2025, Indonesia Diprediksi akan Dibanjiri Kendaraan Listrik

Rima Fidayani Rizki . December 18, 2020

Foto: Physics World

Teknologi.id - Indonesia diprediksi akan menghadapi implementasi besar-besaran terkait hadirnya kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Hal ini dikemukakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melihat disrupsi teknologi di Indonesia, yang memungkinkan pula adanya implementasi connected-autonomous vehicles atau kendaraan otonom terkoneksi (CAV) dan mobility as a service (MaaS) oleh Indonesia.

Baca Juga: 'Superhighway' Tata Surya Mempercepat Pergi ke Luar Angkasa

"Dalam beberapa dekade dari sekarang Indonesia akan dibanjiri kendaraan listrik dan kendaraan listrik tanpa pengemudi (otonom), seiring dengan pengembangan teknologi dan inovasi," ujar Heru Dewanto, selaku Ketua Umum PII.

Heru berpendapat bahwa ada empat fitur utama yang menandai tren transportasi di masa depan; autonomous, connected, electrified, and shared (ACES). Tak hanya itu, ada potensi teknologi blockchain yang melengkapi fitur-fitur tersebut dalam waktu dekat.

Heru juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase ke-4 evolusi transportasi perkotaan, dalam sebuah webinar “Technology Innovation and Business in Transportation Sector".

"Layanan kendaraan online adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ucapnya.

Sementara itu, Bambang Riyanto Trilaksono, selaku Guru Besar ITB, menjelaskan bahwa kemungkinan hingga 2025 nanti akan ada kurang lebih 10 juta kendaraan listrik otonom akan digunakan di jalanan.

"Dalam satu dekade, fully autonomous vehicle merupakan keniscayaan," ujar Bambang.

Baca Juga: Gagal Mendarat, Roket Starship SN8 SpaceX Meledak Hebat

Diperlukan arah kebijakan dan kerangka kerja jika potensi tersebut terjadi, agar kendaraan otonom bisa dioperasikan di kota-kota besar di Indonesia serta menyeluruh pula penggunaannya. Tak hanya itu, pemerintah perlu melakukan studi banding mengenai regulasi kendaraan listrik otonom di negara-negara lain.

"Terutama menyangkut keselamatan sangat penting diperhatikan," kata Bambang.

(rf)

Share :