Pesawat Antariksa NASA "Voyager 2", Masuki Ruang Antarbintang

Zhahra Sahira . December 11, 2018

Teknologi.id - Setelah perjalanan 41 tahun yang momentum itu, Voyager 2 telah memenuhi takdirnya. Pesawat ini meninggalkan heliosphere dan menjadi pesawat antariksa antar bintang kedua setelah kembarannya, Voyager 1.

Probe Voyager 2 diluncurkan oleh NASA pada 20 Agustus 1997, 16 hari sebelum Voyager 1 dengan misi untuk mengeksplorasi Jupiter dan Saturnus.

Setelah keberhasilan ini, misi Voyager 2 untuk menjelajahi Tata Surya terus berlanjut. Kemudian, menjadi media pertama untuk menjelajahi raksasa es, Uranus dan Neptunus. Sejak menyelesaikan bagian dari misinya pada tahun 1989, sepasang pengembara galaksi pun diarahkan ke ruang angkasa.

Hal yang Bersejarah

"Untuk kedua kalinya dalam sejarah, objek buatan manusia telah mencapai ruang di antara bintang-bintang," kata NASA dalam sebuah pernyataannya pada hari Senin (10/12).

"Wahana Voyager 2 NASA kini telah keluar dari heliosfer - gelembung partikel dan medan magnet pelindung yang diciptakan oleh Matahari", ungkapnya.

Perlu dicatat bahwa pesawat ruang angkasa belum sepenuhnya "meninggalkan tata surya". Di sini, kami mencatat bahwa Voyager 2 telah memasuki ruang antar bintang dengan melewati heliosheath. Yaitu, sebuah lapisan terluar dari “gelembung magnetik” Matahari di mana kecepatan angin matahari selalu turun secara dramatis.

Baca juga: NASA Kembali Temukan Retakan Es Besar di Antartika

Dalam kasus Voyager 1, sulit untuk memastikan secara pasti bahwa helikopter telah melewati heliosheath dan memasuki ruang antarbintang. Dibutuhkan setidaknya hampir satu tahun untuk melakukan verifikasi. Namun, telah dicatat bahwa pesawat ruang angkasa Voyager 2 mengambil jumlah partikel heliosfir yang terus menurun sejak November tahun ini. Dan memicu desas-desus bahwa pintu keluarnya sudah dekat.

Mungkin bukan hanya ucapan selamat tinggal saja, tetapi masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Tidak seperti kembarannya, pesawat antariksa yang satu ini masih dipersenjatai dengan instrumen Plasma Science (PLS), yang berarti harus mampu mengembalikan informasi yang tak ternilai tentang sifat heliosheath dan medium antarbintang di luar Tata Surya kita.

"Bekerja di Voyager membuat saya merasa seperti seorang penjelajah, karena semua yang kami lihat adalah baru," tambah John Richardson, peneliti utama untuk instrumen PLS dan ilmuwan penelitian utama di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge. “Meskipun kembarannya melintasi heliopause pada tahun 2012, ia melakukannya di tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda, dan tanpa data PLS. Jadi kami masih melihat hal-hal yang belum pernah dilihat orang sebelumnya," kata John.

Dinamakan Golden Record

Pesawat ruang angkasa ini juga dikenal karena Golden Record mereka, yaitu dua piringan hitam yang mengandung suara dan gambar kehidupan di Bumi. Benda tersebut dirancang untuk bertindak sebagai kapsul waktu bagi kehidupan luar angkasa atau manusia masa depan yang cerdas.

Perpisahan pesawat ini, telah menjadi momentum sangat menakjubkan dan menggembirakan.

(ZS)

Share :