
Foto: 9TO5Google
Teknologi.id – Persaingan di pasar aksesori pintar (smart accessories) global kembali memanas. Setelah sekian lama didominasi oleh Apple dengan AirTag dan Samsung dengan Galaxy SmartTag, raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, akhirnya resmi terjun ke gelanggang pelacak benda (item tracker).
Melalui sebuah acara peluncuran produk ekosistem yang digelar pada pertengahan Februari 2026, perusahaan secara resmi memperkenalkan Xiaomi Tag. Perangkat mungil ini hadir sebagai jawaban bagi jutaan pengguna Android—khususnya basis penggemar setia Xiaomi (Mi Fans)—yang selama ini mendambakan solusi pelacakan aset yang terintegrasi, andal, namun tetap ramah di kantong.
Peluncuran ini menandai langkah strategis Xiaomi untuk melengkapi portofolio Artificial Intelligence of Things (AIoT) mereka yang sudah sangat masif, mulai dari peralatan rumah tangga hingga kendaraan listrik.
Desain Minimalis dengan Spesifikasi "Flagship"

Foto: YugaTECH
Secara visual, Xiaomi Tag mengusung filosofi desain yang praktis namun elegan. Berbeda dengan kompetitornya yang sering kali memerlukan aksesori gantungan tambahan yang dijual terpisah, Xiaomi Tag dirancang dengan lubang lanyard bawaan. Ini memungkinkan pengguna untuk langsung menggantungkannya pada kunci, tas, atau koper tanpa perlu membeli casing tambahan, sebuah keputusan desain yang dinilai sangat "pro-konsumen".
Di balik kemasannya yang ringkas, Xiaomi menyematkan teknologi pelacakan terkini. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan konektivitas Bluetooth 5.3 Low Energy untuk jangkauan standar, tetapi juga dikabarkan mendukung teknologi Ultra-Wideband (UWB) pada varian tertentunya.
Teknologi UWB ini menjadi fitur kunci yang memungkinkan "Precision Finding" atau pencarian presisi. Fitur ini memandu pengguna menuju lokasi barang yang hilang dengan akurasi hingga hitungan sentimeter, menampilkan arah panah dan jarak real-time di layar ponsel pintar mereka, mirip dengan pengalaman yang ditawarkan oleh ekosistem Apple.
Baca juga: Xiaomi Rilis Redmi Buds 8 Lite dan Kacamata Mijia, Ini Harga dan Spesifikasinya!
Kekuatan Jaringan "Crowdsourced" Xiaomi
Nilai jual utama dari sebuah smart tracker bukan hanya pada perangkat kerasnya, melainkan pada seberapa luas jaringan pelacakannya. Xiaomi Tag memanfaatkan jaringan "Find My Device" milik Google serta integrasi mendalam dengan aplikasi Mi Home.
Dengan ratusan juta perangkat Xiaomi yang aktif di seluruh dunia, Xiaomi Tag memiliki keuntungan jaringan crowdsourced yang masif. Cara kerjanya sederhana namun cerdas: jika Anda kehilangan tas di tempat umum, sinyal Bluetooth dari Xiaomi Tag Anda akan ditangkap secara anonim dan terenkripsi oleh ponsel Xiaomi milik orang lain yang kebetulan lewat di dekatnya. Ponsel tersebut kemudian akan mengirimkan lokasi tas Anda ke server, yang kemudian diteruskan ke ponsel Anda.
Proses ini berjalan di latar belakang tanpa mengganggu pengguna lain dan tanpa memakan data yang signifikan, menciptakan jaring pengaman global yang efektif untuk menemukan barang yang hilang di luar jangkauan Bluetooth pribadi.
Ketahanan Baterai dan Durabilitas
Untuk urusan daya, Xiaomi Tag ditenagai oleh baterai koin CR2032 yang dapat diganti oleh pengguna (user-replaceable). Baterai jenis ini diklaim mampu bertahan hingga satu tahun penuh dalam penggunaan normal. Xiaomi juga merancang mekanisme penggantian baterai yang mudah namun tetap aman dari jangkauan anak-anak.
Dari segi ketahanan fisik, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP67/IP68. Artinya, Xiaomi Tag tahan terhadap debu dan mampu bertahan hidup meski terendam air tawar hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Fitur ini sangat krusial mengingat skenario penggunaan pelacak yang sering kali terpapar elemen luar ruangan, seperti hujan atau tumpahan air.
Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan speaker internal yang cukup lantang. Pengguna dapat memicu suara "bip" melalui aplikasi untuk menemukan kunci yang terselip di balik sofa atau tumpukan bantal dengan mudah.
Baca juga: Anti-Hilang! Xiaomi Rilis Smartwatch Anak yang Bisa Tahu Posisi Lantai Real-Time
Harga Agresif: Strategi Klasik Xiaomi
Seperti yang sudah diprediksi banyak analis, Xiaomi kembali memainkan kartu as-nya: harga. Jika Apple AirTag dibanderol di kisaran harga premium (sekitar USD 29 atau Rp450.000-an per unit), Xiaomi Tag dilaporkan hadir dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Meskipun harga resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara rinci, di pasar global perangkat ini ditawarkan dengan harga hampir setengah dari kompetitor utamanya. Strategi pricing yang agresif ini diprediksi akan mengguncang pasar aksesori, memaksa kompetitor lain untuk meninjau ulang strategi harga mereka.
Xiaomi juga menawarkan paket bundling berisi 4 unit dengan harga yang lebih hemat lagi, menargetkan keluarga atau pengguna yang ingin melacak banyak aset sekaligus (kunci motor, dompet, tas laptop, hingga kalung hewan peliharaan).
Fitur Keamanan dan Anti-Stalking
Sadar akan isu privasi yang membayangi perangkat pelacak, Xiaomi juga menanamkan fitur keamanan anti-penguntitan (anti-stalking). Jika ponsel Anda mendeteksi ada Xiaomi Tag milik orang lain yang bergerak mengikuti Anda dalam jangka waktu tertentu, ponsel akan memberikan notifikasi peringatan.
Jika pemilik aslinya tidak berada di dekatnya, Xiaomi Tag tersebut juga akan mengeluarkan bunyi secara otomatis untuk menarik perhatian, mencegah penyalahgunaan perangkat untuk memata-matai lokasi seseorang tanpa izin.
Kehadiran Xiaomi Tag bukan sekadar pelengkap katalog produk, melainkan penegas posisi Xiaomi sebagai penantang serius dominasi Apple dan Samsung di sektor IoT. Dengan kombinasi fitur canggih, jaringan pelacakan luas, dan harga yang sangat "masuk akal", Xiaomi Tag diprediksi akan menjadi aksesori wajib bagi pengguna Android di tahun 2026.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)