik dalam beberapa minggu ke depan.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)